CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
PERKEMBANGAN


__ADS_3

Hari berganti Minggu dan Minggu berganti bulan tak terasa kandungan tisya sudah memasuki usia 9 bulan lebih 5 hari,tapi tisya masih aktif dalam beraktivitas mengurus kantor dan segala keperluan rumah tangga nya.padahal sang suami sudah melarangnya untuk pergi kekantor tapi tisya tetep kekeuh untuk terus bekerja.


"Sayank bisakah kamu cuti dulu dari kantor, kamu juga gak boleh egois dong sayank kasihan putri kita" ujar Ray sambil menatap sang istri yang tengah berganti baju kantor.


"Iya sayank aku akan cuti tapi nanti ya" ujar tisya santai sambil memakai blazer nya


" kapan apa kamu mau sampai putri kita lahir di kantor begitu!" kesal Ray yang selalu mendapat jawaban yang sama dari tisya


Melihat sang suami marah tisya akhirnya mengalah dia pun kembali berganti baju


"baiklah kalau begitu mulai sekarang aku cuti"ujar tisya seraya mendekati sang suami.


" benarkah sayank???" tanya Ray gembira yang mendapat anggukan dari sang istri


" terimakasih saya k ku" lanjutnya seraya mengecup kening dan memeluk tisya erat.


" Tapi sebagai hadiahnya sekarang temani aku ke dokter bagaimana????" tanya tisya

__ADS_1


"ok sayank apapun untukmu"ujar Ray dengan penuh cinta.


Mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.Tisya mengenakan dress panjang yang longgar agar memudahkan dia bergerak dan tidak menyakiti sang putri kecilnya yang masih berada dalam kandungan.


30 menit mereka akhirnya sampai di rumah sakit,Ray segera mendaftar dan mengambil nomor antrian untuk sang istri.15 menit kemudian nama sang istri di panggil mereka melakukan serang kaian pemeriksaan muli dari pengecekan berat badan sang ibu, mendengar detak jantung sang buah hati, mengukur tinggi fundus,dan juga melakukan USG guna mengetahui posisi sang buah hati serta kecukupan air ketuban nya.


"Bayinya sehat dan baik baik saja" ujar sang dokter


" terimakasih dokter" ujar tisya dan Ray hanya tersenyum.


" Tapi sayank kamu harus banyak istirahat,kalau kamu malah ikut aku ke kantor yang ada bukanya istirahat tapi malah Jajan ke restoran dekat kantor lagi!" ujar Ray melarang sang untuk ikut ke kantor.


"Kamu pelit banget sih aku jajan sedikit saja tidak boleh huh dasar pelit"ujar tisya kesal dengan apa yang katakan Ray.Ray hanya bisa mengusap dadanya sabar sang istri akhir akhir ini sangat sensitif.


"bukan begitu sayank,tidak masalah kalau kamu jajan aku tidak keberatan kamu menghabiskan uang ku tapi kamu jajanya sudah kelewatan masak habis ice cream 5 cup besar yang belum lagi kamu pesan kue tart coklat kebanyakan makanan manis juga gak baik untuk buah hati kita" papar Ray menjelaskan pada tisya


"Tetap saja kamu pelit,pokoknya aku mau ikut kamu kekantor titik." kekeuh tisya .Ray hanya bisa pasrah jika sang istri sudah keras kepala begini.

__ADS_1


Ray dan Tisya akhirnya sampai di kantor semua karyawan menunduk hormat pada pasangan ini.ray membawa tisya kelantai khusus ruangannya.


" Sudah sekarang aku kerja kamu bisa rebahan di sofa kalau kamu ingin beli sesuatu bilang saja ke bagian Office boy" ujar Ray sambil mendudukkan sang istri di sofa.


"ok sayank dengan senang hati"ujar tisya lalu ber selonjor kaki agar lebih nyaman.


2 jam berlalu tanpa di duga ada tamu yang tidak di undang datang dan langsung masuk tanpa permisi mengagetkan tisya yang sedang tidur.


Braakkkk


" Hello Ray sayank,apa kabar manisku" pekik seorang wanita dengan nada manjanya tanpa permisi dia langsung menghampiri Ray dan memeluk sang pria.Ray hanya diam tertegun atas apa yang baru saja terjadi saat tersadar dia langsung mendorong Belle,dan langsung menatap sang istri.


Tisya hanya diam menatap namun aura membunuh begitu kental lewat tatapan matanya. Belle merasa ada hawa dingin yang begitu menusuk tengkuk belakangnya dia pun menoleh dan mendapati seorang wanita tengah menatap nya dengan tajam.


"Sya i-ni Tid-...." ucap Ray terpotong.


"Diam!!!" ujar tisya dengan nada emosi.

__ADS_1


__ADS_2