
"Akkkkhhhhh......Sssstttttt........sakiiiiiitttttt" ucap Ray sambil memegang pinggangnya.Tisya terbelalak melihat sang suami terkapar kesakitan akibat tindakan reflek nya.
"A-aduh sayangk maaf aku tidak tau jika tadi itu kamu" ujar tisya sambil membantu sang suami berdiri dan membopong nya keranjang
"Ssssttttt... kamu itu Sssstttttt.... bagaimana bisa kamu membanting suami mu sendiri Sssstttt..." sambil terus melenguh sakit.
Tisya langsung menghubungi Robert guna memeriksa keadaan sang suami.
"maaf sayang aku tidak sengaja,Aku benar2 terkejut" ujar tisya sambil menunduk dalam tanpa sadar air matanya menetes.Melihat sang istri menangis Ray langsung berdiri memeluk sang istri seolah rasa sakitnya tidak terasa lagi.
" Aku sudah tidak apa apa sayank sungguh lihatlah aku baik baik saja jangan menangis hatiku terasa sakit saat kau menangis sayank" ujar Ray sambil memeluk erat sang istri.
Tisya masih menangis tersedu-sedu.Dia merasa bersalah pada suaminya,dia juga memeluk erat sang suami
" sudahlah sayank aku punya hadiah buat kamu sayank"ujar Ray
Ray mengeluarkan kotak beludru panjang berwarna biru kepada sang istri.Tisya menerima kotak tersebut dia juga langsung membuka kotak tersebut.
Terlihat sebuah kalung emas putih yang memiliki bandul dua Angsa putih membentuk hati dalam bentuk hati tersebut terdapat berlian berwarna merah.
__ADS_1
"indah sekali sayank" ucap Tisya sambil melihat takjub akan kalung tersebut.Ray tersenyum hangat.
"Sama seperti kamu sayank,sama sama indah dan sangat berarti bagi hidupku"ujar Ray tak lupa juga dia memberikan sebuket bunga mawar merah yang di selipi bunga mawar putih yang masih kuncup membentuk tulisan
"I ❤️ U" Tisya benar benar sangat bahagia sang suami ternyata juga mencintai nya ,benar kata Alex kalau rasa curiganya hanya sifat sensitive bumil saja.
Tisya langsung kembali memeluk sang suami dengan penuh haru dan juga rasa bahagia memuncak.
"Terimakasih sayank" ucap Tisya tulus.Ray hanya mengangguk saja sambil mengecup pucuk kepala sang istri.
" maafkan aku sya aku melakukan ini semua untuk menebus semua kesalahanku padamu" ujar Ray dalam hati.
"Robert kau sudah datang rupanya,cepat periksa suamiku" ujar tisya sambil melepas pelukannya pada Ray
" baik Queen" ujar Robert tanpa sadar
" Queen?????" ucap Ray yang bingung
tisya langsung melotot kearah Robert, membuat Robert gelagapan menanggapinya.
__ADS_1
" Queen....nyonya maksudku tadi " ujar Robert sambil memaksakan senyumannya.
" Sudah lupakan saja mari saya periksa" ujar Robert.
"bagaimana keadaan suami saya dok??" ujar Robert
"Tidak ada masalah semua baik baik saja,anda tidak perlu khawatir nyonya.Ini obat pereda nyeri sama vitamin nya silahkan anda minum sesuai dengan anjuran yang saya berikan" ujar Robert sembari memberikan 2 bungkus plastik obat dan vitamin.
" terimakasih dokter" ujar tisya sembari mengambil obat tersebut.
"kalau begitu saya permisi dahulu" pamit Robert dan diantar oleh Tisya.
Saat sudah berada di bawah Robert bertanya pada tisya.
"Apa yang terjadi sampai kau melukai Ray??" tanya Robert.
" aku hanya terkejut dan dengan refleks membanting Ray ke depan" ujar tisya merasa bersalah.
"Apa??? ihhh ngeri juga ya punya istri mafia macam kau,suami mau ngasih kejutan malah dibuat babak belur " ujar Robert seraya bergidik Tisya hanya melotot dan akan segera melayangkan bogem mentah ya tapi Robert sudah berhasil lari tunggang langgang dari hadapan nya membuat tisya mendengus tak suka.Tapi dalam hati Robert dia tertawa
__ADS_1
"Syukurin si Ray itu,Harusnya tadi Tisya jangan hanya membantingnya ke lantai tapi langsung di lempar saja dari balkon,orang macam dia emang harus di beri pelajaran hahahahaha Alex pasti senang saat gue kasih tau hal ini hahahahaha" Robert tertawa dalam hati