
"Hahahahaha" Tisya tak henti-hentinya tertawa melihat kejadian yang sangat membuatnya bahagia.
"Kau tau nona Belle sebenarnya dari kemarin aku ingin bereksperimen dengan mu....tapi belum ada waktu yang tepat....sekarang akhirnya bisa terwujud hahahahaha" ujar tisya sambil memainkan kuku di hadapan Belle yang sedang sekarat.
"Kau ingin mencari gara gara dengan ku bukan sayang nya kau salah orang...Kau hanya seekor semut yang sangat mudah untuk ku injak bangsat" ujar tisya sambil menendang tubuh Belle hingga berbelah menjadi dua bagian.Namun naas tubuh itu malah terlempar kehadapan seorang pria yang sangat dia kenal.
Pria itu mundur dan bergetar melihat apa yang berada di hadapannya,dia benar benar tidak percaya sang istri yang selama ini lemah lembut dan manja padanya begitu tega membunuh orang dengan sangat mengerikan dan kejam.
"i-i-ini mim-pi kan" ujar pria itu yang tak lain adalah Ray .
Tisya hanya diam dan menarik nafas panjang nya.
"ini nyata Ray aku telah membunuh ****** kecil ini" ujar tisya santai seolah tidak terjadi apa apa.Tisya ingin menghampiri sang suami tapi....
__ADS_1
"Stop disana jangan mendekat" ucap Ray dengan nada bergetar dia sangat ketakutan.
" oh ayolah Ray hal seperti ini itu udah biasa gak perlu setakut itu,aku tidak akan menyakitimu sayank" ujar tisya tanpa merasa bersalah .
"Apa kau bilang??? biasa ???kau sudah gila kau baru saja membunuh orang dan kau bilang biasa????" Ray tidak percaya dengan apa yang telah diucapkan sang istri.
"Sudahlah Ray ayo kita kembali ke pesta biar semua di urus oleh anak buahku" ujar tisya sambil mengelap noda darah pada tangan dan pisaunya.
" Anak buah ???maksudmu apa sya???yang ada malah kamu akan di tangkap polisi" ujar Ray yang tak habis fikir oleh ucapan sang istri.
Bak di sambar petir Ray kaget bukan main dia tidak mampu menopang tubuhnya hingga merosot ke lantai.
"Ti-Tidak mungkin aku Menikahi seorang leader mafia itu tidak mungkin hahahaha itu mustahil " ujar Ray sambil menutup wajahnya dia tidak percaya dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
" Ray sudahlah maafkan aku karena tidak memberi tahu mu soal identitas" ungkap tisya sambil mendekat dan menyentuh bahu sang suami namun di tepis dengan segera oleh suaminya.
"Jangan sentuh aku....sungguh aku sangat takut padamu aku mohon jauh jauhlah dariku....Aku aku aku ingin bercerai" ujar Ray sambil mengatakan keinginan sungguh dia sangat takut saat ini.
"cerai???" ujar tisya sambil mengangkat sebelah alisnya"Tidak mungkin itu tidak mungkin terjadi,kau hanya milik ku hanya milik ku Ray so tidak akan ada sebuah kata perpisahan ok" lanjut tisya.
" Kumohon mengertilah aku sangat takut padamu" ujar Ray memohon.
" KUBILANG TIDAK YA TIDAK PAHAM KAU"ujar tisya sedikit berteriak membuat Ray semakin ketakutan.
"Dengar jika kau ingin bercerai dari ku maka kau harus mati bersamaku" ujar tisya yang sebenarnya hanya ingin menakuti sang suami saja.Mendengar ucapan tisya membuat Ray mengangguk patuh dan tanpa tisya duga mata sang suami berkaca kaca siap untuk menangis melihat hal itu tisya merasa bersalah, saat akan mendekati sang suami tiba tiba air ketuban tisya pecah disertai kontraksi yang sangat menyakitkan.
"Aakkkhhh Sakit" ujar tisya sambil meringis menahan sakit.Awalnya Ray kira sang istri hanya ingin mendapatkan simpati dari nya namun saat melihat sang istri mengeluarkan cairan bening di sertai lendir darah membuat Ray yakin istrinya mau melahirkan.
__ADS_1
Dengan gerakan cepat Ray membawa sang istri ke rumah sakit.
" Bertahanlah sayank" ujar Ray sambil menggendong sang istri dan berjalan cepat menuruni anak tangga.