CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
SEBERKAS CAHAYA


__ADS_3

Hari berganti hari....


Seberkas cahaya mengiringi langkah tisya untuk pergi...


Hari ini dia akan bertemu dengan seseorang yang sangat spesial...


Tisya sudah bersiap siap untuk pergi dia juga tak lupa membawa baby ester untuk pergi bersamanya...


Ponsel tisya berdering,dan dia pun segera mengangkat sambungan telepon tersebut


"Kau sudah berangkat" tanya tisya tanpa basa basi lagi


"...."


"Baiklah aku akan segera meluncur ke lokasi" ujar tisya sambil mematikan sambungan teleponnya


Tisya segera turun dengan memebawa baby ester...


20 menit tisya sampai ke lokasi yang di tuju,Dia lantas turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam


"Kau sudah lama di sini???" tanya tisya pada seorang pria


"Sudah sangat lama,kau lelet sekali sih" ujar sang pria yang berwajah tampan maskulin tersebut


" Aku sekarang sudah menjadi ibu ibu kau tau itu, aku harus mengurus putriku dulu" sungut tisya

__ADS_1


" Ya baiklah nyonya Raynando" ujar sang pria sambil menekat kalimat belakangnya


" Kau ini, bagaimana urusan di paris sudah beres kan???" tanya tisya


"Seperti yang ku laporkan kemarin semuanya berjalan lancar" ujarnya sambil menyeruput latte panas


"Lalu apa tugasku juga sudah beres lex" tanya tisya kepada pria yang tak lain adalah alex


"sudah" ujar alex singkat


" Kau bisa berikan file itu" ujar tisya


" Nih" kata alex sambil menyodorkan map warna coklat tersebut


"Dia adalah wanita milik Marcell dulunya,Menurut informen kita dia pernah di jual ke sebuah club dan di jadikan pel*cur oleh ayah tirinya,karena merasa iba marcell membebaskannya dengan syarat sebagai pemuas nafsunya" ujar alex secara singkat


"Tidak bukan itu hanya akal akalannya marcell saja agar dia tidak di ambil lagi oleh keluarganya terutama ayah tirinya" papar Alex


" Apa kau sudah bicara pada Ray" tanya alex


"Soal apa???" tanya tisya balik


"Soal kegalauanmu" ujar alex singkat membuat tisya mendongak


" Sudah hanya saja Ray sudah menjelaskan dan dia juga bilang hanya aku yang bisa memilikinya" ujar tisya santai seolah tidak afa beban

__ADS_1


"Apa???? dan kau percaya dengan mulut buayanya itu????" tanya alex tak percaya dengan apa yang di katakan oleh tisya


" Iya aku percaya kan dia suamiku sudah sepatutnya aku percaya padanya" ujar tisya


"Kau naif sekali sya,dasar otak udang gak ketolongan kau tau kan ray itu suka membual" kata alex merasa jengkel dengan kenaifan dan kebodohan tisya yang begitu mudahnya percaya pada Ray.


"Apa kau bilang ???? kau yang otak udang, denger ya lex Ray itu cinta sama gue dan dia gak bakalan ninggalin gue karena kita sudah terikat secara Sah dan kita juga udah punya anak paham lo"ujar tisya tersulut emosi karena ucapan alex..


"Ah terserah lo deh" ujar alex yang sudah kesal dengan kelakuan penuh kebucinan milik tisya


Hening menyelimuti mereka....


"Sabtu lo jadi pergi pemotretan???" tanya alex


"Ya tentu itu sudah jadi pekerjaan gue,kenapa emang???" tanya tisya


"Gue boleh ikut lo pemotretan kan??? sekalian aja gue jagain baby ester"


"Kalau emang lo senggang ikut juga gak apa gue malah seneng dengernya" ujar tisya


" Ya udah gue ikut lo kalau gitu" ujar alex


" oke sekalian kita bahas rencana kita selanjutnya gimana??? ujar tisya


"Oke gue ngikut aja" ujar alex pasrah

__ADS_1


"entah kenapa perasaan gue gak enak banget sya" gumam alex dalam hatinya


__ADS_2