CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
JANGAN SALAHKAN AKU


__ADS_3

Malam ini adalah malam perhelatan ulang tahun perusahaan R.L. Colection Semua dekorasi tertata indah dan elegan membuat siapa saja akan merasa betah berada disana.


Saat ini Ray sedang menunggu sang istri yang tengah merias diri.Tidak lama untuk menunggu karena tisya mengenakan riasan yang natural tapi tampak elegan dengan di padukan gaun malam berwana Silver press body,Meski tisya sedang hamil namun lengkuk tubuhnya masih terbentuk yang membedakan hanyalah perutnya yang membuncit.


"Suit suit .....cantik sekali istriku hari ini... Perfect " ujar Ray yang menatap kagum sang istri .


" hahahaha benarkah???" ujar tisya salting saat di puji sang suami.


"benar sayank kamu masih sangat seksi dengan perut buncit mu itu dan kecantikan mu tiada yang menandingi semua yang melekat padamu itu sempurna" ujar Ray tak henti-hentinya memuji sang istri.


"hehehehe jelas lah aku kan seorang model menjaga bentuk tubuh harus tetap aku lakukan,makanya semua yang melekat pada tubuhku harus terbentuk sempurna sayank"ujar Tisya dengan nada yang dibuat sombong dan membuat Ray tertawa melihat konyolan sang istri.


"iya iya kamu memang model papan atas hehehe" ujar Ray

__ADS_1


"yasudah ayo berangkat nanti telat loh sayank" ujar tisya mengajak Ray untuk bersiap berangkat.Ray mengangguk dan menggandeng tangan sang istri.


Selama perjalanan mereka saling bercanda sambil dibumbui oleh keromantisan didalamnya.Ray tak henti hentinya melontarkan kata kata romantis untuk sang istri.Mereka akhirnya sampai di kantor tempat pesta di mulai.Saat berjalan masuk kedalam pesta Ray dan tisya di sapa oleh seorang wanita yang membuat tisya jengkel bukan main.


"Selamat ya Ray sayank atas peresmian apartemen mu di distrik D,,,Aku sangat bangga padamu sayank" ujar Belle sambil mengecup pipi Ray di depan tisya.


Melihat hal itu membuat tisya geram dan ingin rasanya dia mencabik Belle.


"Kurang ajar berani sekali dia mengecup pipi suamiku di depan mataku,Lihat saja kau ****** sebentar lagi kau akan di cium oleh kematian tunggu saja"Tisya menyeringai dalam hatinya.


Ray dan Tisya melanjutkan pesta hingga tiba saat Ray di persilahkan memberi sambutan keatas panggung sebagai pemilik R.L Colection.


Hal itu dimanfaatkan Belle untuk memancing emosi tisya sehingga dia dapat mempermalukan tisya di depan umum.

__ADS_1


"Sungguh apa yang di lihat Ray darimu ya,,, Cantik tidak,Seksi tidak malah kelihatan tua,lemah lembut apalagi hahaha itu malah mustahil..."ujar Belle menceomoh tisya.


"apa kau sudah selesai.....Aku lebih beruntung daripada kau meski aku jelek aku lah yang menjadi istri seorang Raynando kau hanya ****** tak tau malu yang ingin merebut suamiku" ujar tisya sambil menjauh dari Belle.


"Sialan kau bilang aku apa,,,,hey jangan pergi kau dasar tak tau diri" ujar Belle sambil mengikuti langkah tisya pergi.Melihat sang mangsa terus mengumpat atas dirinya membuat tisya menyeringai setidaknya sang target mengikutinya.Setelah mereka berdua sampai di atap tisya berbalik menghadap Belle.


" aku sudah memperingatkan mu untuk menjauh dari suamiku,tapi kau sendiri yang menggali lubang kematianmu" ujar tisya dengan tatapan dingin namun menusuk.Melihat mata tisya yang mengeluarkan aura membunuh membuat Belle mundur sedikit takut.Tisya terus mendekati Belle yang ketakutan.


" Mau apa kau??" tanya Belle mencoba menetralkan rasa takutnya.


" Mencabut nyawamu,,,,Kau tak pernah mengindahkan peringatan ku jadi...Jangan salahkan aku jika aku mengambil nyawamu,,, karena aku benar benar muak dengan sikap sok cantikmu itu" ujar tisya.


"K-Kau ??" ucap Belle dengan menunjuk tisya yang sudah mengeluarkan pisau dari balik bajunya dan tanpa ba-bi-bu tisya menusuk perut Belle dan mengoyaknya.Belle tumbang ke lantai sambil memegang isi perut yang sudah keluar.

__ADS_1


"Hahahahaha" tawa setan milik tisya menggelegar disertai rintih kesakitan Belle.


__ADS_2