
Alicia Flashback on
Mungkin sudah menjadi takdirku menjalani kehidupan terlunta lunta seperti ini.Dari kecil Aku hidup dengan ibu dan ayah tiriku.Ibu sangat menyayangi dan mencintaiku dengan sepenuh hatinya meski aku bukan putri kandungnya.Ya aku diadopsi oleh keluarga Morano dari usia 8 tahun.Nico Morano dan Miranda Morano adalah keluarga angkat ku Meraka menyayangi dan memanjakan diriku dengan segala fasilitas kemewahan Hingga saat usiaku menginjak usia 15 tahun Keluarga Morano mengalami kebangkrutan Akibat perjudian yang di lakukan oleh ayah angkat ku Nico.Semua aset dan kemawahan yang ku nikmati selama ini harus di sita oleh bank akibat hutang yang tak terbayar.
Pada akhirnya Aku dan keluargaku harus pindah ke kota Edinburgh Skotlandia kota kelahiran ibu ku Miranda karena di sana ibu masih memiliki sebuah rumah yang memang dulu di tinggalkan karena harus mengikuti suaminya untuk bekerja di Dublin Irlandia.
Meski hidup dengan pas pasan ayah dan ibu masih harmonis dan saling mendukung.
Namun itu tak berselang lama saat aku menginjak kelas 2 SMA Ayah mulai berubah sering memukul ibu dan pergi berjudi kembali bahkan tak jarang beliau pulang membawa wanita malam.
"Bugh.....bugh.....braaaakkkkk ....akhh....ssssttttt" suara pukulan dan rintihan seorang wanita yang penuh luka lebam dan memar bahkan terdapat luka sobekan di dahinya akibat terbentur meja.
"ayaaahhhhh hentikan jangan pukul ibu lagi" ujar seorang gadis yang memeluk sang ibu yang sudah tak sadarkan diri.
" Kau dan ibumu sama sama tak berguna dasar pembawa sial" ujar sang ayah yang di liputi amarah dan bahkan pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
"ibu bertahan lah aku akan membawamu ke rumah sakit" dengan susah payah sang gadis membawa ibunya ke rumah sakit.dan saat di jalan raya dia mencoba mencari tumpangan yang mau mengantar mereka ke rumah sakit.
" Tolong....berhenti....tolong bantu kami..." teriak sang gadis setiap ada mobil lewat sambil berjalan terseok-seok.Hingga ada sebuah mobil berwarna putih berhenti.Sang empu pemilik mobil keluar dari mobil dan menghampiri mereka.
"Apa kalian butuh bantuan ?"tanya sang pemuda.untuk sesaat Alice memandang wajah tampan sang pemuda.
"i-ya tolong kami tuan aku harus membawa ibu ku ke rumah sakit" jawab Alice sedikit gugup.
" Baiklah mari ku antar" ujar sang pemuda berjaket coklat tadi.Selama perjalanan mereka diam membisu hingga mereka sampai di rumah sakit.
" Tidak perlu sungkan Santai saja sesama teman kita harus saling membantu" ujar pemuda tersebut.
" Temann???" tanya Alice heran.
"Ya aku RAYNANDO ZAVIER ARZETO teman sekolahmu apa kau tidak mengenal ku?"tanya Ray
__ADS_1
"Oh maafkan aku aku tidak terlalu mengenal murid murid di sekolah" ujar Alice merasa tidak enak.
" (tersenyum) tidak apa....apakah kita bisa berteman ?" ujar Ray sambil mengulurkan tangannya.
" Tentu (tersenyum)" ujar Alice.
Seiring berjalannya waktu kedekatan mereka semakin intens hingga suatu hari Ray mengutarakan perasaannya.
" Alicia Rowena Morano Maukah kamu menjadi kekasihku??" ujar Ray lantang di lapangan sekolah sambil membawa setangkai bunga mawar.
" terima....terima.....terima...." teriak semua murid membuat Alice memerah karena malu.
" Tentu Aku mau Zavier....karena aku juga cinta kamu....." ujar Alice tak kalah lantang dan langsung berhambur memeluk ray.
Hari demi hari mereka lewati bersama.Ray selalu ada untuk Alice di kala sedih maupun senang Ray selalu Setya menemani Alice saat ibu Alice meninggal Ray lah yang mengurus segala keperluan pemakaman sang ibundanya.
__ADS_1
Hingga suatu hari ayah tiri Alice membius Alice dan membawanya pergi ke kota Aberdeen disana ternyata Alice di jual ke sebuah club malam untuk di jadikan wanita malam Namun Tuhan masih berbaik hati padanya, Alice di selamatkan oleh seorang pria bernama Marcell Alano seorang mafia yang dapat membawanya pergi dari tempat terkutuk tersebut dan membawanya ke Swiss untuk dijadikan istri.