
Kediaman keluarga Rico tampak ramai pelayat datang untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Rico Angelo. Tampak Ray,Rena dan Tisya mengenakan baju serba hitam bertanda tengah berkabung ,Peti berisi Jenazah Rico sudah sampai di rumah Duka mulai tadi malam.
Tisya terlihat menunduk dan sesekali menitihkan air mata.Dia teramat bersedih dan menyesal dengan apa yang telah terjadi.
Melihat sang istri menangis Ray langsung mengusap air mata yang jatuh di pipi sang istri sembari memeluk dan menyandarkan kepala sang istri pada bahunya.
" Sudah sayank jangan menangis lagi,kita ikhlaskan saja papa sayank biar dia tenang di sana" ujar Ray menguatkan sang istri padahal untuk mengatakannya juga sangat berat bagi Ray.Tisya hanya mengangguk menyahutinya.
...********...
Di sebuah ruangan yang di jaga ketat oleh orang berseragam putih yang menangani seorang pasien yang berjuang diambang hidup dan mati.Seorang pria yang tengah melihat dari balik jendela ruang operasi berharap harap cemas oleh keadaan sang pasien.
__ADS_1
" Bagaimana jika dia tidak tertolong???Sungguh wanita yang ku cintai pasti akan hidup dengan menderita....Aku tak ingin dia mendapatkan karma atas semua perbuatannya" gumam sang lelaki.
Sesaat kemudian seorang dokter keluar dari ruangan.
"Gimana keadaannya???" tanya sang pemuda
" Dia selamat tapi dia masih koma dan tidak tau kapan akan siuman,akibat kehilangan banyak darah" ujar sang dokter.
"Cinta membutakan segalanya Robert tisya melakukan itu agar dia bisa tetap bersama dengan Ray.Doa akan menyingkirkan siapa saja yang menghalanginya bersama Ray"
ujar Alex yang memang sendari tadi dia menunggu proses operasi Rico.Ya Alex menyelamatkan Rico di tengah masa sekaratnya dia tidak sampai hati membunuh Rico yang memang masih bernafas sekuat tenaga dia berjuang menyelamatkan Rico demi melindungi wanita yang dia cintai agar tidak hidup dalam bayangan karma Akibat perbuatannya.
__ADS_1
" Sungguh gila pemikiran tisya,Tapi memang patut di sebut RATU KEGELAPAN sih,cocok banget emang jadi pemimpin klan mafia kita" Jabar Robert yang menganalisa kecocokan Tisya sebagai pemimpin.Mendengar penjabaran Robert membuat Alex mendengus.
...*********...
Proses pemakaman Rico akan segera di mulai sebelum di bawa ke peristirahatan terakhir nya tisya meminta izin untuk mengecup kening sang mertua,saat wajah tisya mendekat dia mengamati dengan seksama wajah sang mertua terasa janggal dengan wajah sang mertua tampak seperti sebuah topeng silikon akhirnya dia memberanikan diri mencium kening sang mertua dan benar saja kulit itu adalah kulit palsu dari topeng silikon produksinya."Sialan si Alex rupanya dia ingin mempermainkan ku,Tapi syukurlah dia menyelamatkan mertuaku"gumam tisya dalam hatinya.
Dan akhirnya proses pemakaman berlangsung khidmat.Ray,Tisya dan Rena kembali ke rumah terasa ada yang berbeda disana Rena kembali menangis mengingat baru kemarin pagi dia sarapan bersama sang suami tapi sekarang separuh jiwanya telah pergi membuat Rena tak memiliki gairah untuk hidup kembali.
"Ma lebih baik mama ikut kami ke mansion kita biar mama gak kesepian di sini" ujar Ray.
" Mama tidak ingin meninggalkan rumah yang penuh kenangan bersama papa mu Ray mama ingin disini saja mama akan baik baik saja kamu tenang saja " ujar Rena. Pada akhirnya Rena tetap kekeh untuk tinggal sendiri Ray dan Tisya tidak dapat membujuknya lagi mereka akhirnya pulang ke mansion meski ada kekhawatiran di benak mereka berdua.
__ADS_1