
Jika mengingat peristiwa tersebut Rena begitu takut memikirkan apa yang akan terjadi padanya dan pada sang putra jika identitas sang menantu terbongkar olehnya.
Itulah yang membuat nya terkena serangan jantung.Namun Rena sebisa mungkin menutupi apa yang telah dia lihat guna melindungi sang putra.
Ray yang melihat raut gelisah dan takut pada Rena merasa penasaran akan apa yang telah di tutupi sang ibu dari nya.
"Ma ada apa sebenarnya....katakan lah pada Ray ma"ujar Ray mendesak sang ibu agar mau jujur padanya.Rena hanya bisa menatap sang putra.
"Mama mohon Ray kamu mau menuruti nasehat yang mama berikan pada mu"ujar Rena kembali mengingatkan Ray.
"iya ma Ray akan turuti semua nasehat mama" patuh Ray dengan di barengi anggukan kepala.
Rena yang melihat itu tersenyum teduh.
"Apa mama boleh bertanya padamu Ray? dan mama harap kamu jawab dengan jujur"ujar Rena yang di jawab anggukan oleh Ray.
" Selama 1 Minggu ini apa kamu benar-benar pergi bekerja di luar kota nak?" tanya Rena yang membuat Ray menelan ludah kasarnya, dia bingung harus menjawab apa.Melihat ke gugupnya sang putra dalam menjawab pertanyaan nya Rena menimpali kembali
"Jawablah dengan jujur nak,agar mama tidak risau"
__ADS_1
"Ak-aku be-kerja ma " ujar Ray terbata bata
" Kau bohong Ray,katakan lah dengan jujur" desak Rena.
(Ray menghela nafasnya dengan kasar) "Selama 3 awal Ray benar benar bekerja ma meninjau lokasi pembangunan proyek" ujar Ray
"Lalu yang 4 hari???" tanya Rena
"4 hari terakhir Ray hmmmm...(menarik nafas panjang dan menghembuskan nya) Ray bermalam di rumah Alice" ungkap Ray jujur dan tegas
Mendengar hal mengejutkan itu sontak Rena merasakan sakit yang teramat pada dada sebelah kirinya,Yang membuat nafasnya tersengal-sengal.Ray langsung panik melihat sang mama terkena serangan jantung kembali saat akan keluar memanggil dokter Rena menggenggam erat tangan sang putra sembari berucap.
"Tiiiiiiiiiiittttttttttt......." suara monitor pendeteksi detak jantung
"Mmmaa....mama .... Bangun maa.....Mama banguuuunnn"ujar Ray sambil menggoyangkan badan sang mama yang sudah tergolek lemas
"Dokterrrr tolong...." teriak Ray putus asa melihat sang mama sudah tidak bergerak.Para dokter dan perawat langsung mencoba memberikan pertolongan.
Mendengar teriakan sang suami tisya langsung segera menghampiri asal suara tersebut.Tisya membawa sang suami keluar ruangan,Ray hanya pasrah di ajak sang istri keluar dia tak sanggup menopang tubuhnya sendiri hingga melorot jatuh terduduk sambil memeluk kaki sang istri.
__ADS_1
"ini semua salah ku sya....salah ku....huhuhuhu"
ujar Ray sambil menangis tergugu.
"tenang lah sayang semua akan baik baik saja, dokter akan berusaha menyelamatkan mama "ujar tisya menenangkan sang suami.meski tidak dipungkiri hatinya juga risau.
Ray masih menangis dengan posisi yang masih sama hingga saat dokter keluar dari ruangan Ray kembali bangkit dan menanyakan keadaan sang mama.
"Dokter bagaimana keadaan mama saya dok?" tanya Ray
"Mohon maaf Mr.Ray ibu anda tidak dapat kami selamatkan,Saya harap pihak keluarga bisa mengikhlaskan kepergian nya,Saya permisi dulu"ujar sang dokter membuat Ray shock bukan main.Tisya yang mendengar hal itu hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangan nya sambil menitihkan air mata.
Ray masih diam dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.Tisya mencoba tegar dan mendekati sang suami dan memeluk nya
"aku salah dengar kan sya,mama jelas masih hidup bukan??mama tak mungkin meninggalkan ku kan sya???" ujar Ray sambil menatap lekat kedua manik sang istri.Tisya hanya diam membisu.
"Jawab sya ..."ujar Ray berteriak histeris.
"ikhlaskan mama Ray dan kumohon jangan seperti ini"ujar tisya sambil menangis menatap sang suami.Ray mundur dan semakin berteriak histeris hingga membuatnya hilang kesadaran.
__ADS_1