
Dengan langkah penuh kewibawaan tisya pergi meninggalkan tempat kejadian dia bergegas masuk kedalam mobil dan memacu kendaraannya ditempat yang sepi dia menepikan mobilnya.Tampak air mata membanjiri kedua matanya.penyesalan tercetak jelas di wajah ayunya
" Maafkan aku pa...maafkan aku...huhuhuhu" suara paruh akibat tangisan menggema di dalam mobil yang ia tumpangi,Tisya tampak begitu meratapi apa yang sudah dia lakukan.Tega sekali dia membunuh mertuanya dia sungguh menantu yang durhaka.Setelah puas meluapkan segala penyesalannya tisya pulang ke mansion.
...********...
Lain halnya dengan Alex yang tengah melaksanakan tugas nya dia mengubah segala bukti pembunuhan Rico seolah kevin lah dalang dari pembunuhan Rico.
" Bagaimana Robert apa tugas yang ku berikan sudah selesai ?" tanya Alex pada Robert di ujung telepon sana
"....."
"Syukurlah semoga anak buahmu segera datang,Lalu bagaimana dengannya"tanya Alex
" ........"
" Baiklah,yang penting kita sudah melaksanakan tugas darinya,Kau tidak perlu khawatir" ujar Alex
__ADS_1
Entah apa yang di rencanakan Alex penuh dengan teka teki.
...********...
Tepat jam 07.30 PM. Ray baru saja pulang dari kantor Tisya tampak menyambut kedatangannya.
"Sayank bagaimana keadaan kamu hari ini?" tanya Ray dengan penuh kasih sayank
" Baik tidak ada kendala dan keluhan" ujar tisya sambil tersenyum lebar.
Ray dan Tisya Hendak melangkah menuju ruang makan namun langkah mereka terhenti saat ada dering ponsel milik Ray
"......."
mendengar kabar dari sabrang sana membuat Ray menjatuhkan ponselnya.Tisya yang melihat itu hanya bisa memejamkan matanya sudah di pastikan kabar kematian sang mertua sudah sampai ke telinga suami dan ibu mertua nya.
"Sayank ada apa?" Tisya pura pura bertanya
__ADS_1
Ray yang mendengar sang istri bertanya langsung menatap dan langsung menabrak kan tubuhnya pada tubuh tisya kini dia sangat butuh pelukan.
"papa sya papa huhuhu" Ray tidak sanggup mengatakan nya karena air matanya sudah jatuh terlebih dahulu.Melihat kesedihan sang suami tisya hanya bisa menunduk dalam
" maafkan aku sayank,andai saja aku tidak gegabah mengambil tindakan mungkin papa masih hidup" ingin sekali tisya mengatakan penyesalannya tapi itu hanya ilusi saja Tisya tak mampu mengatakannya pada suaminya.
" ayo kita segera kesana sayank kita lihat keadaan papa"ujar tisya
Tisya segera meluncur ke lokasi tempat kejadian tapi setelah dia bertanya kepada Ray tempat tersebut agar Ray tidak curiga.Sesampainya disana Ray dan Tisya langsung bergegas kedalam gedung itu dan terlihat beberapa polisi tampak melakukan olah TKP terdapat 2 jasat yang bersebrangan disitu yang sudah di tutup kain saat Ray membuka tutup kain pada jasat pertama dia sangat terkejut melihat pria yang sudah terbujur kaku di situ
" Kevin " gumam ray.lalu Ray beralih ke jasat ke dua di seberang sana dan membuka kain penutup jasatnya
" Pa-papa" gumam Ray paruh dengan air mata membanjiri matanya.Ray tampak sangat sedih dan kehilangan atas kejadian yang menimpa sang ayah ditambah dia melihat sang ibu yang sudah terkulai lemas tidak sadarkan diri.
Terlihat seorang polisi nampak mendekati Ray.
"Yang sabar Mr.Ray saya tau ini berat untuk anda dan keluarga tapi saya berharap pihak keluarga bisa bekerja sama dengan kami menyelidiki motif dari kejadian ini"
__ADS_1
"sebenarnya a-apa yang ter-jadi pak" tanya Ray paruh dengan suara menahan Isak tangisnya
" Menurut hasil olah TKP kami semua bukti mengarah kepada saudara Kevin yang melakukan pembunuhan kepada ayah anda dan dia melakukan bunuh diri setelah melakukan kejahatan tersebut agar terhindar dari jeratan hukum terbukti dari peluru yang menembus dada ayah anda juga sama dengan peluru yang bersarang pada dada kiri sdr. Kevin dan juga hasil forensik mengatakan bahwa sdr.Kevin belum meninggal saat dia menembakkan peluru ke dada kirinya sehingga dia melakukan penggorokan pada lehernya sendiri agar dia segera tiada." papar sang inspektur polisi.