
Saat telah sampai di rumah setelah mengantarkan Alice pulang Ray langsung melenggang ke kamarnya dia sudah tidak tahan ingin segera menjatuhkan badannya keatas kasur yang empuk. Tisya yang melihat kelakuan sang suami hanya bisa menggelengkan kepala,langsung saja di menidurkan baby ester keboks baby samping ranjangnya.
Tisya mulai mendekat kepada ray ternyata sudah terdengar nafas teratur dari sang suami yang artinya ray sudah tertidur dengan begitu cepat.Tisya lantas pergi ke balkon rumahnya dia tampak menelisik kejanggalan yang dia temui akhir akhir ini
Apa mungkin ray mengkhianatiku???tapi aku tak punya bukti akan kecemasan yang menghantui pikiranku...Apa ini hanya rasa takut kehilangan yang berlebihan yang kumiliki padanya???entahlah tapi rasa dalam benakku sangat kuat ...oh tuhan apa yang harus aku lakukan...ungkap tisya yang merasa sangat gelisah
Disaat rasa gelisah yang mendera dia mencoba untuk menghubungi alex guna meminta saran yang tepat dari sang sahabat..
Sekali dua kai tidak ada respon dari sang empu disebrang sana...
Ketiga kalinya tisya mencoba menghubungi sang sahabat dan ternyata berhasil
“apa lagi sih sya kau mengganggu tidur nyenyakku saja!!!! Apa kau tak punya pekerjaan sehingga meneror ku siang dan malam hah!!!!” hardik alex dari sebrang sana
__ADS_1
“sialan kau lex,aku disini sedang kalut ingin meminta saran darimu tapi kau malah marah marah padaku!!! Mau kau kukuliti hidup hidup hah!!!” ujar tisya tak kalah sengitnya
“dasar kau tak punya sopan !!!sudah tau sekarang disini dini hari kau masih menelfonku dan malah meneriaki diriku!!!! Dimana kesopananmu padaku sya!!!” ujar alex
“oh ternyata sekarang kau mulai berani padaku ya!!! Lihat saja saat kau pulang ku cincang habis dagingmu hingga tak berbentuk!!!!” ujar tisya dengan nada kesalnya
“bwuahahahaha....kau masih sadis juga ternyata... kukira sifat sadis dan bengismu sudah hilang dan terganti oleh sikap BUCINMU itu” ujar alex dengn tertawa terbahak bahak
“ada apa sya??? Akhir akhir ini aku perhatikan kau selalu gundah saat menelfonku??? Apa ada yang mengganggu pikiranmu???” tanya alex lembut
“kau memang yang terbaik lex aku memang sedang diliputi rasa khawatir tidak jelas akhir akhir ini” ujar tisya
“apa yang mengganggu pikiranmu???”
__ADS_1
“ ini tentang Ray”
“Ray??? Kenapa dengannya???” tanya alex
“Aku merasa Ray memiliki wanita lain lex,sikap manisnya padaku seperti sebuah remasan yang mampu menghancurkanku kapan saja,aku takut dan sangat khawatir lex” ujar tisya mulai menceritakan keluh kesah dalam hatinya
“.....” alex hanya diam tak bisa menjawab hingga...
“mungkin itu hanya sebuah rasa khawatir tak beralasan sya, kau harus mengambil langkah tegas dalam hubunganmu dengan ray,,,katakan segala keluh kesahmu pada ray agar hatimu merasa tenang jangan terburu buru menyimpulkan apa yang belum tentu terjadi” ujar alex yang hanya bisa menenangkan sang wanita yang ia cintai... alex tak bisa memberitau tisya akan kebenaran tentang Ray.
“kau benar aku akan berbicara dengan ray besok, terimakasih lex dan selamat beristirahat” ujar tisya dan langsung mematikan teleponnya
“maafkan aku sya yang tak bisa jujur padamu,hanya dengan ini caraku untuk bisa melindungimu dan membuatmu terus tersenyum bahagia,maaf bukan maksudku untuk mengkhianatimu,tapi melihatmu terluka sama halnya membuatku tersiksa...”ujar alex sambil menatap foto tisya di layar ponselnya,Alex merasa bersalah dengan langkah yang dia ambil.Alex sangat ingin jujur pada tisya namun itu akan membuat tisya semakin terluka dan tidak berdaya...
__ADS_1