CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
KABUT DUKA


__ADS_3

Terasa seperti mimpi bagi Raynando yang kini tengah duduk menghadap peti sang ibunda dengan tatapan kosong.Tisya senantiasa Setia menemani sang suami yang berada dalam kabut duka akibat dari meninggalnya Rena yang memang terasa mendadak.


"Ini semua salah ku ma jika saja hiks...


jika saja aku tidak berkata jujur pada mama...mama pasti tidak akan shock dan serangan jantung hiks hiks" ujar Ray dalam hati yang menyesali perbuatannya.Namun tak dapat terucap oleh kata,hanya air mata yang mengalir mewakili setiap penyesalan dalam hatinya.


"Ray ayo kita antar mama ke peristirahatan terakhir nya" ujar tisya memberitahu Ray akan proses pemakaman Rena yang akan segera di laksanakan.


Ray hanya menatap tisya dengan berlinang air mata.Tisya mencoba membantu Ray berdiri dan membawanya menuju mobil. Peti jenazah Rena sendiri sudah di bawa ke dalam mobil jenazah guna di bawa ke peristirahatan terakhirnya.


15 menit mereka sampai di tempat pemakaman.Ray hanya bisa menatap nanar saat peti jenazah ibunya di keluarkan dari mobil jenazah,air mata tak hentinya menetes mengiringi kepergian sang mama.Saat peti jenazah itu akan di masukkan ke liang lahat Ray kembali histeris dengan memanggil nama sang ibunda.

__ADS_1


"Mamaaaaa jangan tinggalkan Ray maaaaa"teriak Ray sambil menangis tersedu-sedu.Melihat sang suami yang kembali histeris membuat tisya langsung saja membawa Ray untuk menjauh dari tempat pemakaman tersebut dengan di bantu oleh Alex.Ray yang masih meronta minta di lepaskan akhirnya di bius oleh Alex hingga detik berikutnya Ray kehilangan kesadaran.Disaat Ray pingsan tisya langsung saja membawanya untuk pulang kerumah duka.


"Alex Lo urus semua proses pemakaman disini, Gue bawa Ray untuk pulang terlebih dahulu ya" ujar tisya yang mendapat anggukan dari Alex


Tisya akhirnya membawa sang suami pulang guna untuk menenangkan sang suami yang memang sangat berduka atas meninggal sang mama.


Sesampainya di rumah tisya di bantu oleh anak buahnya membawa Ray kedalam kamar.Tisya duduk di tepi ranjang guna mengusap wajah serta rambut sang suami yang tengah tertidur lelap akibat obat penenang tersebut.


1 jam berlalu Ray sadar dari pengaruh obat bius nya.dia melihat sekeliling yang ternyata dia sudah berada di kamar pribadi miliknya dan Tisya.Ray mencoba mengerjabkan matanya beberapa kali dan berusaha untuk bangkit dari tidurnya.


"Kamu sudah siuman ternyata Ray " ujar tisya sambil melangkah dan membawa makanan serta minuman di nampan.

__ADS_1


Ray diam menatap wanita yang tengah menaruh nampan di nakas itu.Rasa bersalah hadir menyelimuti hatinya.


"maaf" gumam Ray lirih namun mampu di dengar oleh tisya.Tisya akhirnya mendekat dan memegang tangan Ray.


"ada apa sayank... kenapa kamu meminta maaf padaku???" tanya tisya.Ray hanya diam tak berani menatap netra sang istri.Ray kembali menangis dia sangat merasa bersalah pada tisya dan rena,kedua wanita yang sangat begitu tulus mencintainya telah dia lukai perasaan nya.


"Semua akan kembali baik baik saja sayank,Tenang lah,,,,,aku selalu bersamamu kamu tidak sendirian karena masih ada aku dan anak kita yang akan selalu menemanimu" papar tisya menenangkan hati Ray.


Mendengar ucapan tisya Ray langsung memeluk sang istri dengan erat.


"Maaf kan aku sya....aku sudah mengkhianati cinta tulus mu...." gumam Ray dalam hati yang tak mampu dia utarakan pada tisya secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2