
Sudah 5 hari terhitung Ray berada di kota ini seakan dia lupa jika memiliki keluarga,Hari harinya di isi dengan berjalan2 bersama Alice sang kekasih tercinta.
"Sayank Aku seneng banget bisa kembali bersama sama dengan mu" ujar Alice sambil bergelayut manja di lengan Ray.
" Aku juga sama dengan mu rasanya aku kembali menjadi Ray yang percaya diri"ujar Ray.
"Ray yang percaya diri?? Maksutnya ???bukanya selama ini kamu selalu percaya diri ya?"tanya Alice bingung
"Tidak aku yang sekarang bukan Ray yang seperti dulu lagi.Aku tidak memiliki rasa percaya diri lagi setelah aku bersama dengan tisya"ujar Ray sambil menatap langit langit kamar nya
"kenapa bisa begitu??? bukannya sekarang kamu semakin kaya??"ujar Alice membuat Ray menoleh kearah nya
" Ya aku memang semakin kaya,Tapi semua orang memandang ku rendah.Meski karirku kembali bersinar semua orang akan mengatakan semua itu karena dukungan tisya kerja kerasku tidak pernah di hargai lagi. Aku kaya karena tisya,Aku terkenal karena tisya dan aku sukses pun karena tisya.Semua orang mengenalku karena tisya,diriku seperti hanya menumpang tenar saja,banyak yang mengatakan aku hanya modal tampan" ujar Ray yang mengatakan segala keluh kesahnya.
"........" Alice hanya diam tak menjawab
" tapi saat bersamamu aku lebih percaya diri bahkan aku bisa lebih berani menghadapi dunia karena aku seperti berpijak pada kaki ku sendiri tidak ada embel embel tisya dalam pijakan ku" ujar Ray sambil merangkul Alice
"Apa tisya juga memperlakukanmu seperti yang mereka lakukan juga?" tanya Alice
"Tidak dia tidak memperlakukan ku seperti mereka,Dia mencintaiku dengan segenap hatinya aku bisa merasakannya,tapi terkadang dia memperlakukan ku seperti anak kecil tak jarang juga aku malu di buatnya" ujar Ray sambil tersenyum.
__ADS_1
" jadi begitu banyak kah kenangan indah bersama nya"ujar Alice sedih
"Lebih banyak kenangan ku bersama mu sayank karena aku dan Tisya sendiri di sibukkan oleh berbagai macam pekerjaan"papar Ray yang memang jarang bersama tisya.
"benarkah lalu bagaimana dia bisa hamil jika kalian jarang bersama???"ujar Alice
" kita bertemu saat malam hari saja wajar jika dia bisa hamil kan dia istriku"ujar Ray yang tidak sengaja menggores luka di hati sang pendengar.
" iya dia istri sah mu aku hanya simpanan mu"ujar Alice dalam benaknya berkata"sialan kamu Ray kamu mengingatkan ku atas status ku yang hanya tempat persinggahan mu saja"
"bukan begitu sayank aku mencintaimu sedangkan dengan tisya aku hanya ingin balas Budi saja" ujar Ray menenangkan Alice
"benarkah??? lalu adakah hal spesial yang tak bisa kamu lupakan dari tisya???"tanya Alice
"a..apa tisya masih gadis saat menikah dengan kamu??"tanya Alice kembali
" iya kenapa??" ujar Ray yang menatap bingung
"mustahil dia masih perawan " ujar Alice dalam hati
"tidak apa apa salut saja dengannya yang mampu menjaga keperawanan nya"ujar Alice
__ADS_1
"ya sudah kita tidur yuk "ujar Ray sambil memeluk Alice mereka akhirnya terlelap bersama
...************...
Di lain tempat Tisya sedang panik karena Rena yang sedang tak sadarkan diri akibat terpeleset di kamar mandi.
"Alex tolong gue"ujar tisya di sambungan teleponnya.Tanpa menunggu waktu dan bertanya Alex bergegas pergi ke mansion tisya
15 menit Alex langsung tiba rumah tampak sepi tapi terlihat tisya sedang berjalan cepat dengan langkah terseok Seok.
"kenapa queen" tanya alex
"Mama terpeleset di kamar mandi dia tidak sadarkan diri Lex tolong...."ujar tisya sedikit panik
"ok ok Lo tenang....lalu kemana semua orang" ujar Alex
"mereka tadi gue suruh bersihin markas,jadi gak ada orang"papar tisya
"gila Lo lagi bunting butuh penjagaan queen " gerutu alex
"udah ngomelnya nanti aja tolongin mama cepetan" ujar tisya.
__ADS_1
Akhirnya mereka membawa Rena kerumah sakit.Tisya berusaha menghubungi sang suami tapi tidak ada jawaban dari sang suami.