
Ray langsungtanpa menghiraukan kata kata Alex tadi,dia langsung menuju ruang ganti baju khusus pengunjung ICU untuk menjaga ke sterillan ruangan.Ray masuk kedalam guna bertemu sang ibunda tercinta.
"mah..." panggil Ray sambil mengusap kulit tangan Rena. Rena yang mendapat usapan lembut itu pun langsung membuka kedua mata nya
"R-Ray...."Sapa Rena lemah sambil tersenyum.
"iya mah Ray datang maafkan Ray ma yang gak bisa jaga mama"ujar Ray sedih melihat sang ibu tengah terbaring tidak berdaya di ranjang pasien.
"Ti-dak sa-yank ma-ma baik-baik saja..." ujar Rena terbata bata,melihat wanita yang melahirkan nya lemah dan sakit membuat Ray menitihkan air matanya tidak tega melihatnya
__ADS_1
"R-ray...."ujar Rena sambil menggenggam tangan sang putra."Ma-ma minta padamu untuk jangan pernah bermain api di belakang istrimu,jangan pernah menyinggungnya sayank karena dia gadis yang baik.... kau harus menjaga serta menyayanginya dengan sepenuh hati mu,jangan tinggalkan dia demi masa lalu mu" ujar Rena melanjutkan kata katanya.
"apa maksud mama?" Ray bingung dengan kata kata sang ibu.
" mamah tau kamu masih belum bisa melupakan masa lalu mu nak,kemarin mama tidak sengaja melihat foto Alice dalam laci meja kerja mu"ungkapan Rena membuat Ray terkejut bukan main.
"tapi..."Ray ingin menjelaskan tapi di sela oleh Rena
Bukan tanpa sebab Rena memperingatkan Ray .Rena takut putranya dalam bahaya apalagi setelah dia tau sebuah fakta bahwa sang menantu adalah leader mafia.
__ADS_1
Flash back on
Sore itu saat Rena tanpa sengaja menemukan sebuah kunci di bawah meja makan dia bertanya dalam hati "kunci siapa ini" dia ingin bertanya pada sang menantu tapi ternyata sang menantu pergi entah kemana.Akhirnya kunci tersebut di simpan di dalam saku oleh Rena.
Saat ini Rena berencana bersantai di taman belakang untuk menikmati hamparan bunga mawar dan di temani secangkir teh hangat mungkin akan sangat nikmat.Pada saat dia berjalan menuju taman belakang dia melewati sebuah paviliun yang memang selama ini dia juga penasaran dengan isi dari dalam paviliun tersebut. Hingga pada akhirnya dia memberanikan diri membuka pintu itu tapi pintunya terkunci dan dia ingat kunci yang dia temukan tadi "apa mungkin kunci yang tadi itu kunci pintu ini???"dalam benaknya bertanya "ah di coba dulu aja lah".Rena akhirnya mencoba kecocokan kunci tersebut dan Ternyata benar kunci tadi adalah kunci dari pintu paviliun itu.
Dengan hati hati Rena membuka pintunya sembari masuk ke dalam ruangan paviliun tersebut namun tak ada yang mencurigakan hanya ruangan kosong yang terdapat sebuah rak buku.Rena mendekati rak tersebut dan mencoba mengambil salah satu buku,namun tanpa ia duga buku yang di sentuh malah dapat membelah dinding yang berada di sebelah rak tersebut.Rena terkejut berusaha untuk tetap tenang dia mendekati tembok yang terbelah itu dia tidak percaya bahwasanya di balik tembok itu ada sebuah lorong yang menuju sebuah ruangan.
Dengan takut dia berjalan melewati lorong itu dan sampai di sebuah ruangan,Rena terkejut dengan apa yang matanya lihat sebuah ruangan penuh dengan senjata api lengkap dan organ manusia tertata rapi dalam sebuah lemari kaca dengan rasa takut yang ia rasakan dia mendekati organ manusia yang ia kira adalah replika namun saat dia pegang organ itu asli membuat Rena takut teramat sangat dan tanpa dia sengaja menabrak sebuah meja yang terdapat bingkai nama yang bertuliskan PIMPINAN DARK QUEEN dan sebuah foto yang menampilkan sang menantu tengah duduk di bersilang kaki di sebuah kursi mirip singgasana sambil memegang pedang dan di bawahnya terdapat 4 buah kepala manusia yang sudah di penggal.Rena langsung shock dengan semua yang baru saja dia ketahui.
__ADS_1
"Ja-Jadi selama ini menantu ku adalah seorang Leader Mafia yang terkenal kejam itu?? Jadi pimpinan D.Q.yang sangat di takuti itu adalah Tisya menantuku" gumam Rena tak percaya sambil menutup mulutnya dengan menggunakan satu tangannya,Tanpa pikir panjang lagi Rena langsung pergi meninggalkan ruangan itu.
Flash back off