
Tiga hari berlalu tisya tak menemukan tanda tanda sang suami berselingkuh.Namun naluri seorang istri tidak bisa di bohongi,dia masih berusaha mencari bukti tentang suaminya.
"Bagaimana apakah kalian menemukan sesuatu???" tanya tisya dari sambungan telepon nya.
".............."
"Bodoh tidak berguna kalian semua" ujar tisya sambil menutup telponnya.
Tisya berusaha memutar otak cerdasnya untuk mendapatkan ide yang tepat guna menyelidiki sang suami.Saat otaknya masih loading tisya di kagetkan oleh Alex yang masuk tanpa mengetuk pintu ruangannya.
"Bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk"kesal tisya.Alex hanya mengedipkan bahunya tanpa tidak peduli.
"kau kenapa marah marah queen hanya karena aku tidak mengetuk pintu kah????atau karena hal lain??"ujar Alex sembari duduk di hadapan tisya
"Aku merasa Ray menyembunyikan sesuatu dari ku..."ujar tisya.
'Deg'
Jantung Alex seolah bertalu mendengar ucapan tisya
__ADS_1
"Apa tisya menemukan sebuah bukti akan perselingkuhan Ray???" Alex bertanya tanya dalam hatinya.
"Hmmmm maksud mu apa queen??" tanya Alex
" Aku punya firasat kalau Ray punya wanita lain di luar sana" ujar tisya.
"Ahh (tersenyum kecut) itu hanya perasaan mu saja mungkin queen efek bumil jadi sensitif" ujar Alex menenangkan perasan tisya.
"mungkin juga sih" ujar tisya membenarkan ucapan Alex.Hening menyelimuti mereka berdua yang saling menyelami pikiran masing masing.
"Tapi,,,,andaikan ini andaikan ya queen Ray benar benar berselingkuh apa yang akan kamu lakukan??" Alex membuka suara bertanya pada tisya.
"Jika Ray terbukti selingkuh maka aku akan membunuhnya..." ujar tisya mantap membuat Alex terbelalak mendengarnya.
"kau be-..." ucap Alex terputus
"Dan juga membunuh diriku sendiri agar kita bisa mati bersama,sesuai dengan janji ku padanya" ucap tisya melanjutkan kata katanya dan memotong ucapan Alex
Nyali Alex menciut seketika saat mendengar lanjutan kata tisya awalnya dia akan memberitahu akan kebenaran Ray yang menyelingkuhi tisya namun hal itu di urungkan,mana mungkin Alex tega melihat wanita yang dia cintai mati bunuh diri.
__ADS_1
"Kau tadi mau bicara apa Lex" tanya tisya
"Ti-Tidak ada hehehe" ujar Alex
"Aku kembali ke ruangan dulu queen"Alex langsung pamit dari hadapan tisya.
Setelah meninggalkan ruangan tisya Alex bergegas masuk keruangan nya sendiri tidak lupa dia menutup pintunya. Alex menyandarkan kepalanya di daun pintu dia menerawang menatap langit langit ruangan kantor.
"Sungguh sebesar itukah rasa cintamu pada Ray sya??"gumam Alex
"Tidak adakah aku dalam hatimu walau sedikit saja??" gumam Alex kembali
Alex meratapi nasib nya yang memang tidak bisa dekat dengan tisya meski mereka selalu bersama namun Alex benar benar tidak bisa meraih hati seorang Tisya.Cinta dan hidupnya di serahkan pada Raynando seorang.
"Sungguh bodoh Ray yang tak bisa melihat ketulusan hati Dan cintamu padanya sya" gumam Alex yang tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya,hatinya terasa sakit melihat ketulusan cinta tisya.Dia tidak mampu membayangkan betapa hancurnya hati tisya saat mengetahui fakta pengkhianatan sang suami.
Alex mengusap lelehan air matanya lalu merogoh ponsel dalam saku celananya,dia mendial sebuah nomor yang tertera dalam ponsel nya
"Hilangkan semua bukti perselingkuhan Raynando, Blok semua informasi tentang perselingkuhannya,lakukan semua perintahku dengan cepat dan teliti" ucap Alex langsung mematikan telepon nya.
__ADS_1
"Bukannya aku ingin membantumu Ray tapi semua ini aku lakukan untuk menjaga Tisya,Aku tak ingin dia terluka karena perbuatan nista mu,Aku hanya ingin melindungi wanita yang aku cintai dengan caraku sendiri"gumam Alex lalu melangkah menuju meja kerjanya.