CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
KABAR DUKA BARU


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu semenjak meninggalnya Rico,suasana masih berduka Ray setiap hari harus bolak balik ke rumah sang ibu lalu pulang ke mansion milik tisya.


"Sayank apa kamu tidak kerumah mama hari ini?" tanya tisya


" Hari ini mungkin aku akan kesana agak sore kerena aku harus meninjau lokasi pembangunan Apartemen distrik D" ujar Ray


" kalau begitu kita berangkat bersama saja aku hari ini juga akan ke kantor" ujar tisya


" baiklah lagi pula jarak antara kantor kamu juga dekat dengan pembangunan apartemen nya"ujar Ray sambil tersenyum.


Setelah selesai sarapan dan bersiap merekapun berangkat,Ray mengantar sang istri ke kantor terlebih dahulu.


" Hati hati saat bekerja,kurangi stress,dan kontrol emosi ya sayank ingat kamu lagi hamil" titah Ray


" iya sayank pasti aku akan lebih hati hati untuk menjaga buah hati kita"ujar tisya menenangkan


Cup...cup...cup


Ray mengecup bibir sang istri berkali kali membuat tisya terkekeh geli akibat kelakuan manis sang suami.Setelah keluar mobil tisya langsung bergegas masuk ke kantornya ia lekas masuk ke lift guna langsung menuju ruangan sang assisten.


Tanpa mengetuk pintu tisya langsung menendang pintu tersebut hal itu sontak mengejutkan penghuni ruangan.

__ADS_1


" Si*lan kau Lex" maki tisya sembari melangkah mendekati Alex yang tengah duduk di kursi nya,tanpa ba-bi-bu tisya langsung mencekik leher Alex membuat Alex yang tengah duduk menjadi berdiri.


" katakan dimana kau sembunyikan ayah mertua ku?" tanya tisya sambil semakin mencengkram kuat leher Alex.


" le-lepp-passs" ujar Alex tersengal,Tisya pun langsung melepas cekikkan nya,Hal itu membuat Alex terbatuk batuk


"uhuk....uhuk..uhuukkk...Gila Lo ya Lo mau bunuh gue huh...huh..huh...." Alex meraup udara sebanyak banyaknya


" Dimana ayah mertua gue cepet katakan" ujar tisya kembali menanyakan keberadaan Rico


"Di Alam baka puas Lo" ujar Alex


" Lo gak usah kibul gue tau ayah mertua gue selamat,sekarang cepat dimana ayah mertua gue Lo sembunyikan " tanya tisya sekali lagi.


" Gak mungkin" tisya tidak percaya.


" itu mungkin sya karena lukanya sangat fatal"


FLASH BACK ON


Tringg....Tringgg.....Triiiiingggggg......

__ADS_1


"Sialan ganggu aja sih " dering ponsel yang mengganggu tidur nyenyak Alex.


" Hello "jawab Alex


"....."


"Ada apa sih?" tanya Alex


"......"


"ok ok gue kesana sekarang " ujar Alex yang langsung tergopoh-gopoh turun dari ranjang,Dia berlari dan langsung menyambar kunci mobil dan segera meluncur ke rumah sang penelfon.


Sesampainya di rumah yang di tuju dia langsung saja masuk kedalam rumah dan menuju ruang belajar.Alex langsung berlari menuju dinding dan mengeluarkan sebuah kartu untuk di gesek di celah buku yang ternyata ada sebuah kunci rahasia.Tiba tiba dinding terbelah menjadi dua dan memperlihatkan sebuah ruangan yang berisi beberapa orang berjubah putih tengah sibuk menangani seorang pria yang tengah berjuang di ambang hidup dan mati.


"Robert bagaimana???" tanya Alex


" buruk Lex,Keadaannya semakin memburuk dia....."belum sempat menjelaskan seorang perawat memanggil


"Dokter detak jantung pasien berhenti!!!!!" seru seorang perawat tersebut


"Siapkan AED(automated external defibrillator)" ujar Robert dan bergegas menghampiri pasien.(AED atau yang lebih di kenal dengan defibrillator alat yang di gunakan untuk pasien henti jantung dan untuk menganalisis irama jantung)

__ADS_1


Alex terlihat gusar dengan keadaan Rico dia hanya bisa mondar mandir tidak jelas.Selang beberapa saat kemudian dia menatap Robert yang juga menatapnya.Robert hanya bisa menggelengkan kepala yang artinya Rico tak dapat di selamatkan lagi.Alex terlihat menunduk dan hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi.


FLASH BACK OFF


__ADS_2