CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
PAMIT


__ADS_3

Satu Minggu sudah berlalu,namun suasana duka masih menyelimuti hati seorang Raynando.Tisya sebisa mungkin menghibur sang suami dengan mengajaknya jalan ataupun bercanda Tapi tetap saja Ray masih murung dan kadang saat malam hari Ray masih menangisi kepergian sang ibunda,seperti malam ini Ray menangis di pangkuan sang istri.


"hiks...... hiks .......hiks" Isak tangis Ray terdengar memilukan


"Sudahlah sayank ikhlas mama,jika kamu sedih aku dan anak mu juga akan sedih..." ujar tisya


"Apa kamu tau sya aku sangat menyesali semua perbuatan ku" ujar Ray dengan perasaan bersalah nya.


"Mungkin dengan kau mau cerita padaku hati mu akan terasa lebih ringan,Cerita lah aku siap mendengarkan " kata tisya memberikan solusi pada Ray untuk bercerita padanya.Ray tampak berfikir dia sangat takut jika nanti dia jujur akan membuat kondisi tisya dawn karena shock,Ray juga memikirkan kondisi janin dalam kandungan tisya takutnya jika sang ibu shock akan berdampak buruk bagi buah hatinya.Akhirnya Ray memilih diam dan mengalihkan pembicaraan.


"mungkin aku hanya belum bisa menerima kenyataan saja sayank tak perlu di pikirkan, aku akan mencoba ikhlas,,,,apa kamu sudah minum susu???" ujar Ray yang mengalihkan pembicaraan


"Belum" ujar tisya singkat


"aku akan buatkan sebentar ya sayank" ujar Ray lalu beranjak menuju dapur.


Tisya hanya menatap nanar sang suami " apa yang sebenarnya kau sembunyikan dari ku mengapa kau tak mau bercerita pada ku akan perasaan yang kini membelenggu hatimu" gumam tisya dalam hatinya.Tisya tampak sedikit kecewa akan sikap sang suami yang tak ingin berbagi perasaan dengan nya.

__ADS_1


Ray tau mungkin saat ini istri nya sedang kecewa pada sikapnya,tapi lebih baik begini dari pada dia cerita menambah rasa kecewa dan luka dalam hati tisya.Saat Ray menuju dapur dia di kejutkan dengan dering ponsel yang mengganggu indra pendengarannya.


"Ya" ujar Ray mengangkat telepon nya


"Ray ini aku" sapa dari seberang sana yang ternyata suara seorang wanita dan Ray sangat kenal dengan suaranya.


"Alice,kenapa kamu menghubungiku melalui nomer ini" ujar Ray sedikit panik


"aku sudah menghubungi mu berkali2 melalui nomer private kita tapi tidak ada jawaban aku khawatir padamu"jelas Alice


" Aku baik baik saja lusa aku akan kesana tapi setelah semua pekerjaan disini beres" ujar Ray.


"iya Terimakasih ,jaga kesehatan mu disana ya ,aku tutup dulu" ujar Ray dan langsung menutup teleponnya.


"telfon dari siapa sayank???" suara tisya membuat Ray terlonjak kaget.Dengan suara yang terbata dan gugup Ray menjawab


"D-darii rekan kerja,ya rekan kerja hehe" ujar Ray sambil tersenyum.Mendengar hal itu membuat tisya memicing melihat tingkah aneh sang suami.

__ADS_1


"Kau tidak macam macam kan sayank?" selidik tisya.


"Deg"jantung Ray seakan berhenti mendengar ucapan sang istri yang memang tepat sasaran dia memang sedang macam macam saat ini


"Ti-Tidak sayank" ujar Ray terbata dan semakin gugup.


"Lalu mengapa kau gugup begitu"ujar tisya semakin menyelidik


"Ah sudah lah sayank kamu ini curiga amat sama suami" ujar Ray mulai mengontrol rasa gugup dan cemas dalam dirinya.


"sikap kamu yang membuatku curiga" ujar tisya santai


"Mana berani aku macam macam,apa aku terlihat seperti lelaki macam begitu?" ujar Ray sambil merangkul sang istri


"Syukurlah jika kamu tidak macam macam karena jika kamu mengkhianati ku,aku tidak akan segan untuk menghabisi mu " ujar tisya santai sambil melangkah meninggalkan Ray.


Mendengar ucapan tisya membuat Ray menelan ludahnya dengan kasar,Lalu berjalan menyusul sang istri.

__ADS_1


"Hahaha mana mungkin kamu tega menghabisi ku sayank,bukankah kau sangat mencintaiku" ujar Ray sambil tertawa seolah kata kata tisya hanyalah sebuah lelucon.


"Ya aku memang sangat mencintaimu tapi terkadang cinta juga bisa mengkhianati,Jadi aku harus berhati-hati dalam urusan cinta bukan" ujar tisya santai tapi juga menusuk relung hati Ray.


__ADS_2