
Sudah 4 hari lamanya Ray berada di rumah sakit dan hari ini adalah hari di bukanya perban Ray pasca operasi.Tisya,Rena,dan Rico sudah menemani Ray sejak pagi,selama 3 hari terakhir mereka secara bergantian menjaga Ray tapi meski sering bergantian menjaga tisya selalu setia menjenguk Ray.Ya ke bucinan tisya semakin menjadi.
"Ray apa kamu gugup"tanya tisya.
"tentu sya aku gugup sekali sya sebentar lagi aku akan bisa melihat cahaya kembali" ujar Ray dengan tersenyum lembut.
"Tenang lah sayang sebentar lagi dokter akan datang " sambil terus memegang tangan ray.hal tersebut sudah menjadi pemandangan biasa bagi kedua orang tua Ray.Sebagai orang tua Rico dan Rena memberikan kebebasan pada Ray untuk memilih pasangan dan mereka merasa bersyukur atas kehadiran tisya yang tidak hanya memberikan cinta tapi juga memberikan cahaya baru bagi Ray.
Sekitar 25 menit mereka menunggu kedatangan dr.robert untuk membuka perban Ray,hingga akhirnya manusia yang di tunggu tunggu datang juga.Robert menyadari keterlambatan nya maka dari itu dia tidak berani menatap mata tisya karena sudah pasti dia akan mendapatkan tatapan tajam yang menusuk hatinya.Tisya yang menyadari Robert yang menghindari tatapannya membuat tisya geram dan ingin mencabik Robert.
__ADS_1
"Mohon maaf saya terlambat tadi ada sedikit kendala"ujar Robert meminta maaf dan mendapat anggukan dari semua orang kecuali tisya.
"mari langsung saja" Robert melangkah di ikuti perawat wanita mendekati Ray yang berada di brangkar pasien,Sebelum melakukan tindakan ia memasang sarung tangan karet (handscoon) guna menjaga kesterilan tindakan, dengan hati hati ia memotong kasa bagian belakang kepala Ray dan menggulungnya hingga menyisakan kasa penutup kedua mata,berlahan Robert menggambil kasa tersebut dan meletakkannya pada bengkok(alat medis).Setelah semua kassa penutup matanya di ambil/diamankan Robert memberi instruksi untuk membuka perlahan mata itu.
"Buka lah matamu secara berlahan"perintah robert.Dan secara perlahan Ray membuka matanya.
"dokter kenapa masih buram dan perih" kata Ray dan memejamkan matanya lagi.
jawab Robert.dengan berlahan Ray membuka matanya lagi.Setelah beberapa kali mengedipkan mata untuk menyesuaikan dengan cahaya sekitar Ray akhirnya melihat dengan jelas.
__ADS_1
"ma aku bisa melihat ma"kata Ray pada rena.melihat hal itu Rena sangat bersyukur dan menangis bahagia.ray beralih melihat Rico.Namun kebahagiaan Rico seakan sirna setelah melihat warna bola mata itu seakan mengingatkan nya pada sang adik.Rico benar benar tidak tau keadaan adiknya sekarang ingin sekali dia mencari dan berkata "aku sudah memaafkan mu" tapi itu hanya angan angan Rico.
"pa..." panggil Ray membuyarkan lamunan Rico
" papa kenapa?" sambung Ray
"Mata kamu mengingatkan papa pada pamanmu nak" jawab Rico jujur.Penyataan. Rico membuat dua orang yang disana terkejut dan berusaha menelan salivanya sendiri untuk menghilangkan kegugupannya.Rena yang menyadari kegundahan hati sang suami berusaha menghiburnya.
"Tenanglah mas kita bisa mengunjungi kediaman nya jika kau merindukan nya" ujar Rena .kata kata Rena mendapat anggukan dari sang suami.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari tisya menyunggingkan senyuman kecil dan bahkan tidak bisa mereka lihat,dalam benaknya " Maafkan aku ayah mertua tapi aku tidak sengaja membunuh dan mengambil paksa mata dari adikmu yang tidak tau diri itu hahaha".
Bagaimanakah perasaan Rico jika tau sang adik telah di bunuh oleh calon menantunya ???