
Saat ini mereka telah mendarat kembali di edinburgh skotlandia,terlihat Ray sedang menggendong baby ester.Ray tidak memperbolehkan tisya menyentuh baby ester barang sedetik pun hal itu di karenakan dia sedang marah dan emosi saat ini
"Kau masih marah padaku sayank???" tanya tisya
"Cih pakai nanya lagi udah tau dari kemarin aku hanya diam" ujar Ray dalam hati
Tidak ada sahutan sama sekali dari Ray hal itu membuat tisya sedikit kesal.Apa lagi saat ini banyak pasang mata yang menatap Ray lapar seolah ingin segera menerkam.
"kau sangat populer rupanya" dalam hati tisya
Sedetik kemudian tisya mulai mencari gara gara agar Ray ter pancing olehnya.Dengan suara yang di buat buat tisya membisikkan kata yang membuat ray terperanjat
"jika kau tetap diam membisu aku akan membunuh dan mencongkel mata semua wanita yang memandangmu memuja saat ini juga sayank" bisik tisya tepat di telinga ray
Ray langsung mendelik kearah tisya
"Kau tak akan berani" ujar Ray sedikit berbisik
"aku mantan mafia mengapa harus takut,Kau mau bukti???" ujar tisya sedikit menggoda Ray
"TIDAK" teriak Ray membuat semua orang menoleh kearah mereka.
Tisya tersenyum puas sedangkan Ray tersenyum kikuk.Ray semakin kesal dibuatnya dia langsung menarik tangan tisya untuk segera menjauh
"hahaha kau kenapa sayank,kenapa muka tampanmu kau tekuk begitu????" ujar tisya sambil tertawa terbahak bahak
"puas kau sudah membuatku malu" ujar ray dengan nada kesalnya
__ADS_1
" belum sayank...aku masih ingin melihat ekspresi horormu itu....hahaha itu sangat menyenangkan" ujar tisya
Ray membungkam mulut tisya dengan tangannya karena kesal
"Kau memang sangat menjengkelkan" ujar Ray
" maaf sayank sekarang jangan marah lagi ya please" ujar tisya
" ya baik lah asal kau mau menuruti keinginan ku"ujar ray
"Apa???" tanya tisya
"nanti saja setelah kita berada di mansion aku akan memberitahumu" ujar ray
" baiklah " ujar tisya
Setelah mereka tiba di mansion Ray langsung membawa baby ester kedalam kamar tidurnya dia tau kalau baby ester dari tadi merasa tidak nyaman berada dalam gendongannya.
"necy bawa baby ester kemaranya" ujar ray memanggil babysitter
"Baik tuan" sahut sang baby sitter
"sekarang ayo kita kekamar" ujar ray sambil menarik tangan milik tisya
sesampainya di dalam kamar pribadi mereka...
"Apa permintaan kamu ray??" tanya tisya
__ADS_1
"Aku ingin membuatkan baby ester seorang adik hahaha" ujar Ray sambil tertawa
"Apa????" tanya tisya tak percaya
"Kenapa sayank bukankah kita sudah lama tidak melakukannya,sekarang ayo kita lakukan" ujar Ray sambil menarik pinggang ramping sang istri
Tisya hanya bisa pasrah dengan gelora sang suami.Ray mulai melakukan aktivitas nya sebagai seorang suami dia menc*um dan membel*i setiap jengkal tubuh sang istri
Suara des*h*n mulai terdengar,Alunan suara suara aneh dan decitan ranjang mulai mengisi seluruh ruangan,keringat mulai bercucuran dari keduanya,nafas yang mulai memburu mengiringi setiap gerakan yang mereka ciptakan
"Ohh sayank kamu masih sempit" ujar ray di sela sela des*h*nnya
"Kamu terlalu kuat Ray" ujar tisya tampak kuwalahan menghadapi sang suami
"Aku terlalu semangat sayank sungguh ini luar biasa" Ujar ray yang mulai bertingkah gila
"Aku akan keluar sayank" ujar ray
Hentakan yang ray berikan semakin membuat tisya merasa gila dia bagai melayang layang ke angkasa
Setelah memuntahkan semua lahar nya Ray ambruk diatas tubuh sang istri dia sangat bahagia dan terpuaskan.
"Aku akan membuatmu mengandung kembali sayank,agar tidak ada seorangpun yang berani merebutmu dariku" ujar ray dalam hati
Sebenarnya dia mengamati setiap lelaki yang menatap sang istri dengan tatapan terpesona dan menggairahkan,sejak saat itulah ray bertekad untuk mengikat tisya dengan darah dagingnya kembali dia tidak ingin tisya pergi meninggalkannya....
Lalu bagaimanakah dengan Alice??? akankah dia tetap menjadi seorang simpanan????
__ADS_1