Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
kecemburuan Dimas


__ADS_3

"aku memang sudah jatuh cinta kepada mu, dari pertama aku bertemu dengan mu di hamparan kebun teh saat itu, kita saat itu masih kecil. kau menangis sendiri an lalu aku menghibur mu. saat itu juga aku berdoa semoga saja kita berjodoh suatu saat nanti, ternyata takdir memang indah, kita di pertemukan kembali " batin dimas


Setelah kejadian tadi malam saat Dimas menghantar zahra pulang, zahra sedikit gelisah memikirkan tentang perjodohan nya nanti . sampai akhirnya dia lelah lalu terlelap sampai matahari terbit.


matahari mulai memunculkan sinar nya, burung-burung mulai berkicau. Bunga- bunga mulai bermekaran.


zahra pun mulai membuka matanya, menatap langit-langit atap kamarnya dan melirik jam Beker yang ada di nakas samping ranjang nya.


" selamat pagi dunia" gumamnya


lalu dia melangkah kan kaki nya ke kamar mandi, membersihkan tubuh nya, setelah selesai dia pun memakai seragam sekolah nya.


sebelum turun untuk makan dia pun mengambil air wudhu untuk sholat subuh.


Zahra turun menuju ruang makan keluarga nya , dimana disana sudah ada mama dan papa nya yg sudah menunggu nya.


"selamat pagi ma,pa" ucap zahra sambil jalan mendekat ke arah meja makan lalu duduk di samping mama dan papanya.


"selamat pagi juga sayang" jawab farhan dan lina kompak


" ra nanti kamu ujian 2 minggu lagi kan nak?" tanya farhan


" iya pa" jawab zahra yang sambil memakan roti selai kesukaan nya


" Berarti besok malam acara lamaran kamu sama dimas nak, kamu harus siap-siap mulai sekarang" kata farhan


" lho pa emang keluarga sanjaya sudah menentukan tanggal nya?" tanya Lina


" ya mereka sudah mengatakan nya tadi malam" jawab farhan


" Zahra sudah selesai sarapan ma,pa" sahut Zahra


" kalo emang besok malam acaranya, zahra insyaallah siap ma,pa. kalo emang ini yang terbaik buat zahra, zahra terima semua nya" sambung nya


" anak pinter, zahra kamu tahu? mama sama papa mau kamu bahagia, kamu itu anak satu-satunya,mama sama papa sangat menyayangi mu nak" sahut lina dengan mata berkaca- kaca .


" yaa udah ma,pa Zahra berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum" ucap zahra sambil beranjak dari tempat duduk nya lalu mencium tangan mama dan papa nya.


*Di rumah keluarga sanjaya


" Selamat pagi mi,pi" sapa dimas sambil menuruni anak tangga lalu duduk di meja makan bergabung sama mami dan papinya juga Rama.


" selamat pagi brother" sahut Rama


" aaiissh lu udh dateng aja kesini" kata Dimas


" gak seneng bgt si bro" jwb rama


" kalian udah gede masih aja berantem " kata arini yang tertawa melihat ke dua anak nya itu


" Dim besok malam acara lamaran nya, jadi besok kamu gak usah ke sekolah" kata sanjaya

__ADS_1


"lho pi kok dimajuin si" jawab dimas


"gue penasaran nih sama calon adik ipar gue, cantik ga dim" sahut rama


" cantikk dong calon menantu mami gitu" jawab arini dengan bangga


" Dimas udah selesai mi,pi . dimas berangkat dulu ya assalamualaikum" ucap dimas yang sudah melenggang pergi meninggalkan meja makan


"ya udh papi sama rama jg pamit ya mi, assalamualaikum" sahut sanjaya yang sudah berjalan keluar dan diikuti rama di belakang nya


.


.


.


Di sekolah sandra dan nisa yang dr pagi sudah dtang sedang menunggu zahra datang .


kebetulan reza,vino dan fadil yang baru sampai pun menghampiri kedua gadis itu


" selamat pagi bidadari ku" ucap vino si cowok rese yang suka gombalin nisa


"bidadari dr hongkong" sahut nisa dengan ketus


"pagi-pagi gak boleh jutek beb" sahut vino


" kalian jodoh deh, kerjaan nya berantem mulu .cocok 100% " sahut sandra


" belum datang,kita aja lagi nungguin tuh anak" jawab nisa


selang beberapa menit akhirnya zahra datang


"selamat pagi semua" sapa nya dengan senyum yang termanis yang dimiliki nya.


"Yampun manisnya, bikin gue diabetes sumpah ra" ucap reza


" bisa aja kamu za" jawab zahra


" udah yuk masuk kelas,bntar lagi bel masuk nih" ajak nisa dan Sandra


saat mereka berjalan melewati koridor sekolah dan menuju kelas mereka, Dimas yang tidak sengaja melihat zahra berjalan beriringan dengan reza sedikit kesal .


"zahra" panggilnya yang mengejutkan zahra dan teman-teman nya.


zahra pun sontak langsung menengok ke sumber suara yang memanggil nya


" zahra kamu ikut saya ke ruangan saya,sekarang!" perintah dimas lalu pergi meninggal kan murid-muridnya itu


" kenapa tuh pak dimas ra, lu gak nglakuin kesalahan kan?" tanya sandra


" iya ra,kamu ada masalah apa?" tanya nisaa

__ADS_1


"enatah" jawab Zahra sambil menggerakn bahu nya lalu pergi meninggalkan sahabat-sahabat nya menuju ruangan dimas


zahra pun masuk keruangan dimas dengan sedikit ragu dan takut.


"ada apa yaa" gumamnya


kleeekkkk


suara pintu ruangan dimas terbuka.


Zahrapun masuk dan melihat dimas yang sedang sibuk mengecek buku-buku tugas muridnya.


" Ada pak manggil saya?" tanya zahra


" Duduk" perintah dimas


lalu zahrapun duduk di depan dimas , sudaj lebih 15 menit dia hanya di diam tanpa ada pembicaraan di antara mereka.


" pak klo saya di panggil kesini cuma buat liatin bapak bekerja ,lebih baik saya kembali ke kelas " ucap zahra yang sudah berdiri dari tempat duduknya, saat hendak pergi tiba-tiba tangan nya di tarik dimas


" suruh siapa pergi" kata dimas yang sudah berdiri di belakang Zahra, zahra berbalik mengahadap dimas, tanpa senagaj mata nya bertemu dengan mata dimas dan seperkian detik mata mereka beradu pandang.


zahra yang sudah tak karuan pun memalingkan wajah nya .


" kamu tahu saya panggil kesini kenapa?" tanya nya


" tidak pak" jawab zahra


" saya ga suka liat kamu tertawa dengan laki-laki lain" tutur dimas kembali


" Dia teman saya, apa masalahnya" sahut zahra


" masa bodo dia mau teman mu atau bukan,intinya saya tidak suka" kata dimas


" apa bapak cemburu?" tanya zahra yang sudah berani menatap dimas


" jangan ke PD an, saya tidak cemburu" jwab dimas


" masa?" tanya Zahra kembali


" kamu itu calon istri saya,jadi gak sepantas nya tertawa sperti itu bersama laki-laki lain , paham!" jawab dimas yang semakin mendekat kan wajahnya


" jauhkan wajahmu" ucap zahra sambil mendorong tubuh dimas agar sedikit menjauh


"ingat kamu harus menjaga sikap mu, kamu itu calon menantu dr keluarga Sanjaya, kamu tidak boleh se enaknya berjalan dengan laki-laki lain" ucap dimas


" oke oke, aku mengerti intinya Seorang Dimas sanjaya sekarang sedang cemburu, bilang aja kamu cemburu susah amat" jawab zahra


" iya aku cemburu, melihat calon istri ku tertawa berama laki-laki lain, sedangkan bersama ku dia hanya diam dan berbicara seperlunya saja" kata dimas


" kamu boleh saja cemburu, itu artinya kamu sudah mulai jatuh cinta kepada ku, Aku senang mendengar nya. Terimakasih" ucap zahra yang berjalan mendekat ke arah dimas lalu memeluk singkat tubuh dimas dan melepaskan nya lalu dia langsung berlari keluar dari ruangan dimas

__ADS_1


"aku memang sudah jatuh cinta kepada mu, dari pertama aku bertemu dengan mu di hamparan kebun teh saat itu, kita saat itu masih kecil. kau menangis sendiri an lalu aku menghibur mu. saat itu juga aku berdoa semoga saja kita berjodoh suatu saat nanti, ternyata takdir memang indah, kita di pertemukan kembali " batin dimas


__ADS_2