Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 53


__ADS_3

Faina sampai dikamarnya dan langsung jatuh kelantai kamarnya itu setelah mengunci dahulu pintu kamarnya itu.


"Za,,,"ujar lirih Faina sambil mengingat kejadian dirumah sakit tadi.


Faina mengusap perutnya dan menghapus air matanya yang keluar dari matanya, Faina jalan Kedinding kamarnya yang terpasang foto pernikahan dirinya dan Reza, Faina mengusap foto itu, lebih tepatnya mengusap foto Reza yang berada disampingnya saat itu.


"Aku tidak menyangka Za, waktu kita foto ini kamu dan aku belum saling mencintai, bahkan kamu tidak menganggap ku, tapi beberapa bulan yang lalu kamu memperlakukan aku layaknya seorang putri raja namun sekarang kamu jatuhkan aku dan memperlakukan aku seperti orang yang berbahaya jika berada di dekatmu"ujar Faina dengan air mata yang deras keluar dari matanya.


Sedangkan ditempat lain.


"Reza kamu begitu jahat sama Faina, ini balasan kamu atas cinta tulus yang diberikannya"ujar nyonya Tasya mengingat bagaimana air matanya Faina jatuh tadi dan bagaimana tersiksanya Faina saat Reza belum sadarkan diri.


"Aku akan lebih jahat jika membiarkannya berada di sampingku ma, mama lihat sendiri sekarang, aku lumpuh, dan aku hanya bisa menyusahkannya bahkan aku akan membuat dia malu karena mempunyai suami cacat"ujar Reza yang membuat nyonya Tasya terdiam.


Nyonya Tasya tau kalau Reza juga sudah mencintai Faina saat ini, terlihat jelas bagaimana tertekannya Reza saat dia menyuruh Faina pergi dan bagaimana sedihnya anaknya saat Faina tak ada disampingnya, mungkin karena cinta tulus dari Reza membuat lelaki itu tak ingin Faina kesusahan jika tetap bersamanya.


Mama tak akan pernah tau bagaimana jadi aku saat ini, aku sangat mencintai Faina, tapi menyuruhnya pergi itulah jalan terbaik untuk saat ini, batin Reza.


"Reza"ujar nyonya Tasya dengan begitu lembutnya.


"Ya?"jawab Reza.


"Mama minta maaf jika tadi mama mengatai mu jahat"


"Aku mengerti ma, kadang kita harus merelakan seseorang untuk membuat hidupnya jauh lebih nyaman"ucap Reza, kata-kata Reza mempunyai begitu banyak makna yang hanya bisa dijelaskan oleh orang-orang yang pernah mengalaminya, bahkan tidak semua orang bisa menjelaskannya walau sudah pernah mengalaminya sendiri.


"Za, tapi Faina tersiksa tanpamu disisinya nak, kau tidak tau kan bet,,,"ujar nyonya Tasya terpotong oleh ucapan Reza.


"Bisa kah kita tidak membahas tentang itu dulu, Reza ingin istirahat, Reza benar-benar lelah"ujar Reza lalu membalikkan tubuhnya agar tidak melihat wajah mamanya lagi.

__ADS_1


"Mama hanya ingin kamu tau kalau Faina sedang hamil jadi tolong sebisa mungkin jangan buat dia bersedih"ujar nyonya Tasya yang membuat Reza terkejut, tapi Reza tidak sama sekali bergerak dari tempatnya dan tidak pula berbalik kearah mamanya.


Nyonya Tasya yang melihat anaknya tidak ada reaksi apapun hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar dan memilih untuk duduk disofa kamar ruangan inap Reza itu.


Tanpa Reza sadari air matanya menetes satu per satu, Reza tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati Faina saat Reza menyuruhnya pergi terlebih dia sedang hamil, tapi untuk hidup Faina menjadi bahagia, Reza ingin Faina tetap pergi.


Keesokan harinya.


Dalam telfon.


"Halo"ujar Reza yang meneflon seseorang pagi itu.


"Halo pak Reza, ada tugas apa untuk saya?"tanya orang dalam telfon itu.


"Kamu peramal yah, kok kamu tau saya mau memberimu tugas"ujar Reza.


"Saya minta tolong untuk menjaga istri saya selama saya tidak bisa disampingnya, jaga dia 24 jam dan beri tahu saya kegiatannya setiap harinya"ujar Reza.


"Maksud pak Reza, bu Faina?"ujar orang dalam telfon itu.


"Siapa lagi istriku kalau bukan Faina, pertanyaan mu itu ada-ada saja Rey"ujar Reza pada orang yang di telfonnya yang ternyata bernama Rey.


Setelah sambungan terputus, Reza berdoa dalam hatinya supaya Tuhan bisa menguatkan Faina menghadapi ini semua.


"Aku ingin sekali menemani mu Fai, menuruti semua keinginan mu saat mengidam, mengelus perutmu saat keram dan berbicara dengan anak kita, tapi kalau itu semua kulakukan aku hanya akan membuatmu semakin susah disaat kau hamil dengan mengurus lelaki cacat seperti ku"gumam Reza sambil melihat foto cantik Faina.


💝💝💝


Sedangkan ditempat lain.

__ADS_1


Keluarga Faina tengah sarapan bersama.


"Minumlah susu ini Fai, dan ini vitamin mu"ujar Syifa, tapi Faina malah diam karena dia sedang melamun memikirkan kondisi Reza saat ini, Faina benar-benar sangat khawatir terhadap Reza.


"Faina!!"ujar Rangga sedikit keras dan membuat Faina terkejut.


"Kak Rangga kenapa sih suka banget teriak-teriak, anak aku nanti jantungan lagi sebelum dilahirin"ujar Faina.


"Aku nggak akan teriak kalau kamu nggak melamun seperti tadi Fai"ujar Rangga.


"Siapa yang melamun, tidak kok"ujar Faina.


"Cih masih saja tidak mengaku"


"memang tidak, aku tidak melamun kak Rangga"


"Kau melamun Faina, hampir saja setan dirumah ini merasukimu, untung saja aku langsung meneriaki mu sehingga kau tidak melamun lagi"ucap Rangga yang membuat Faina menjadi kesal.


"Mas sudahlah apa kau tidak lelah beradu mulut terus dengan Faina"ujar Syifa yang lelah melihat pertengkaran itu.


"Aku salut sama kak Syifa bisa menghadapi gorilla seperti kak Rangga"ujar Faina.


"Kamu baru tau apa kalau kakak iparmu ini adalah tipekal orang yang sabar"ujar Syifa.


"Dengar yah sayang kalau Faina mengatai aku gorilla berarti kau istrinya gorilla dan Reina adalah anak gorilla"ujar Rangga.


"Berarti kalian bertiga adalah keluarga gorilla"ujar Faina dengan senyum dibibirnya, Faina sedikit bisa melupakan kesedihannya hanya dengan beradu mulut dan akhirnya tertawa bersama dengan kakak dan istri kakaknya itu.


"Kau ini yah Fai"ujar Syifa dan Faina sudah tidak berbicara lagi, Faina memilih diam dan memakan makanannya dan meminum susu buatan kakak iparnya tadi.

__ADS_1


__ADS_2