Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Rasa bersalah Nisa


__ADS_3

Nisa tengah duduk dihalaman rumahnya sambil mengingat kenangannya dengan Reza, sudah 1 Minggu ini Reza tak menghubunginya dan itu membuat Nisa sadar kalau yang diucapkan Reza itu benar jika dia tak akan menemui Nisa lagi.


Nisa memegang benda pipih yang biasa disebut hp, dia memperhatikan nomor Reza, dia ingin sekali menelfon Reza, tapi disatu sisi dia takut jika Faina akan salah paham dan itu akan membuat rumah tangga mereka berdua rusak, sekarang Nisa sadar jika hati Reza bukan untuknya lagi, tapi hati itu sudah untuk Faina.


Nisa menekan nomor Reza, dan tak lama nomor itu pun mengangkat sambungan telfon Nisa.


"In,,i a,,ku Za"ujar Nisa masih dengan suara yang susah dikeluarkan karena dia belum sembuh sepenuhnya.


"Nisa yah?"tanya seorang perempuan yang tak lain adalah Faina, Reza memang tak menyimpan nomor Nisa karena baginya itu tidak perlu.


"I,,ya, sor,,ry Fai kal,,,au a,ku te,,lfon Re,,za, ta,,tapi bo,,leh a,,ku bi,,,cara de,,nga,,nnya seb,,entar sa,,ja, per,,,asaanku ti,,, tidak en,,,ak ter,,hadap,,nya satu Ming,,gu ini"ujar Nisa.


"Reza tidak bisa bicara dengan siapapun sekarang Nisa"ujar Faina yang membuat Nisa kecewa.


Seharusnya aku memang tak mengganggu Reza pasti Faina cemburu denganku, batin Nisa.


"Yas,,,udah ma,,af kal,,,au meng,,gang,,gu wak,,tumu dan Re,,za, sam,,paikan sa,,ja sal,,am,,ku untuk,,nya"ujar Nisa.


"Aku akan sampaikan jika dia sudah sadar"ujar Faina yang membuat Nisa terkejut.


"Maksudnya?, memang Reza kenapa?"ujar Nisa panik dan tanpa dia sadari dia berbicara begitu lancar tanpa ada tersendat sedikit pun.


"Satu Minggu yang lalu tepat saat dia pulang dari rumah kamu dia mengalami kecelakaan"ujar Faina dengan menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


"Dirumah sakit mana Reza dirawat Fai?"tanya Nisa dengan nada panik.


"Rumah sakit xxx"ujar Faina


Nisa yang mendengar itu pun reflek membuatnya berdiri dari kursi roda yang ia tempati dan berlari kekamarnya untuk mengambil tasnya karena saat ini dia berniat untuk kerumah sakit melihat keadaan Reza, setelah mengambil tasnya Nisa pun bergegas keluar dari kamarnya.


"Nisa, kamu sudah bisa berjalan?"ujar nyonya Kikan yang melihat putrinya berlari menuruni tangga rumahnya.


Nisa yang sudah sadar dari kepanikannya pun berhenti berlari dan menatap kakinya, dia sendiri heran kenapa dia sudah bisa berjalan.


"Hmm, iya ma"jawab Nisa.


Nyonya Kikan yang mendengar jawaban Nisa pun langsung menghampiri Nisa yang berada ditengah tangga rumah dan langsung memeluk putrinya itu dengan hati yang senang.


"Astaga ma!!, aku harus buru-buru pergi"ujar Nisa hendak berlari, tapi tangannya ditahan oleh nyonya Kikan.


"Kamu mau kemana?"ujar nyonya Kikan.


"Reza mengalami kecelakaan satu Minggu yang lalu ma, tepat saat dia pulang menjengukku dan sekarang aku ingin melihat keadaannya"ujar Nisa, tanpa menunggu jawaban mamanya, Nisa langsung berlari dengan cepat keluar dari rumahnya dan menyetopkan taxi.


💜💜💜


Sedangkan ditempat lain.

__ADS_1


Setelah sambungan telfonnya dan Nisa terputus, Faina kembali menatap Reza yang masih belum sadarkan diri itu.


"Sampai kapan kamu begini Za?"ujar Faina dan air matanya jatuh, tapi dengan cepat dia menghapusnya. "Apa kamu tidak merindukanku"lanjut Faina lagi, setelah itu dia mengecup kening suaminya itu dengan sangat lembut.


"Non, ini baju dan makanan non, lebih baik non makan dan ganti baju dulu"ujar bi Sinta yang baru saja datang dengan membawa beberapa keperluan Faina.


"Nanti saja bi, saya tidak lapar"ujar Faina tanpa melihat kearah bi Sinta, pandangannya hanya tertuju kepada Reza.


"Tapi non,,"ucapan bi Sinta terpotong saat seseorang membuka knop pintu ruangan itu dan menampilkan wajah Nisa.


"Ya Allah Za"ujar Nisa langsung berlari ke dekat ranjang Reza dan memegang tangan Reza, tak lama air mata Nisa pun jatuh saat melihat kondisi Reza yang terbilang sangat memprihatinkan.


Faina yang melihat itu hanya menatap Nisa dengan tatapan yang sulit diartikan, disatu sisi dia ingin marah karena wanita lain menyentuh suaminya, tapi disisi lain pula dia tau betul jika Nisa mencintai Reza dan bagaimana perasaan seseorang saat melihat orang yang dia cintai terbaring tak berdaya diruangan rumah sakit.


"Fai, katakan padaku kalau Reza tidak apa-apa dan dia akan segera sadar, katakan itu padaku Fai"ujar Nisa sambil menatap Faina dengan tatapan sedih dan memohon.


"Aku pun ingin itu terjadi Nis, tapi aku bukan Tuhan yang menentukan takdir setiap orang"ujar Faina sambil menatap mata Nisa pula, Nisa yang mendengar perkataan Faina hanya terdiam sambil air matanya terjatuh terus dari matanya itu.


Sadarlah Za, setelah kau sadar aku janji tidak akan pernah mengganggumu lagi, melihatmu seperti ini membuatku merasa begitu bersalah, batin Nisa sambil melihat kearah Reza dan Faina secara bergantian.


Nisa yang melihat tubuh Faina yang begitu kurus dan mata Faina yang membengkak pun semakin merasa bersalah dan kasihan terhadap Faina.


Maaf kan aku Fai, andai saja Reza tidak menjengukku waktu itu ini semua tidak akan terjadi, batin Nisa.

__ADS_1


__ADS_2