Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 93


__ADS_3

"Apa yang ingin kamu jelaskan Fai"ujar Reza saat mereka semua telah duduk diruang tamu rumah Reza.


Saat Faina hendak bercerita, tiba-tiba suara seseorang membuatnya terdiam.


"Faina, kamu kah itu nak?"ujar nyonya Leli yang sudah meneteskan air matanya, saat Faina melihat ibunya menangis, air mata Faina pun ikut jatuh dengan sendirinya.


Nyonya Leli segera berlari menuju Faina dan memeluk tubuh wanita itu dengan sangat erat.


"Mama merindukan Faina, kamu baik-baik aja, nggak ada yang luka kan nak?"tanya nyonya Leli dengan tatapan bahagia.


Kenapa Reza tidak berkata seperti apa yang mama ucapkan saat pertama kali kita tadi bertemu, kenapa Reza seolah-olah tidak ingin aku kembali, batin Faina.


"Faina nggak papa ma, Fai baik-baik aja, Fai juga udah rindu banget sama mama"ujar Faina. Setelah berpelukan dengan mamanya, Faina pun langsung memeluk Rangga dan Syifa.


"Tapi Fai kalau selama ini kamu masih hidup kenapa tidak langsung datang dan bertemu dengan kita semua disini?"ujar Rangga bingung.


Faina pun menjelaskan semua yang telah ia dengar dan yang telah terjadi tentang nyonya Kikan, sontak perkataan Faina itu membuat semua orang terkejut dan serasa tak percaya.


"Kamu jangan asal nuduh dek, emang Faina punya buktinya?"ujar Syifa lembut.


"Aku puya buktinya kak Syifa"ujar Faina.


"Bohong!!, itu semua bohong, jangan percaya sama perempuan itu!!ujar seseorang yang tiba-tiba datang bersama seluruh keluarganya, orang itu tak lain adalah nyonya Kikan yang datang bersama tuan Buddin serta Nisa, Dion dan Satria.


Semua orang yang mendengar suara teriakan itu pun menoleh kearah sumber suara.


"Kenapa kamu itu tega memfitnah saya Faina"ucap nyonya Kikan disertai air mata palsunya.

__ADS_1


"Nona Faina tidak memfitnah siapapun, sudah la nyonya Kikan kebusukanmu akan terbongkat sebentar lagi, kamu tau kami mempunyai buktinya"ucap Reyhan, sontak kata-kata Reyhan membuat nyonya Kikan sedikit terkejut, tapi dengan pandai dia menyembunyikannya.


"Jangan-jangan selama ini Faina tidak kembali karena Faina sudah mencintai laki-laki itu dan memilih bersamanya selama 3 tahun ini"ujar nyonya Kikan sambil menunjuk Reyhan.


"Fai apa itu semua benar, kau meninggalkan dan Fara karena Reyhan"ujar Reza dengan pandangan kecewa.


"Tidak Za, aku berani sumpah akan hal itu, aku punya alasan lain bukan itu alasannya"ujar Faina.


"Kau tau Fai, Reyhan adalah orang yang kusuruh untuk menjagamu selama aku cacat dulu dan sekarang tidak menutup kemungkinan jika kau mencintainya"ujar Reza.


"Rey, tunjukkan bukti itu, biar semua orang tau siapa yang memfitnah disini"seru Faina.


Reyhan pun segera mengeluarkan laptopnya dan flash dish nya dari tas yang ia gendong tadi, belum sempat Reyhan memutar flash dish itu nyonya Kikan kembali angkat bicara.


"Jangan percaya sama itu semua, kau punya bukti apa, aku tidak melakukan apapun"ucap nyonya Kikan gelisah.


"Putar Rey"ujar Faina. Reyhan pun memutar vidio itu dan semua orang terkejut setelah mendengarnya, termasuk nyonya Leli terlebih lagi Nisa.


"Itu editan, itu semua palsu"ujar nyonya Leli.


"Kalian pasti bisa kan membedakan mana editan dan mana yang nyata"ujar Faina.


Kurang ajar Faina dia membohongiku dan kenapa aku juga percaya bahwa dia itu benaran hantu, batin Faina.


Nyonya Kikan kembali mengingat saat dia sadar akan keganjalan tentang hantu Faina.


Flashback on

__ADS_1


Saat nyonya Kikan pulang dari taman itu, seluruh badannya benar-benar gemetaran ketakutan.


Nggak papa lah aku jujur sama hantu itu, dia juga nggak akan bisa bongkar semuanya, batin nyonya Kikan.


Saat ingin memasuki rumahnya, tiba-tiba nyonya Kikan ditarik oleh seseorang.


"Lepas, lepas maafin saya atas semua kesalahan saya, maafin saya hantu Faina"ujar nyonya Kikan sambil menutup matanya.


"Kikan hey, ini aku, kamu kenapa sih, kok jadi sebelas dua belas dengan orang gila"ujar orang itu yang tak lain adalah selingkuhan nyonya Kikan.


"Iya aku emang udah seperti orang gila semenjak aku mendapatkan teror dan surat ancaman dari hantu sialan Faina itu dan kamu tau tadi dia ngajak aku ketemuan, ini aja aku lari saat dia lagi bengong"ujar nyonya Kikan setelah membuka matanya dan melihat jelas siapa yang ada dihadapannya itu.


"Kamu itu bodoh atau oon sih Kikan, coba kamu fikir apa ada hantu bisa nulis dan bisa nggak nyadarin kalau kamu pergi hanya karena dia bengong"ujar selingkuhan nyonya Kikan itu.


"Jadi maksud kamu, aku dikerjain, tapi kan Faina udah meninggal dan nggak mungkin dia hidup lagi kan"ujar nyonya Kikan.


"Iya nggak mungkin dia hidup lagi, yang mungkin itu dia emang nggak meninggal dari dulu"ucap selingkuhan nyonya Kikan.


Flashback off


**Ikutan terus ceritanya ya, mungkin tinggal 1 atau 2 part nih baru tammat.


Jangan keluarin dari favorit ya☺️


Makasih


salam manis Author☺️**

__ADS_1


__ADS_2