Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Menikah lah


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Faira tadi, Reza pun langsung pulang bersama dengan Fara yang kelihatan sangat bahagia.


"Cucu oma kenapa sebahagia ini?"tanya nyonya Tasya melihat raut wajah cucunya yang baru saja datang bersama Reza.


"Iya oma, Fara bahagia sekali, sebab tadi Fara ketemu sama tante yang mirip ibu"ujar Fara sambil tersenyum lebar.


"Apa maksud Fara tante Faira?"tanya nyonya Tasya.


"Iya oma"jawab Fara lalu berlari menuju kamarnya dengan senyuman yang terus merekah dibibirnya.


"Aku tidak pernah melihat Fara sebahagia sekarang"ujar Reza pelan tapi masih didengar oleh nyonya Tasya.


"Dia bahagia bersama Faira"ujar nyonya Tasya.


"Iya ma karena Faira mirip dengan ibunya Fara makanya Fara bahagia"jawab Reza


"Bukan karena Faira mirip dengan Faina, tapi karena Fara memang nyaman dekat dengan Faira"ujar nyonya Tasya.


"Iya, Fara nyaman karena Faira mirip Faina"ujar Reza.


"Kenapa kamu tidak mencoba untuk membuka hatimu pada orang lain Reza, contohnya Faira"ujar nyonya Tasya.


Deg


"Maksud mama?"tanya Reza yang nada suaranya sudah berubah menjadi serius.

__ADS_1


"Fara butuh sosok seorang ibu dan dia nyaman bersama Faira, jadi apa salahnya kalau kamu menikahi Faira, mama yakin jika Faina juga pasti bahagia kalau melihat kamu menikah dengan saudara kembarnya"ujar nyonya Tasya.


"Tidak ma, Reza tidak ingin menikah lagi"ujar Reza.


"Tapi nak,,"ucapan nyonya Tasya langsung dipotong oleh Reza.


"Tolong jangan paksa aku untuk kali ini ma, dulu aku udah turutin kemauan mama untuk menikah dengan Faina dan saat ini aku tidak ingin menuruti keinginan mama tentang jodohku lagi"ujar Reza lalu pergi menuju kamarnya.


Sesampainya Reza dikamarnya, dia langsung mengambil foto pernikahannya dengan Faina dari dalam laci kamarnya itu.


Fai aku merindukanmu, anak kita juga, maaf-maafkan aku atas semua kesalahan ku pada mu dulu, batin Reza lalu dia pun memilih untuk baring-baring sebentar, tapi tak dia sangka dia malah ketiduran.


Dalam mimpi Reza


Reza tengah berada ditempat yang sangat indah dan banyak sekali bunganya, Reza terus berjalan sampai dia melihat dua sosok wanita yang sangat mirip berada di dua jalur yang berbeda, wanita itu tak lain adalah Faira dan Faina.


"Jangan mendekat ke arahku, tetaplah disitu"ujar Faina.


"Tapi aku merindukan mu"ujar Reza.


"Za aku ingin kamu dan anak kita bahagia didunia, aku tidak akan tenang kalau kalian tidak bahagia"ujar Faina.


"Aku bahagia Faina, anak kita juga"ujar Reza dan Faina pun menggeleng.


"Kamu tidak bahagia Za karena kamu selalu memikirkan ku setiap hari, anak kita juga tidak bahagia karena dia butuh sosok seorang ibu dan aku tidak bisa hadir di hidup kalian lagi, dunia kita berbeda"ujar Faina.

__ADS_1


"Fai aku,,,"ucapan Reza terpotong oleh ucapan Faina.


"Kamu lihat dia"tunjuk Faina pada Faira, Reza pun mengalihkan pandangannya pada Faira. "Aku ingin kalian menikah, hanya dia yang bisa membuat kamu dan Fara putri kita bahagia"lanjut Faina.


"Aku tidak ingin menikah Fai karena cinta aku hanya untuk kamu dan aku bisa menjaga putri kita sendiri"ujar Reza.


"Tidak Za, aku mohon turuti permintaan ku ini. Aku juga tak pernah meminta kamu untuk melupakan ku, aku hanya ingin kamu mencintai dia sama seperti kamu mencintai aku, aku yakin kalau kamu mencobanya pasti kamu bisa, sama seperti dulu kamu berhasil melupakan Nisa dan mencintai aku"ujar Faina.


Reza pun terbangun dari mimpinya itu dengan keringat yang sudah membanjir tubuhnya.


"Astagfirullah hal azim, ternyata cuman mimpi, tapi kenapa terlihat seperti nyata"ujar Reza lalu mengusap wajahnya kasar.


💝💝💝


Sedangkan ditempat lain.


Faira telah tiba dikantornya dan papanya lansung menghampirinya.


"Fai kamu dari mana?, tadi kan kamu pergi duluan dibandingkan papa kok malah papa yang datang duluan"ujar tuan Noval.


"Tadi aku ada urusan pa, aku keruangan aku dulu"ujar Faira lalu beranjak pergi.


Sesampainya Faira diruangannya, dia malah teringat dengan senyum Fara yang tulus setiap kali melihatnya.


"Aku yakin anak itu pasti sangat membutuhkan sosok seorang ibu, kasihan dia"ujar Faira lalu memulai pekerjaannya.

__ADS_1


Jangan lupa dilike dan komen ya.


Salam manis Author.


__ADS_2