
2 hari berlalu dan Reza belum tau dimana keberadaan Faina, Fero juga tidak memberitahu Reza atas perintah dan permohonan Faina.
"Bos mau makan apa?" tanya Fero karena sedari tadi bosnya itu belum makan.
"Faina sudah ketemu?"ujar Reza penuh harap, Fero sebenarnya kasihan terhadap Reza, tapi Fero juga mau kalau Reza sadar akan perasaan cintanya untuk Faina.
"Be,,,lum"ujar Fero berbohong.
Ketika mendengar jawaban Fero, Reza langsung menghembuskan nafasnya kasar, ada rasa rindu dihatinya untuk Faina, tidak ada yang dia temani bertengkar beberapa hari ini dan Reza benar-benar merasa kehilangan.
"Fer kok tumben sih lo ngelacak orang sampai selama ini, biasanya juga udah 1 hari paling lama ketemu"ujar Reza.
"Hmm, saya juga nggak tau bos, nona susah sekali ditemukan"ujar Fero.
__ADS_1
"Reza"ujar seseorang yang datang kedalam ruangan Reza dan langsung memeluknya.
"Lepas"ujar Reza melepaskan pelukan Nisa, yah orang yang tiba-tiba datang memeluknya itu adalah Nisa, sedangkan Fero, dia memilih untuk keluar dari ruangan Reza, sebab sangat malas melihat tingkah Nisa.
"Za aku udah cinta sama kamu, aku sadar kalau dulu aku udah sia-siain kamu dan aku menyesal Za, tolong beri aku kesempatan untuk bersama kamu lagi"ujar Nisa sambil meneteskan air matanya.
"Nis, tolong jangan nangis, gue paling nggak suka lihat cewek nangis"ujar Reza.
"Za, aku tau, kamu paling nggak bisakan lihat aku nangis, kamu masih sama seperti dulu, masih jadi Reza yang aku kenal dulu"ujar Nisa lalu kembali memeluk Reza.
Orang itu tak lain adalah Faina, Faina sebenarnya mau menemui Reza dan membicarakan tentang bagaimana pernikahannya selanjutnya, tapi dengan mendengar Reza begitu sangat tidak bisa jika Nisa menangis, dia sudah tau jawabannya dan seharusnya Faina memang sadar dari awal jika dia dan Reza hanya menikah kontrak satu tahun, tapi kenapa kenyataan itu membuatnya amat sangat terluka.
"Nona, apa nona sudah menemui bos?"ujar Fero melihat Faina ingin keluar dari kantor Reza.
__ADS_1
"Aku sudah tau jawabannya Fero, Reza tidak akan pernah mencintaiku, yah tidak akan pernah"ujar Faina lalu berjalan memasuki taxi yang sudah ia pesan.
Faina akan pulang menuju rumah Reza, dia akan tinggal disana, sebab untuk apa dia lari dari Reza, untuk apa dia menenangkan dirinya padahal memang sedari awal, Faina tau siapa yang ada dihati Reza, mungkin dia saja yang terbawa baper dengan semua yang dilakukan Reza.
Faina akui jika dia sudah mencintai Reza, dia sudah mencintai pria itu, tapi perasaannya akan ia hilangkan, Faina akan berusaha sekuat mungkin untuk melupakan Reza karena biar bagaimana pun Reza adalah pacar dari Nisa dan Faina tau, dialah orang ketiga dalam hubungan Reza dan Nisa.
Faina sudah sampai dirumahnya dan bi Sinta langsung menghampirinya.
"Ya Allah non, non Faina dari mana saja?, bini dan den Reza sangat khawatir pada nona"ujar bi Sinta.
"Saya hanya kerumah teman saya kok bi, makasih udah khawatir sama saya"ujar Faina.
"Nona, den Reza sangat khawatir pada nona, selama nona tidak ada, den Reza juga sangat malas makan, dia hanya menghubungi den Fero saja bertanya mengenai apakah nona sudah ketemu, saya baru melihat den Reza seperti itu"ujar bi Sinta.
__ADS_1
Kata-kata bi Sinta seharusnya membuat Faina senang bukan, tapi itu sama sekali tak membuatnya senang, karena Faina takut terbang tinggi dan lagi-lagi harus jatuh dengan kesakitan hati yang lebih mendalam.
Kamu tau apa yang paling menyakiti hati dalam hal mencintai?, yaitu cinta yang tidak mendapatkan balasan.