
"Mba, ehk maksudnya Faina, kamu mau kemana malam-malam begini?"tanya Rey.
Rey dan Faina saat ini sedang berada di salah satu cafe karena Rey mengajak Faina untuk minum jus dulu agar dapat menghilangkan syoknya akibat hampir ditabrak mobil tadi.
"Saya mau kerumah sakit Rey, suami saya sakit"lirih Faina.
"Ini kan sudah hampir tengah malam, sudah jam 10.00, saya yakin rumah sakit juga sudah tidak mengizinkan orang untuk membesuk pada jam seperti ini, bagaimana kalau besok saja"ujar Rey yang sebenarnya sangat prihatin dengan Faina.
Faina sebenarnya sangat sedih, hatinya ingin sekali menemui suaminya dan melihat keadaan suaminya itu malam ini juga, tapi benar yang dikatakan Rey jika waktu membesuk dirumah sakit pasti sudah lewat.
"Yasudah, saya pulang dulu, owh yah makasih jusnya"ujar Faina hendak pergi, tapi tangannya ditahan oleh Rey.
"Bagaimana kalau saya antar kamu kerumah kamu"ujar Rey.
"Hmm"
"Saya bukan orang jahat kok, kamu aman bersama saya"ujar Rey yang seakan tau apa yang dipikirkan Faina.
"Bukan itu Rey, saya yakin kok kalau kamu orang baik, cuman apa saya tidak merepotkan kamu kalau kamu mengantar saya pulang?"ujar Faina sebab malam ini Faina sudah banyak berutang budi kepada Rey.
"Tidak merepotkan sama sekali kok"ujar Rey.
Pak Reza sangat beruntung mendapatkan istri yang perhatian seperti Faina, batin Rey sambil memandang wajah Faina.
"Rey!!"panggil Faina.
"Owh ya, yaudah ayok"ujar Rey.
Rey pun memesan taxi online dihpnya, tak butuh waktu lama taxi online itu datang, Faina dan Rey pun langsung masuk dan taxi itu langsung jalan menuju rumah Faina.
💜💜💜
__ADS_1
Sedangkan ditempat lain.
Rangga baru saja tiba dirumahnya dan yang pertama kali ia lihat adalah wajah panik mama dan istrinya.
"Sayang ini ada apa?, kenapa kamu sepanik ini?"tanya Rangga.
"Mas kamu dari mana sih?, kok bisa-bisanya kamu pulang telat sementara kamu punya janji sama Faina"ujar Syifa.
"Sayang tadi dijalan mo,,,"ujar Rangga dipotong oleh Syifa.
"Faina hilang mas, aku rasa dia pergi sendiri kerumah sakit karena kamu ingkar janji sama dia, kenapa sih kalau kamu buat janji selalu diingkari, kamu juga sering banget ingkar janji sama aku"ujar Syifa emosi.
"Syif maafin aku, tadi mobil aku mogok dan mobil aku itu mogok pas dijalanan sepi, aku harus dorong mobil itu sendiri sampai di bengkel, makanya aku pulang telat"ujar Rangga.
"Apa gunanya hp mas"ujar Syifa sedikit meredam emosinya.
"Hp aku habis baterai"ujar Rangga.
"Maafin aku kalau aku keterlaluan sama kamu"ujar Syifa.
"Ya iyalah mas, menikah itu artinya menyatukan dua orang yang berbeda, bukan hanya mereka, tapi keluarganya juga"ujar Syifa.
"Rangga mending sekarang kita semua nyusulin Faina kerumah sakit, mama takut ada apa-apa sama dia nak"ujar nyonya Leli.
"Iya ma, yaudah ayok"ujar Rangga.
Mereka semua pun membuka pintu untuk keluar dan bersamaan dengan itu Faina pun ingin mengetuk pintu, tapi tidak jadi sebab pintunya sudah terbuka duluan.
"Fai kamu dari mana saja nak?, Mama khawatir sama kamu"ujar nyonya Leli lalu memeluk putri kandung satu-satunya itu.
"Maafin Fai ma, Fai merindukan Reza makanya Faina nekat"ujar Faina.
__ADS_1
"Ini siapa Fai?"tanya Rangga karena melihat lelaki asing berdiri di sebelah adiknya.
"Owh iya kak, ma, ini Rey dia nolongin aku tadi karena aku hampir ditabrak mobl dijalan"ujar Faina.
"Astagfirullah, terus kamu nggak apa-apa kan dek?"tanya Syifa.
"Nggak kok kak Syifa, aku nggak papa"ujar Faina sambil tersenyum.
"Makasih sudah menolong dan mengantarkan adik saya pulang dengan selamat"ujar Rangga.
"Sama-sama, setiap manusia memang harus saling tolong menolong"ujar Rey dan dibalas senyuman oleh keluarga Faina. "Tante dan semuanya karena urusan saya disini udah selesai saya langsung pamit pulang saja"lanjut Rey.
"Sekali lagi makasih yah nak"ujar nyonya Leli.
"Maaf udah banyak ngerepotin kamu"ujar Faina.
"Sama-sama tante dan nggak ngerepotin sama sekali kok"jawab Rey, Rey pun langsung menyalimi tangan nyonya Leli dan melangkah meninggalkan rumah Faina dan memasuki taxi yang dia tumpangi tadi bersama Faina.
Rey pun menelfon Reza saat taxi yang ditumpanginya berjalan sudah cukup jauh dari rumah Faina.
Dalam telfon.
"Halo Rey, bagaimana Faina hari ini?, dia baik-baik aja kan"ujar Reza.
"Ya, dia baik-baik aja, cuman barusan dia nekat kerumah sakit sendiri untuk melihat kondisi pak Reza dan ditengah jalan dia hampir ditabrak mobil untung saja saya dengan cepat menarik tubuhnya"ujar Rey.
"Rey kamu nggak meluk Faina kan?, kamu nggak cari kesempatan dalam kesempitan kan?"ujar Reza sedikit bermasalah dengan kata-kata Rey terakhir.
"Kami tidak sampai berpelukan pak Reza cuman hampir saja"ujar Rey sedikit ingin memancing kecemburuan bosnya itu.
"Untung baru hampir, kalau kamu dan Faina sampai berpelukan, saya benar-benar akan memotong kamu"ujar Reza, tapi Kata-kata Reza tidak membuat Rey takut, Rey malah terkekeh dengan ucapan bosnya itu.
__ADS_1
"Bu Faina sangat mencintai pak Reza, saya bisa melihat dari tatapan matanya dan kesedihannya saat dia tidak bisa menjenguk pak Reza malam ini"ujar Rey.
"Saya juga sangat mencintainya Rey, cuman saya tidak ingin egois dengan tetap mempertahankannya dengan lelaki tak berguna seperti saya"ujar Reza lalu mematikan telfon sepihak membuat Rey menghembuskan nafasnya kasar karena tak seharusnya dia berucap seperti itu, sebab kata-katanya hanya akan membuat Reza semakin merasa bersalah dan tidak berguna lagi dalam hal menjaga dan melindungi Faina.