Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 40


__ADS_3

Sesampainya Reza dirumah Nisa, nyonya Kikan langsung menyuruh Reza untuk menemui Nisa dikamar Nisa.


"Nisa"panggil Reza lalu duduk didekat kursi roda Nisa, sedangkan Nisa dia hanya melihat Reza karena dia tak bisa berbicara.


"Ini buat kamu dari Faina, aku suapin yah"ujar Reza memperlihatkan rantang yang ia bawa dan Nisa hanya menganggukan kepalanya, Reza pun membuka brownis itu dan memasukkan sepotong brownis kedalam mulut Nisa.


Kenapa Faina masih baik denganku dan kenapa juga Faina mengizinkan Reza untuk datang kesini menemuiku, batin Nisa.


"Nisa, maaf kalau setelah kamu sembuh nanti aku tak bisa lagi menemuimu, aku hanya ingin menjaga perasaan Faina, tapi jika kamu ingin menjadi sahabat aku, aku pasti ingin sekali"ujar Reza membuat air mata Nisa berjatuhan.


Lagi-lagi kamu menyadarkanku Za, jika aku tak akan pernah ada lagi di hatimu sampai kapanpun itu karena semua cinta mu hanya milik Faina, batin Nisa.


"Jangan bersedih Nis, aku tidak suka melihat wanita menangis, apalagi karena aku, kamu wanita yang sangat cantik, tidak butuh waktu lama untuk pria mencintaimu"ujar Reza sambil menatap Nisa yang terus saja mengeluarkan air matanya.


💝💝💝


Sedangkan ditempat lain.


Sore pun tiba.


Karena Faina bosan dirumahnya, apalagi Faina sendiri karena bi Sinta sedang kepasar dan Reza juga belum pulang dari rumah Nisa, jadi dia Jalan-jalan disekitaran rumahnya.


Faina duduk ditaman dekat rumahnya itu sambil menutup matanya, mengirup dalam-dalam udara segar dan menikmati indahnya pemandangan serta angin sepoi-sepoi.


"Boleh saya duduk disini"ujar seseorang yang membuat Faina membuka matanya dan mengalihkan pandangannya ke sumber suara itu.

__ADS_1


"Kamu!!"ujar Faina sembari menunjuk lelaki yang ada didepannya saat ini dan lelaki itu hanya tersenyum menatap Faina.


"Kita ketemu lagi"ujar lelaki itu yang tak lain adalah Dion, pemilik Cafe yang dulu mengantar Faina pulang kerumahnya.


"Untuk apa kamu disini?"ujar Faina.


"Saya tinggal di dekat sini, dan bukannya ini tempat umum, jadi siapa saja boleh kesini kan"ujar Dion.


pantesan dulu dia mau mengantarku pulang, ternyata rumahnya didekat sini, batin Faina.


"Owh"jawab Faina singkat.


"Kamu sedang apa disini?"tanya Dion.


"Duduk"jawab Faina singkat


"Sepertinya aku tertarik denganmu"ujar Dion yang membuat Faina langsung menatapnya dengan tatapan terkejut.


Apaan-apaan cowok ini, baru kenal denganku langsung bilang kalau dia tertarik denganku, dasar tidak waras, batin Faina


"Apa kau bilang?"ujar Faina.


"Aku tertarik denganmu"ujar Dion enteng.


"Dasar tidak waras"ujar Faina sedikit mengecilkan suaranya, tapi suaranya itu masih sangat jelas didengar oleh Dion.

__ADS_1


"Aku waras Faina, makanya aku masih tertarik pada wanita"ujar Dion.


"Tapi aku sama sekali tidak tertarik padamu"ujar Faina lalu berlari meninggalkan Dion yang masih terduduk di bangku taman itu.


"Dasar orang gila, tidak waras"ujar Faina memaki sendiri, Faina tidak habis pikir dengan Dion karena mereka baru bertemu dua kali, mungkinkah ada manusia secepat itu jatuh cinta.


"Dia benar-benar membuatku kebingungan sendiri"ujar Faina memasuki rumahnya dan tidak sadar jika Reza sudah pulang dari rumah Nisa dan sekarang Reza sudah berada di dekatnya


"Siapa yang kamu maksud Fai?"ujar Reza membuat Faina terkejut dan Faina hampir terjatuh kelantai, tapi untung saja dengan cepat Reza menahan badan Faina sehingga wanita itu tidak jadi jatuh kelantai.


"Are you okay?"tanya Reza dan Faina hanya mengangguk, Reza pun melepaskan pelukannya dibadan Faina.


"Owh yah maaf kalau aku ngagetin kamu"ujar Reza.


"No problem"ujar Faina.


"Btw, siapa yang kamu maksud membuatmu menjadi bingung sendiri?"ujar Reza membuat Faina menjadi tambah kebingungan, masa Faina harus bilang pada Reza jika ada seorang lelaki yang bilang kalau dia tertarik pada Faina, bisa-bisa Reza menjadi marah.


"Owh yah bagaimana keadaan Nisa?"ujar Faina mengalihkan pertanyaan.


"Dia semakin membaik"ujar Reza.


"Baguslah, apa kamu mau makan?"ujar Faina.


"Hmm boleh, tapi temani aku yah"ujar Reza.

__ADS_1


"Aku akan selalu menemanimu Za"ujar Faina, Faina pun merasa lega dihatinya karena Reza sudah tidak menanyakan tentang ucapan Faina tadi dan mudah-mudahan Reza tidak akan pernah mengingat lagi ucapan Faina itu.


__ADS_2