
"Kalau kamu mendengarkan saran dan intruksi dari saya, Insya Allah kamu akan melahirkan secara normal"ujar Dokter yang menangani kandungan Faina dari awal sampai saat ini dan mungkin sampai Faina melahirkan nanti.
"Terima kasih Dok, saya akan ikuti saran dari Dokter"ujar Faina tersenyum, dia berharap anaknya lahir dengan normal dan tumbuh menjadi wanita yang tegar dan pemberani.
Faina keluar dari ruangan Dokter dan menyalakan hpnya, Faina lupa jika dari tadi hpnya dia matikan, saat hpnya menyala, Faina terheran dengan panggilan yang sudah 5 kali dari kakak iparnya, Syifa, Faina pun menghubungi Syifa dan tak butuh waktu lama panggilan dari Faina diangkat oleh Syifa.
Dalam telfon.
"Fai kamu baik-baik aja kan?, kamu nggak kenapa-napa kan?"tanya Syifa yang membuat Faina heran.
"Aku nggak papa kak Syifa, aku baru saja keluar dari ruangan Dokter kandungan, emangnya kenapa?"ujar Faina.
"Kakak dan mama kepikiran terus sama kamu dan perasaan kami juga tidak enak Fai"ucap Syifa.
"Yaampun kak Syifa, aku baik-baik aja, kakak dan mama nggak usah khawatir sebentar lagi aku pulang"ujar Faina.
"Yaudah kamu cepetan pulang"ujar Syifa, panggilan mereka pun terputus.
Faina pun berjalan keluar dari rumah sakit dan tanpa sengaja menabrak seseorang.
"Astaga, maaf saya nggak sengaja"ujar Faina lalu melihat siapa yang dia tabrak dan orang yang ditabraknya adalah Dion yang disampingnya ada Nisa.
"Faina udah lama lo kita nggak ketemu"ujar Nisa lalu memeluk tubuh Faina, Faina pun membalas pelukan Nisa, tapi mata Faina dan mata Dion masih saling menatap satu sama lain. "Fai kenalin ini calon suami aku, namanya Dion"ucap Nisa.
Dion dan Nisa memang tetap menjalin hubungan asmara itu karena akhir bulan mereka sudah saling mencintai dan mereka akan menikah sekitar satu Minggu lagi.
"Aku sudah mengenalnya Nis"ujar Faina tersenyum senang, Faina senang jika Nisa sudah mendapatkan pengganti mantan suaminya dan sudah melupakan Reza, Faina juga senang karena itu tandanya Dion tidak akan mengganggunya dengan kata cinta lagi karena sungguh Faina merasa tidak enak setiap kali harus menolak atau menghindari Dion.
__ADS_1
"Owh yah, kok kamu nggak pernah cerita sih Dion?"tanya Nisa.
"Kamu nggak pernah nanya Nis"ucap Dion.
"Kalian kenal dimana?"tanya Nisa lagi.
"Waktu itu Dion yang antar aku pulang waktu acara dinner ku dan Reza tidak jadi, pada saat kecelakaan kamu beberapa bulan yang lalu"ujar Faina.
"Owh saat itu, maaf aku benar-benar minta maaf Fai, pasti kamu udah nunggu Reza lama banget kan waktu itu"ucap Nisa merasa tidak enak.
"Nggak papa kok Nis, lupain aja, owh ya kapan kalian menikah?"ujar Faina.
"Minggu depan, kamu datang yah, ini undangannya"ujar Nisa lalu memberikan undangan pernikahannya kepada Faina.
"Iya, pasti aku akan datang"ujar Faina sambil tersenyum.
"Kami duluan ya Fai, by"ucap Nisa lalu menggandeng tangan Dion dan beranjak pergi meninggalkan Faina yang melihat-lihat undangan itu.
Faina pun masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat agar sampai dengan cepat dirumahnya supaya keluarganya tidak lagi mengkhawatirkannya.
Sesampainya Faina dirumahnya, Faina turun dari mobilnya dan langsung mendapatkan pelukan dari kakak iparnya.
"Yaampun kak Syifa kenapa?"tanya Faina yang merasa bingung dengan sifat kakak iparnya itu.
"Kakak khawatir Fai, kamu nggak papakan?"ujar Syifa sambil memeriksa seluruh tubuh Faina.
"Yaampun kak Syifa, aku nggak papa kak, liat aku baik-baik aja"ujar Faina.
__ADS_1
Faina dan Syifa pun masuk kedalam rumahnya dan berbincang bersama diruang keluarga sambil memperhatikan Reina dan Ali bermain.
💜💜💜
Sedangkan ditempat lain.
Setelah pulang dari rumah sakit untuk mengecek kesehatan mereka, Dion dan Nisa pun langsung menuju ke toko perhiasan untuk membeli cincin kawin mereka.
"Dion kamu suka yang mana?"tanya Nisa antusias.
Kasihan Faina, pasti dia kesusahan hamil tanpa adanya suami disisinya, batin Dion.
"Dion!"ujar Nisa sambil memegang bahu Dion karena Dion melamun dan tak menjawab perkataannya.
"Ehk, iya Nis, tadi kamu ngomong apa?"ujar Dion.
"Kamu mikirin apa?, kok sampai nggak fokus kayak gini sih"ujar Nisa.
"Nggak ada kok, aku cuman lagi nggak enak badan aja"ujar Dion berbohong.
"Owh gitu, yaudah kita pulang aja, besok baru kita kesini lagi, mungkin kamu kecapean"ujar Nisa khawatir.
Maaf Nis, aku berbohong dan membuat mu khawatir, maaf, batin Dion.
"Dion ayok kita pulang"ujar Nisa sambil menggenggam tangan Dion, Dion melihat genggaman itu dan melihat wajah Nisa secara bergantian.
"Mba besok kita kesini lagi ya, maaf calon suami saya sedang tidak enak badan"ucap Nisa.
__ADS_1
"Owh iya mba, nggak papa, istirahat aja dulu, memang orang kalau mau nikahan itu pasti capek mba, banyak diurus soalnya"ujar mbak itu dan Nisa hanya tersenyum lalu menarik tangan Dion untuk pulang.
Kenapa Dion tiba-tiba nggak enak badan yah, tadi perasaan waktu aku dan dia periksa kesehatan kata Dokter kami berdua baik-baik aja dan tidak ada yang sakit, batin Nisa sambil melihat wajah Dion.