Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 58


__ADS_3

"Reza tidak pernah mengatakan ingin bercerai dariku ayah dan aku yakin dia menyuruhku pergi saat itu karena dia sedang emosi dan sekarang dia pasti ingin aku kembali"ujar Faina yakin walau dalam hatinya yang paling dalam dia meragukan kata-katanya.


"Alhamdulillah kalau kamu dan Reza tidak akan pisah, ayah bahagia kalau Faina bahagia"ujar tuan Buddin.


"Faina juga bahagia asal ayah bahagia"jawab Faina.


Setelah sambungan telfon Faina dan tuan Buddin terputus, Faina pun segera menuju kamar mandi untuk mandi supaya wangi didepan Reza nanti, setelah itu Faina pun berdandan secantik dan seperfeck mungkin.


Za aku harap hubungan kita akan baik-baik saja setelah ini, aku sungguh mencintaimu, dulu, sekarang ataupun selamanya, batin Faina.


Faina melangkahkan kakinya menuju meja makan dan pandangannya melihat ada ibu, kakak iparnya, kakaknya, adiknya, dan keponakannya yang lucu sedang menunggunya untuk sarapan bersama.


"Wah wangi banget sih kamu Fai, kayak mau ketemu pacar kamu aja"ujar Syifa sambil tersenyum kearah Faina.


"Mau ketemu pacar halal kak"jawab Faina.


Setelah sarapan Rangga pun langsung pergi bersama nyonya Leli dan Faina kerumah sakit sedangkan Syifa dia disuruh untuk menjaga Reina dan Ali dirumah.


Saat mereka telah sampai didalam ruangan Reza, ruangan itu kosong dan sudah dibersihkan. Faina pun langsung memanggil resepsionis rumah sakit itu dan menanyakan kemana perginya Reza, lalu resepsionis itu menjawab jika Reza sudah pulang kerumahnya sejak pagi tadi dan itu membuat Faina semakin cemas karena takut jika Reza tidak ingin bertemu dengannya lagi.


"Apa kamu mau kakak antarkan kesana sekarang atau besok saja?"tanya Rangga pada adiknya itu yang terlihat sedih.

__ADS_1


"Aku mau sekarang kak, aku mau ketemu Reza sekarang"jawab Faina.


"Yaudah ayok kita ke rumah mama mertuamu"ujar nyonya Leli.


Sesampainya mereka disana, mereka disambut baik oleh kedua orang tua Reza, nyonya Tasya juga menyuruh Faina untuk bertemu dengan Reza di kolam renang karena Reza sedang berada di sana, sedangkan nyonya Leli dan Rangga mereka berbincang dengan kedua orang tua Reza.


"Hey, aku datang Za"ujar Faina yang sudah berada didepan kursi roda Reza.


"Hmmm"jawab Reza yang melihat sekilas kearah Faina


"Aku merindukanmu, sungguh"ujar Faina hendak memeluk tubuh Reza, tapi lagi-lagi Reza menahan tangan Faina dan menyurhnya menjauh. "Za apa kau tak merindukanku, aku sangat tersiksa tanpa ada kamu"lanjut Faina, tapi Reza tetap saja diam dan tanpa eksperesi sama sekali.


"Apa kamu ingin aku berbicara?"tanya Reza dan dijawab anggukan oleh Faina. "Aku ingin kita berpisah"ujar Reza yang membuat Faina membeku ditempatnya, kata-kata Reza terdiri dari 4 kata cuman kenapa 4 kata itu begitu menusuk direlung hati Faina.


Deg


"Maksudnya?"tanya Faina dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Aku tau kamu tidak tuli, dan kamu justru mengerti dengan apa yang aku maksudkan"ujar Reza.


"Aku memang tidak tuli Za, cuman apa maksudmu berkata cerai, bukankah kita saling mencintai"ujar Faina.

__ADS_1


"Cinta Fai, aku sudah tidak mengenal cinta semenjak aku cacat seperti ini"ujar Reza.


"Za, aku nggak bisa bercerai sama kamu, aku cinta kamu Za, dan aku akan menemani kamu sampai sembuh"ujar Faina dengan air mata yang sudah jatuh dari mata indahnya itu.


"Sudahlah Fai, aku ingin kita tidak lagi bersama"ujar Reza lalu melepaskan cincin pernikahannya dengan Faina dari tangannya dan mengambil tangan Faina lalu memberikannya kepada Faina. "Cincin itu sudah ku berikan untukmu, terserah kamu mau apakan, kamu mau jual atau buang pun boleh"lanjut Reza tanpa melihat kearah Faina yang sudah menangis dengan tersedu-sedu.


"Za cincin ini akan terus terpasang ditangan kamu, karena sampai kapanpun itu, aku tidak akan mau pisah"ujar Faina.


"Terserah kamu, tapi aku akan urus surat perceraian kita, kamu tinggal tunggu beresnya aja"ujar Reza hendak pergi, tapi kursi rodanya ditahan oleh Faina.


"Kasih aku satu alasan kenapa kita harus berpisah, alasan yang masuk akal"ujar Faina pasrah, Faina akan pasrah bercerai dengan Reza ketika mendengar alasan Reza.


"Karena aku akan bahagia jika kamu pergi dan aku akan baik-baik aja tanpa kamu"ujar Reza dengan memejamkan matanya, ucapannya berbeda sekali malah jauh sangat berbeda dengan hatinya, hatinya menginginkan Faina ada disini, dia pun kasihan dengan Faina yang sedang mengandung anaknya, tapi jika dia menahan Faina untuk tetap tinggal bersamanya itu artinya dia egois, Reza hanya akan menyusahkan Faina dan membuatnya malu dengan keadaan Reza yang cacat dan tidak bisa berbuat apapun selain duduk di kursi roda.


Tes, air mata Faina jatuh kala mendengar semua yang diucapkan Reza, sakit sungguh sakit hatinya.


"Aku tunggu surat perceraian itu dirumah mamaku, tapi Za, satu yang harus kamu tau, aku mencintai kamu sampai kapanpun itu"ucap Faina lalu meninggalkan Reza sendiri di kolam renang itu.


*Maafkan aku Fai, aku harap kamu bisa menemukan lelaki yang jauh lebih baik dariku, selamat tinggal, batin Reza sambil terus memandang punggung Faina yang lama- kelamaan menghilang.


Kamu jahat Za, sungguh jahat, untuk apa kita berdoa untuk meninggal sehari sebelum pasangan kita meninggal kalau pada akhirnya kita pun akan berpisah, aku pergi bukan karena aku menyerah dengan sikapmu, tapi karena kamu mengatakan bahagia jika aku pergi, selamat tinggal Za, batin Faina sambil mengusap kasar air matanya yang tidak bisa berhenti keluar*.

__ADS_1


__ADS_2