Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 85


__ADS_3

Malam pun tiba.


Saat ini nyonya Kikan tengah asik mengobrol dengan Nisa dan Dion. Owh ya anak Nisa dan Dion itu laki-laki bernama Satria, usianya baru memasuki 2 tahun.


"Owh ya Nisa, Dion, rencana kalian itu ingin punya anak berapa sih?"tanya nyonya Kikan.


"Kalau aku mah terserah Nisa aja ma, sanggup-sanggupnya Nisa aja"ucap Dion.


Baru saja nyonya Kikan ingin bicara lagi tiba-tiba terdengar bunyi ketukan pintu yang sangat keras.


"Astaga itu siapa sih, nggak sabaran banget"ujar Nisa.


"Iya, tunggu sebentar!!!"teriak nyonya Kikan sambil berjalan bersama Nisa dan Dion untuk mengecek siapa orang yang telah mengetuk pintu sekeras itu.


Saat mereka sampai didepan pintu, mereka tidak menemukan siapa-siapa disana, disana hanya ada sebuah kotak persegi panjang.


Nyonya Kikan pun mengambil kotak itu dan membukanya, sontak saat melihat isi dari kotak itu nyonya Kikan langsung melemparnya dengan tubuh gemetaran.


"Ahkk"teriak nyonya Kikan, isi dari kotak itu tak lain adalah sebuah tikus yang sudah mati dan berlumuran darah serta tulisan berwarna merah yang bertulis 'kebusukanmu akan terungkap'.


"Ya Allah Dion cepat buang kotak itu!"ujar Nisa sambil memeluk nyonya Kikan yang masih ketakutan, Dion pun dengan cepat mengambil kotak itu dan membuangnya.


Saat Dion membuang kotak itu ditempat sampah yang ada didepan rumahnya, tanpa sengaja matanya melihat sosok yang tak asing baginya yaitu Faina yang berdiri di dekat pohon yang tak jauh dari rumah nyonya Kikan, saat dia mengucek matanya memastikan apa yang dia lihat itu benar atau tidak tiba-tiba sosok itu menghilang.


"Perasaan tadi aku ngelihat Faina, tapi nggak mungkin kalau Faina ada disini, dia kan udah meninggal. Atau jangan-jangan Faira, tapi Faira kan belum pernah datang kerumah ini dan untuk apa dia kesini"ujar Dion bingung.


Semua orang memang sudah tau mengenai saudara kembar Faina itu, awalnya mereka mengetahuinya dari nyonya Kikan yang cerita bahwa dia tak sengaja bertabrakan dengan orang yang mirip Faina sampai pada hari itu nyonya Leli menghubungi tuan Buddin mengatakan jika anak yang selama ini mereka rindukan telah kembali yaitu Faira, kembaran Faina.


"Sayang kok lama banget sih buang kotaknya"ujar Nisa yang sambil memegang bahu Dion.

__ADS_1


"Owh iya sayang, ini udah mau masuk kok, owh ya mama gimana?"ujar Dion.


"Mama istirahat dikamarnya ditemanin sama papa"jawab Nisa. Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Faina yang memang bersembunyi di pohon itu tersenyum puas melihat ketakutan nyonya Kikan.


Baru begitu saja kau sudah takut nyonya Kikan, apalagi nanti jika melihat wajah pucat ku, batin Faina.


"Nona ayo kita pulang"ujar Reyhan.


"Ayo Rey"jawab Faina sambil melangkah menuju mobil.


πŸ’πŸ’πŸ’


Sedangkan ditempat lain.


"Kenapa dari tadi aku tidak bisa fokus sepenuhnya sih pada pekerjaan ini, diotak ku hanya memikirkan Faina dan Reyhan saja, bagaimana kalau mereka berdua beromantisan seperti ditaman itu"ujar Faira, Faira pun langsung menelfon Faina untuk memastikan semua dugaannya.


Dalam telfon


"Iya halo Faira"ujar Faina.


"Kamu dimana Faina?"tanya Faira.


"Aku dimobil sama Reyhan, kita udah mau pulang"ujar Faina membuat Faira sedikit merasa lega.


Untung saja mereka tidak singgah-singgah ketempat lain lagi, batin Faira.


"Owh ya gimana reaksi mama tiri kamu itu?"tanya Faira.

__ADS_1


"Dia syok dan ketakutan Faira dan kamu tau ini pertama kalinya aku bahagia saat orang lain menderita"ujar Faina.


"Dia memang pantas mendapatkan itu bahkan itu belum seberapa atas apa yang sudah dia perbuat"ujar Faira.


"Nona bagaimana kalau kita singgah makan dulu, sepertinya saya lapar"ujar Reyhan mengajak Faina, dan kata-kata Reyhan itu dapat didengar oleh Faira.


Tidak, mereka tidak boleh singgah ke tempat lain lagi, batin Faira.


"Faina, kamu sama Reyhan jangan singgah kemana-mana lagi, ini udah malam tau, bungkus aja makanan kalian terus makan dirumah masing-masing"ujar Faira.


"Tapi kan ini belum terlalu malam Faira, nggak papa dong singgah sebentar, aku juga laper"ujar Faina sambil tersenyum dalam hatinya, Faina tau kalau saat ini Faira pasti cemburu, dan Faina ingin mendengar reaksi Faira selanjutnya.


"Faina ini udah malam, apa kata orang nanti kalau kamu pulang larut malam sama Reyhan, kalian kan belum muhrim"ujar Faira.


"Kamu cemburu ya?"tanya Faina membuat Faira dan Reyhan yang mendengarnya pun langsung terkejut.


"Nggak apaan sih"ujar Faira lalu mematikan telfon itu sepihak karena dia benar-benar malu jika ketahuan oleh Faina kalau dia memang cemburu, dan entah kenapa dia merasa seperti itu.


"Nona Faina ini bilang apa sih, mana mungkin nona Faira cemburu"ujar Reyhan.


"Bisa saja Rey. Owh ya kalau benar Faira mencintai kamu, tolong jangan buat dia sakit hati ya Rey"ujar Faina dengan tatapan serius.


"Nona Faina ini ada-ada saja"ucap Reyhan sedikit salah tingkah.


**Jangan lupa like dan komen ya.


Maaf kalau kemarin-kemarin aku nggak up ya.


Salam manis AuthorπŸ’**

__ADS_1


__ADS_2