Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 77


__ADS_3

"Kenapa kamu menemui nya?, kamu tau itu akan berbahaya untuk rencana kita Fai"ujar seorang perempuan memarahi wanita bernama Fai.


"Iya aku tau, tapi aku merindukannya, aku bertemu dengan mamanya pun nggak sengaja disupermarket"ujar Fai.


"Ya aku mengerti, tapi kamu harus ingat ada seseorang yang harus kita hadapi Fai, dia itu orang yang bermuka dua, jadi tolong kamu juga harus ngerti"ujar perempuan itu.


"Baiklah aku tidak akan mengulangi nya"jawab Fai sedikit sedih


Tiba-tiba seorang lelaki masuk.


"Permisi nona, hari ini nyonya Kikan akan pergi ke suatu tempat dan saya belum tau dia akan kemana, menurut saya bagaimana kalau kita mengikuti dia"ujar lelaki itu.


"Baiklah, terima kasih laporannya"ujar wanita itu dan pria itu langsung bergegas pergi.


"Kita akan pergi berdua"ujar wanita itu.


"Iya"jawab Fai.


Wanita itu tak lain adalah Faira dan yang berbicara dengan Faira adalah Faina serta lelaki itu tak lain adalah Rey.


Flashback on


Faina memang dinyatakan sudah meninggal bahkan Reza pun membuka jazatnya namun saat Faina diabawa keruang mayat, tiba-tiba dia menggerakkan tangannya dan tak lama dia sadar.


"Alhamdulillah mba Faina sadar, ini sungguh mukjizat, saya akan memberitahukan keluarga mba dulu"ujar Dokter yang menangani Faina kala itu.

__ADS_1


"Jangan"ujar Faina menahan Dokter itu.


"Kenapa mba?"tanya Dokter itu.


"Saya yang akan kesana sendiri dan memberikan mereka surprise"jawab Faina.


"Baiklah kalau seperti itu mba"ujar Dokter itu.


Saat Faina hendak menemui keluarganya, dia melihat nyonya Kikan sedang menelfon didekat toilet wanita, karena Faina penasaran dia mendekat dan mendengar percakapan nyonya Kikan.


"Iya sayang, aku juga merindukan mu"ujar nyonya Kikan yang membuat Faina heran.


Siapa yang ditelfon tante kikan?, batin Faina.


"....."


"......"


"Iya benar, yang dulu kamu ikuti dia dan hampir bunuh dia, tapi Reza datang menyelamatkan nya, tapi sekarang tanpa kita susah payah menyingkirkannya dia sudah meninggal duluan"ujar nyonya Kikan gembira yang membuat Faina langsung terkejut, Faina mengingat kembali kapan Reza menyelamatkan nya dari seseorang dan ingatan Faina tertuju pada satu kejadian, ya Faina ingat waktu itu mobilnya mogok dan dia menelfon Reza, tapi sayangnya waktu itu Reza malah mencuekinya, tetapi akhirnya Reza juga datang dan menghajar orang itu.


Author; kalau kalian lupa dengan episode waktu Faina mobilnya mogok, kalian bisa kembali ke episode 19.


"....."


"Iya sayang, aku tutup ya, da"ujar nyonya Kikan mematikan hpnya, Faina yang melihat nyonya Kikan sudah ingin beranjak pergi pun sembunyi dibalik tembok sehingga nyonya Kikan tidak melihatnya.

__ADS_1


"Mba Faina mari saya antar, mba kelihatan masih sangat lemah"ujar Dokter yang menangani Faina tiba-tiba datang.


"Tidak perlu Dokter, Dokter bisa membantu saya"ujar Faina.


"Membantu?, membantu apa mba?"ujar Dokter itu.


"Saya ingin kalian mengirimkan jenazah orang lain kerumah keluarga saya, biarkan mereka berfikir kalau itu adalah saya"ujar Faina.


"Maaf mba Faina, kami dari pihak rumah sakit tidak bisa melakukan itu, itu namanya kami membohongi keluarga pasien dan sebelum kami jadi Dokter kami sudah melakukan sumpah agar selalu jujur pada pasien maupun keluarganya"ujar Dokter itu.


"Saya yang akan tanggung jawab semuanya, saya juga tak akan menuntut dokter akan hal ini, tapi tolong bantu saya"ujar Faina.


"Maaf mba Faina tetap kami tidak bisa"ujar Dokter itu.


"Ada seseorang yang ingin membunuh saya Dok, kalau saya kembali sekarang dia akan merencanakan sesuatu untuk membunuh saya, dan saya tidak punya bukti sekarang untuk mencobloskan dia ke penjara"ujar Faina membuat Dokter itu terdiam.


"Tapi mba,,,"ujar Dokter itu yang dipotong oleh Faina.


"Dok saya tidak akan membuat Dokter dalam masalah setelah semua nya selesai nanti kalaupun ada yang akan membawa masalah ini ke polisi saya akan membela Dokter, saya janji itu"ujar Faina.


"Baiklah mba Faina, tapi saya mohon saya tidak ingin dapat masalah setelah ini"ujar Dokter itu dan diangguki oleh Faina.


Faina pun keluar dari rumah sakit itu, saat dia didepan pintu rumah sakit, dia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.


"Maaf saya tidak sengaja"ujar orang itu lalu mata Faina dan orang itu saling berpandangan dan sontak membuat keduanya kaget karena wajah mereka mirip, sangat mirip dan seperti tidak ada bedanya.

__ADS_1


Yang masih bingung dengan cerita ini Author akan membuat kalian paham dipart-part selanjutnya jadi jangan lupa baca terus ya cerita ini. Makasih.


__ADS_2