
Hari-hari berlalu dan setiap hari tiada hentinya nyonya Kikan mendapatkan teror surat, dan teror surat terakhir yang ia dapatkan adalah boneka jailangkung dengan surat bertuliskan 'aku bangkit dari kubur ku untuk membalaskan dendam ku pada mu nyonya kikan', dan itu cukup membuat nyonya Kikan 3 hari tidak keluar kamar dan tidak bertemu dengan kekasih gelapnya itu.
"Minum dulu ma"ujar Nisa sambil menyerahkan segelas teh pada ibunya yang hanya terdiam diatas ranjangnya.
Nyonya Kikan pun mengambil gelas itu dan meminumnya, lalu memberikannya kembali pada Nisa.
Sebenarnya siapa yang meneror ku sampai sekejam ini, apa benar kalau hantu Faina akan bangkit dari kuburnya, batin nyonya Kikan.
Apa yang sebenarnya mama perbuat sehingga orang itu meneror mama sampai setiap hari, batin Nisa tak tega melihat kondisi mamanya.
Saat Nisa keluar dari kamar mamanya, dia pun bertemu tuan Buddin yang baru pulang dari kantornya, tuan Buddin memang sengaja pulang cepat untuk menemani istrinya yang sedang dalam kondisi tidak baik.
"Bagaimana kondisi mamamu Nisa?"tanya tuan Buddin saat melihat Nisa.
"Begitulah pa, sejak teror terakhir itu, mama seperti bukan mama lagi, mama berubah jadi pendiam"ucap Nisa sedih.
__ADS_1
"Kamu yang sabar ya, papa juga lagi berusaha untuk mencari siapa dalang dibalik ini semua"ucap tuan Buddin.
"Aku juga nggak ngerti sama orang itu pa, sejahat apa kah mama sama dia sampai dia melakukan ini terlebih lagi dia membawa-bawa nama Faina yang telah tiada"ujar Nisa. Nisa dan semua orang kecuali nyonya Kikan memang tidak percaya kalau orang yang sudah meninggal akan bangkit kembali dan melakukan teror-teror seperti itu.
πππ
Sedangkan ditempat lain.
Rosi saat ini tengah sendiri dirumahnya sebab semua orang pergi kerumah nyonya Kikan untuk menjenguknya, Rosi sendiri tidak ikut karena dia benar-benar lagi malas untuk keluar rumah, lagi pula dia tidak kenal dengan yang namanya nyonya Kikan itu jadi dia memutuskan untuk tinggal saja dirumah bersama bi Sinta.
"Kamu ngapain kesini?, disini nggak ada kak Reza"ucap Rosi sambil menutup pintu rumahnya lagi, tapi Fero langsung menahannya.
"Aku nggak ingin ketemu sama Reza, aku ingin ketemu kamu"ucap Fero.
"Pergi kamu!!, aku nggak mau ketemu kamu"ujar Rosi.
__ADS_1
"Rosi aku mohon, kasih aku kesempatan, aku janji akan perbaikin semuanya"ujar Fero.
"Aku muak dengan kata janji Fero, itu hanya dimulut kamu aja dan aku yakin itu semua akan bertolak belakang dengan apa yang akan kamu perbuat nantinya"ujar Rosi.
"Rosi dengar aku, plis kasih aku kesempatan agar aku bisa buktiin ke kamu kalau kata-kata aku itu bukan hanya sekedar janji tapi bukti"ucap Fero.
"Pergi, pergi, pergi kamu"ujar Rosi sambil mendorong Fero kencang dan memukul dada bidang Fero, air mata Rosi pun sudah jatuh di pelupuk matanya, Fero sama sekali tidak melawan semua yang dilakukan Rosi padanya, dia memilih diam sejenak lalu memeluk wanita yang ia cintai itu.
"Maafin aku"ucap Fero lembut dan Rosi hanya terdiam dengan pikirannya sendiri.
Tanpa mereka berdua sadari ternyata sedari tadi bi Sinta melihat mereka dan mendengar percakapan mereka.
"Ada hubungan apa nona Rosi dan tuan Fero?"tanya bi Sinta bingung pada dirinya sendiri.
**Jangan lupa like dan komen ya
__ADS_1
Salam manis Authorπ**