Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Bertemu lagi


__ADS_3

Faira masuk ke kamarnya dan air matanya tumpah begitu saja dari mata indahnya itu, sakit sangat sakit mengetahui jika kita bukan anak kandung dari orang tua yang kita sebut papa dan mama.


"Kenapa aku harus berada diposisi seperti ini"lirih Faira, Faira bangkit dari ranjang yang ia duduki menuju meja rias nya yang disana ada sebuah foto keluarganya dengan nyonya Indah dan tuan Noval.


" Pa, ma, kenapa kalian membohongiku selama 27 tahun ini, kenapa kalian tidak jujur kalau aku bukan anak kalian"ujar Faira sambil mengusap lembut foto itu.


Tok...Tok... Tok


(Anggap aja suara pintu)


"Fai, ini mama dan papa sayang, buka pintunya ya"ujar nyonya Indah selembut mungkin.


Hening


Faira memilih untuk diam sebab dia belum bisa menerima fakta yang baru diketahuinya beberapa jam yang lalu dan dia belum siap untuk bertemu dengan siapapun saat ini.


"Fai jangan kayak gini dong nak, mama sedih kalau Faira begini, maafin mama dan papa ya" ujar nyonya Indah yang masih berusaha membujuk Faira, tapi tetap saja Faira sama sekali tidak berucap apapun.


"Ma sudahlah, Faira butuh waktu untuk sendiri"ujar tuan Noval.


"Tapi pa,,,"ujar nyonya Indah yang langsung dipotong oleh tuan Noval.

__ADS_1


"Ma bukannya mama sendiri yang bilang sama mama kandungnya Faira kalau dia butuh waktu sendiri, lantas mama sekarang?" ujar tuan Noval lalu menarik tangan nyonya Indah dan nyonya Indah pun menurut tanpa berucap apapun lagi.


Esok pun tiba.


Faira bangun dari tidurnya dengan mata yang membengkak karena menangis semalaman.


Faira pun masuk kedalam kamar mandinya dan mandi setelah itu dia memakai pakaian rapih dan keluar dari kamarnya.


Owh ya Faira bekerja di perusahaan ayahnya yaitu tuan Noval, tapi dia belum menjadi direktur utama perusahaan itu, sekarang dia masih menjabat menjadi wakil direktur, mungkin beberapa bulan lagi baru dia akan terangkat menjadi direktur utama.


"Faira sayang makan dulu nak"ujar nyonya Indah saat melihat Faira menuruni tangga.


"Tapi nak,,,"ucapan nyonya Indah langsung dipotong oleh ucapan Faira.


"Assalamu'alaikum ma, pa"ujar Faira lalu menyalimi kedua orang tuanya dan pergi begitu saja.


Saat diperjalanan menuju kantornya, tanpa sengaja Faira hampir menabrak seorang gadis kecil untung saja dia langsung merem mobilnya.


"Astaghfirullah"ujar Faira lalu turun dari mobilnya karena anak kecil itu jatuh akibat kaget, anak kecil itu juga sempat berteriak sebelum akhirnya dia terjatuh.


"Kamu nggak papa?"tanya Faira saat sudah berada di hadapan gadis itu, tapi gadis kecil itu menunduk sehingga Faira tidak dapat melihat wajahnya.

__ADS_1


"Sayang kamu nggak papa? , kamu sih jangan lari-lari"ujar seorang lelaki yang tiba-tiba datang dan menghampiri gadis kecil yang Faira hampir tabrak.


"Kamu!!"ujar Faira berteriak karena lelaki yang tiba-tiba datang itu adalah Reza dan gadis kecil yang Faira hampir tabrak tak lain adalah Fara.


"Ibu!!, ehk tante yang mirip ibu"ujar Fara sambil tersenyum saat melihat wajah Faira.


"Ayo kita pergi dari sini Fara"ujar Reza lalu menggendong Fara dan berjalan pergi.


"Tunggu!!"teriak Faira menghentikan langkah Reza.


"Boleh kita bicara"ujar Faira. Faira tau biar bagaimana pun dia menolak takdir hidupnya, tapi itu semua tidak akan pernah bisa dia rubah.


Faira dan Reza pun memutuskan untuk bicara di sebuah taman bermain anak dan duduk disebuah bangku yang ada disana, sedangkan Fara dia bermain bersama anak-anak yang ada ditaman itu.


"Jadi kamu itu menikah dengan orang yang mirip dengan saya karena sebuah perjodohan?"tanya Faira saat Reza sudah bercerita tentang awal pertemuannya dengan Faina sampai dia menikah dan itu semua atas keinginan Faira. Faira juga masih canggung jika harus menyebut kembaran sebab dia belum bisa menerima semua itu sepenuhnya.


"Ya, tapi lama-kelamaan saya mencintainya, dia adalah orang terunik dan terspesial yang pernah saya kenal"ujar Reza sambil memandang kearah Fara yang tengah asik bermain sambil sesekali tersenyum. " Kamu tau senyuman Faina saja sudah membuat saya deg-degan dan tangisannya membuat saya seakan hancur"lanjut Reza sambil membayangkan wajah senyum Faina waktu dia goda saat itu dan wajah tangisan Faina saat Reza menyuruhnya pergi.


**Jangan lupa like dan komen ya.


Salam manis Author**.

__ADS_1


__ADS_2