
ada apa ma ,mama suruh zahra cepet pulang" tanya zahra
" mama langsung aja ya ra, kamu mau papa jodohkan dengan anak temen ppa" jawab lina mama zahra
" Apa.....? " jawab zahra kaget
Zahra kaget mendengarkan yang dikatakan orang tua nya, Dia tidak tahu harus gimana . keinginan nya untuk melanjutkan sekolah ,kuliah bahkan untuk berkerja harus punah karena keinginan orang tua nya
" tapi pa,ma zahra masih sekolah,Zahra pengin kuliah nanti " saut zahra dengan wajahnya yg sedikit menunduk
" Zahra mama tahu kamu msh sekolah, lagian kamu kan udh kls 12 sbntar lagi kamu lulus, jadi apa salahnya nak" jwb mama Lina
" nak , kamu tenang aja, calon keluarga suami mu sudah setuju kamu boleh melanjutkan untuk kuliah nantinya, jadi kamu bersiaplah. nnti malam kita akan bertemu dengan keluarga calon suami mu itu" kata papa zahra
malam sudah datang, zahra semakin gelisah karena orang tua nya sudah menunggu nya di bawah, Dia tidak bisa menolak keinginan orang tua nya itu, Dia terlalu penurut untuk menjadi anak yg pembangkang.
" nak kamu udh siap?" kata mama lina dr luar pintu kamar zahra
zahra pun keluar dari dlam kamar nya, dia terlihat cantik dan anggun, Rambut yang menjuntai dan menggunakan sedikit aksesoris rambut tp tdk terlalu mencolok,gaun yang dibawah lutut berwarna biru muda tp kalem menambah terlihat sempurna.
" iya ma zahra udh siap" jwb Zahra
" kamu cantik sekali sayang" kata mama lina
mereka pun akhir nya sampai di Restoran yang sudah ditentukan , mereka duduk dan sedang menunggu keluarga sanjaya datang. Beberapa menit pun akhir nya yg ditunggu datang.
" Selamat malam han,lin maaff sedikit terlambat" kata sanjaya sambil berjalan menuju meja yg di tempati keluarga Zahra
" selamat malam juga jaya, silahkan duduk ,kami juga baru saja datang" jawab farhan(papa nya zahra)
sanjaya dan arini pun bergabung duduk bersama mereka
" aah inikah Zahra calon menantu ku lin" tanya arini
" iyaa rin, dia putri ku ,zahra" jwb lina
" yampun sangat cantik" kata arini sambil tersenyum manis kepda Zahra, zahra pun membalas nya dengan senyuman lembut nya.
" selamat malam tante, saya zahra" kata Zahra
" Oh jaya mana putramu ,knpa dia blm terlihat" tanya farhan
" sebentar lgi dia datang, td ada urusan sebentar katanya" jwb Sanjaya
" maaf saya terlambat " terdengar suara dr arah belakang meja tempat mereka duduk lalu menghampiri nya untuk ikut bergabung
orang itu adalah Dimas .
" ooh itu dia putra ku " kata sanjaya
" Dimas silahkan duduk, perkenalkan dia pak farhan dan di sebelah nya itu istrinya ibu lina, mereka adalah sahabat papi sekaligus calon mertua mu" kata sanjaya
Dimas pun memberikan salam kepada farhan dan lina kemudian mencium punggung tangan nya sebagai rasa hormat nya
"Saya Dimas, om,tan" kata Dimas
__ADS_1
" waah anakmu ini sangat sopan jaya, aku blm apa-apa sudah menyukai nya, iya kan zahra?" kata farhan sambil bertanya pada zahra, sontak saja zahra kaget krna sedari td dia hanya menunduk saja
" ah ii..iyaa pa kenapa ?" jwb zahra gugup
" yampun liat lah calon istrimu itu dia terlihat gugup" kata arini
" zahra perkenalkan Dia Dimas anak nya om sanjaya dan tante arini, nak dimas ini calon suami mu, sapalah dia nak" kata mama lina
Zahra pun mengangkat kepala nya ,dan betapa terkejut nya pria yg di hadapan nya adalah Guru nya di Sekolah.
" lho pak Dimas" gumam zahra dengan suara lirih
Berbeda dengan zahra ,Dimas terlihat sangat tenang saat tahu wanita yang akan di jodoh kan adalah Zahra
" ooh kalian sudah saling kenal nak" tanya arini
" Dia salah satu siswi di sekolah tempat dimas mengajar mi,pi" jwab Dimas dengan gaya cool nya
" wah bagus itu, kalian sudah saling mengenal" kata sanjaya
mereka pun melanjutkan makan malam tanpa suara hanya dentingan sendok saja yg menghiasi suasana makan malam itu .
" Pi,mi boleh kah dimas berbicara pda zahra hanya berdua saja" kata dimas memecah keheningan
*Kenapa si ini orang mau berbicara berdua saja dengan ku" batin zahra
" ya* silahkan nak,itu baik untuk kalian agar lebih dekat lagi" kata sanjaya
" om tan Dimas boleh kan" tanya Dimas untuk memastikan apakah farhan dan lina setuju,
" ayolah zahra ikut dengan nak dimas" kata mama lina
" mmm.. baiklah ma" jwb zahra
mereka pun pergi agak menajuh dr tempat orang tua nya ,menuju keluar Restoran dan duduk di taman samping restoran itu . Zahra hanya mengikuti Dimas saja sambil berjalan menunduk karena dia malu dan gugup, teringat kesan pertama bertemu dimas kurang enak . karena hanya menunduk dr td dia tdk sadar kalo dimas sudah berhenti berjalan , Dan ya benar saja dia menubruk punggung dimas
bruuuukkkkk
" ah maaf rem nya blong pak" tutur zahra agak sedikit senyum untuk menutup rasa gugupnya
" Duduk" titah Dimas
zahra hanya berdiri saja dia sedikit canggung untuk duduk di sebelah Dimas
" kenapa masih berdiri,duduk lah " kata dimas menarik tangan Zahra dan akhirnya zahra pun duduk di sebelah nya
"ah ya pak kenapa bapak mau berbicara berdua dengan saya"tanya zahra
" oh apa jangan-jangan bapak mau membatalkan perjodohan kita? "sambung zahra
" Tidak, apa kau ingin membatalkan nya? tanya dimas
" ti..tidak pak, mana berani aku melakukan itu, aku sangat menghargai pap sama mama, aku gak bisa membuatnya kecewa karena menolak ini" Jawab Zahra
" baiklah kalo begitu, kita jalani saja apa adanya, kita ikuti alur semua ini, apa kau setuju?" tanya dimas
__ADS_1
" apa bapak gak keberatan melakukan perjodohan ini?" zahra malah balik bertanya pda dimas
" sudah ku katakan tadi bukan, kita ikuti saja alur ini" jwb dimas
" dan satu lagi jka di luar sekolah panggil aku jngan bapak, aku blm setua itu ,bahkan umur kita hanya beda 3 thn " lanjutnya
" baiklah kak.. ya aku akan memanggil mu kak" kata zahra
" kau pikir aku kakak mu?" sambung dimas berdiri dan meninggal kan zahra yang masih duduk di kursi taman itu
" ah apa ada yg salah, dia kata dia blm setua itu untuk ku panggil bapak, dan usia kita beda 3 thn katanya,lalu aku memanggil nya dengan sebutan kakak, apakah itu salah?" batin zahra
" apa kau tidak mau pulang, orang tua kita seperti nya sudah pulang duluan" teriak dimas sambil berjalan mendekati zahra lagi
" hey kau tdk mendengar ku huh?" kata dimas kesal krna zahra hnya diam saja
" apa..kau td bertanya apa?" jwb zahra
" ya ampun kau ini ternyata bollot ya, aku berteriak kau tdk mendengar ku" kata dimas
" sudah lah kita pulang,aku akan mengantarmu, ikutlah dengan ku" dimas mengajk zahra pulang karena orang tua nya sudah pulang ntah sejak kapan mereka meninggalkan nya bersama dimas
Mereka berjalan menuju mobil dimas,zahra hnya diam sambil menatap tangan nya yg di tarik dimas, ntah dimas sadr atau tidak,
"ah aku ini knpa, knapa aku senang dia menarik tanganku seperti ini" batin zahra
" masuklah " titah dimas
zahrapun naik dan duduk di samping dimas yang mengemudikan mobil,dan sesekali dia melirik ke arah dimas yang sedang fokus menyetir tanpa menoleh ke arah nya .
"dimana rumah mu?"tanya dimas
" apa?" jwb zahra
" kau ini kenapa dr td melamun saja!" Dimas yang semakin kesal krna emang dr td Zahra hanya diam dan bengong kaya orang yg baru bangun tidur gak nyambung di ajak ngobrol.
" maaf, aku hnya sedikit bingung kenapa papa sama mama pulang tnpa memberi tahu ku" jawab zahra
Dimas hanya mendengar kan zahra tanpa menjawab yg di katakan nya tadi dia hanya fokus mengendarai mobil nya.
"ah ya rumah ku ,di depan ada pertigaan belok kanan ,cat warna biru tosca itu rumah ku" kata zahra
" baiklah" jwb dimas dengan cuek nya
" dasar cowok nyebelin" gumam zahra
"apa" kata dimas sambil menaikan alisnya
" tidak" jwb zahra
Tidak lama mereka pun sampai di depan rumah Zahra
"kau tdk ingin turun,atau kau mau memandangi ku saja" kata dimas menyadarkan zahra dr lamunan nya
" oh maaf, aku tdk menyadari nya, kalo begitu makasih kau sudah mengantarku" jwb zahra
__ADS_1
Dimas pun pergi tanpa pamit ke Zahra dia hnya membunyikan klakson mobil nya saja, dan zahra pun masuk ke dalam rumah, dia langsung menaiki tangga menuju kamar nya, rumah sudah sepi,mungkin papa mama sudah tidur pikirnya, setiba di kamar dia hanya memikirkan tantang perjodohan nya dng dimas, dia tdk menyangka akan menikah dengan guru nya sendiri di sekolah . Memikirkan tentang perjodohan membuat otak nya lelah, dan akhirnya zahra pun terlelap begitu saja.