Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 31


__ADS_3

Reza mendekat kearah Nisa, tak lama Nisa membuka matanya, Nisa bahagia kala melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini, tapi suaranya tidak bisa keluar, air mata Nisa jatuh kala kakinya juga sudah tidak bisa ia gerakkan, begitu pula badannya.


"Kamu mengalami stroke ringan Nis"ujar Reza yang membuat tangis Nisa semakin pecah, Reza pun dengan spontan memeluk tubuh Nisa yang bergetar hebat karena tangisannya.


"Percayalah, kamu akan sembuh"ujar Reza menenangkan Nisa.


Tak lama nyonya kikan dan tuan Buddin pun masuk keruangan Nisa dengan wajah panik.


Tuan Buddin yang melihat Reza memeluk Nisa pun kaget, saat mendengar suara pintu terbuka Reza pun langsung melepaskan pelukannya pada Nisa.


"Bagaimana kondisi Nisa, nak?"ujar nyonya kikan.


"Nisa mengalami stroke ringan tante"ujar Reza yang membuat nyonya kikan langsung menangis.


Tuan Buddin yang melihat istrinya menangis pun langsung menenangkan istrinya itu, setelah istrinya tenang, tuan Buddin meminta Reza untuk bicara berdua dengannya diluar.


"Apa hubungan kamu dengan Nisa?"tanya tuan Buddin.


"Saya sama Nisa hanya berteman pa, kalau papa sendiri?"ujar Reza.


"Saya papa tiri Nisa, saya harap kamu tidak akan menyakiti perasaan putri-putri saya, jangan sakiti Nisa, terlebih lagi Faina"ujar tuan Buddin.


"Iya pa"ujar Reza.


"Pulanglah, Faina pasti tengah menunggumu"ujar tuan Buddin yang membuat Reza teringat jika hari ini dia ada janji makan malam dengan Nisa.


"Saya pulang dulu pa"ujar Reza bergegas ke mobilnya.

__ADS_1


Didalam mobilnya sudah ada Fero yang tertidur, Reza pun langsung membangunkan Fero dan menyuruhnya untuk mengendarai mobil dengan cepat sampai dirumahnya


"Bos, bos kenapa kayak panik gitu?, apa terjadi sesuatu sama nona?"ujar Fero.


"Aku ada janji dengan Faina, Fero, dan aku melupakannya, aku takut Faina akan marah"ujar Reza.


"Astaga bos, bos ini bagaimana sih"ujar Fero.


"Aku tadi khawatir dengan Nisa, entah kenapa aku sampai melupakan Faina"ujar Reza.


Setelah sampai dirumahnya, Reza menyuruh Fero untuk membawa saja mobilnya untuk Fero kendarai pulang.


"Bi, Faina mana?"tanya Reza saat sudah masuk kedalam rumahnya.


"Non Faina ada dikamarnya den"ujar bi Sinta.


"Fai, buka pintunya, ini aku, Reza"ujar Reza.


Tak lama pintu itu pun terbuka, dan terpampanglah wajah Faina.


"Fai, maaf, aku ingkar janji malam ini, tad,,,"ujar Reza terpotong oleh ucapan Faina.


"Udahlah Za, bukankah kamu emang sering ngecewain aku"ujar Faina.


"Aku benar-benar minta maaf Fai"ujar Reza.


"Aku dandan setengah mati untuk ketemu sama kamu Za, aku dandan begitu cantik untuk ketemu sama kamu, aku nunggu hampir 3 jam direstoran itu seperti orang gila"ujar Faina dengan air mata yang sudah jatuh dipipinya, ini untuk pertama kalinya ada orang yang melihat Faina menangis, selama ini Faina selalu menutupi semua kesedihannya, tapi malam ini, entah kenapa dia tidak bisa lagi mengendalikan hatinya.

__ADS_1


Reza terdiam melihat Faina seperti itu, sebab untuk pertama kalinya dia melihat gadis periang seperti Faina menangis, entah mengapa juga hatinya ikut teriris melihat air mata Faina keluar, terlebih lagi itu karena dirinya.


"Fai, aku tadi kerumah sakit, Nisa kecelakaan"ujar Reza yang membuat Faina terkejut.


"Kecelakaan?"


"Iya, dia mengalami stroke ringan sekarang, udah nggak usah nangis, kamu jelek tau kalau nangis"ujar Reza.


"Tapi kan kamu bisa telfon aku Za, supaya aku nggak nungguin kamu disana, sebegitu cintanya kah kamu sama dia sampai kamu lupa sama aku, dan satu lagi aku nggak cengeng"ujar Faina menghapus air matanya, Faina juga sangat malu kepada Reza saat ini karena lelaki itu sudah melihatnya menangis.


"Maaf Fai, aku janji mulai dari sekarang, aku akan mendahulukan kamu ketimbang Nisa"ujar Reza yang membuat Faina terkejut.


"Kenapa?"


"Karena kamu istri aku"ujar Reza sambil tersenyum lembut kearah Faina.


"Aku emang istri kamu, tapi diantara kita ada kontra nikah Za, seharusnya aku tadi nggak marah dan kecewa sama kamu, toh aku tau, aku hanya istri kontrak kamu"ujar Faina yang membuat Reza terdiam, Reza ingin mengatakan pada Faina jika dia mulai menyukai gadis itu, tapi mulut Reza seakan susah mengucapkannya.


"Owh yah bagaimana kondisi Nisa sekarang, pasti tante sama papa khawatir banget kan sama Nisa"ujar Faina ikut prihatin.


"Nisa udah sadar tadi, dan kenapa kamu nggak pernah cerita kalau Nisa saudara tiri kamu?"ujar Reza.


"Kamu nggak pernah nanya, dan aku rasa itu nggak penting untuk dicerita"ujar Faina.


"Penting Fai, kamu harus cerita semuanya sama aku, aku suami kamu"ujar Rega, baru saja Faina ingin protes jika Reza hanya suami Kontraknya yang tidak bisa tau terlalu dalam tentang keluarganya, Reza langsung berbicara lagi.


"Yaudah kamu tidur aja, aku juga capek, sampai ketemu besok"ujar Reza lalu memasuki kamarnya.

__ADS_1


Aku harus menjenguk Nisa, aku juga ingin bertemu papa, aku merindukannya, batin Faina.


__ADS_2