Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 92


__ADS_3

"Rey barusan Faira sms aku katanya dia udah ada dirumah Reza"ujar Faina.


"Kok bisa nona?, bukannya kita semua janjian untuk sama-sama kesana ya"ujar Reyhan.


"Iya, tapi tadi mobilnya mogok dan mama Tasya melihatnya, akhirnya mama menyuruh Faira untuk kerumahnya dulu"ujar Faina.


"Owh begitu ya nona, kalau begitu bagaimana kalau kita berangkat sekarang"ujar Reyhan.


"Iya Rey, ayo"ucap Faina.


Faina dan Reyhan telah tiba didepan rumah Reza, tapi mereka berdua belum turun dari mobil mereka.


"Nona, apa nona sudah siap?"tanya Reyhan.


"Iya, kita turun sekarang Rey"ucap Faina.


Mereka pun turun dari mobil mereka, saat mendekati pintu tanpa sengaja Faina dan Reyhan mendengar kata-kata Fara, owh ya pintu utama rumah Reza pun tidak ditutup jadi mereka dapat melihat jika Faira dan Reza tengah mengajar Fara dan mereka bertiga seperti sepasang keluarga yang bahagia.


"Pa, boleh ya tante Faira jadi mamanya Fara"ujar Fara dengan raut wajah memohon, Faira dan Reza pun langsung terkejut dan mereka saling memandang satu sama lain.


"Mama dan papa juga setuju kalau kalian bersama karena Faira adalah satu-satunya wanita yang dapat menggantikan posisi Faina dihati Fara dan dihatimu Reza"ujar nyonya Tasya yang tiba-tiba datang bersama tuan Herman.


Saat mendengar semua itu perasaan Faina hancur, semua orang telah melupakannya, Fara pun merasa bahagia dengan kehadiran Faira, jadi apa gunanya Faina kembali jika kebahagiaan putrinya terletak pada Faira, tanpa Faina sadari air matanya telah jatuh bercucuran dari matanya dan Reyhan melihat Faina menangis.


"Nona are you okay?"tanya Reyhan sambil memegang bahu Faina, walaupun hati Reyhan juga sakit mendengar kalau semua orang menginginkan Faira menjadi pasangan Reza, tapi dia tau kalau Faina lebih terluka dari pada dirinya saat ini. Reyhan pun telah menyadari jika dia mencintai Faira saat mendengar semua perkataan Fara dan nyonya Tasya tadi, dia menyadari bahwa dia tak ingin kehilangan Faira, dia tak ingin Faira bersanding dengan lelaki lain selain dirinya.


"Mereka tidak membutuhkan ku lagi Rey"ucap Faina lalu berlari pergi, saat Faina berlari tiba-tiba pandangan mata Faira melihatnya.


"Faina tunggu!!"teriak Faira sambil ikut berlari mengejar Faina membuat semua orang yang ada disekitarnya menjadi terkejut.


"Nak Faira mau kemana?"tanya nyonya Tasya.

__ADS_1


Reza yang mendengar Faira menyebut nama Faina pun memilih untuk mengikuti kemana larinya Faira begitu pun dengan Reyhan serta nyonya Tasya dan tuan Herman, sedangkan Fara dia dititipkan dengan bi Sinta dirumah.


Faina terus berlari, dia tak perduli dengan teriakan Faira.


"Faina awas!!"teriak Faira sambil berlari menyelamatkan Faina yang hampir tertabrak mobil, akhirnya mereka berdua pun terjatuh dijalanan akibat tarikan Faira pada tubuh Faina.


"Kamu nggak papa?"tanya Faira.


"Faira tangan kamu terluka"ujar Faina yang melihat tangan Faira yang tergores aspal.


"Tangan aku nggak papa kok, asal kamu baik-baik aja"ucap Faira.


"Ini nggak mungkin"ujar Reza yang sudah tiba di sana bersama Reyhan, nyonya Tasya dan tuan Herman.


Faina dan Faira yang mendengar suara pun mengalihkan pandangannya kearah sumber suara.


"Reza"ucap Faina lalu berdiri begitupun dengan Faira yang juga sudah berdiri.


"Za, aku, aku minta maaf"ujar Faina.


"Faina udah meninggal dan kamu, kamu bukan dia"ujar Reza.


"Tapi aku masih hidup Reza, aku disini untuk kembali, tapi jika kamu tetap menyuruhku pergi, aku akan menurutinya"ujar Faina.


"Kalau kamu Faina, kenapa kamu ninggalin aku dan pura-pura meninggal, kenapa kamu ninggalin anak kamu yang baru lahir, kenapa kamu setega itu nyiksa kami"ucap Reza.


"Iya aku minta maaf akan hal itu, tapi satu yang harus kamu tau, aku nggak mungkin ninggalin kalian tanpa sebab"ujar Faina.


"Bagaimana kalau kita bicarakan semua ini dirumah saja, kalau dijalanan seperti ini tidak enak dilihat orang"ujar tuan Herman.


Mereka semua pun melangkah pulang menuju rumah nyonya Tasya dan nyonya Tasya pun sudah menghubungi nyonya Leli tentang Faina dan nyonya Leli beserta Rangga dan Syifa pun memutuskan untuk kerumah nyonya Tasya.

__ADS_1


💝💝💝


Sedangkan ditempat lain.


Fero sudah sadar dari pingsannya dan yang pertama kali ia lihat adalah wajah tidur Rosi sambil memegang tangannya, tanpa Fero sadari tangannya yang satunya terangkat mengusap lembut kepala Rosi, kelakuan Fero itu membuat Rosi bangun dari tidurnya.


"Maaf, aku ganggu kamu tidur"ucap Fero, tapi Rosi hanya terdiam tak menjawab.


"Maaf juga kalau aku nyusahin kamu untuk datang kesini"lanjut Fero lagi, tapi Rosi tetap saja diam.


"Kalau kamu mau kamu bisa pergi dari sini sekarang, aku nggak papa kok disini sendiri"ujar Fero.


"Fer bisa nggak sih kamu nggak bilang kayak gitu, bukan itu yang ingin aku dengar"ujar Rosi.


"Lalu apa Ros?"tanya Fero.


"Aku mau kamu bilang kalau kamu cinta sama aku, tapi bukan hanya sekedar kamu ungkapin kata cinta kayak dulu, tapi kali ini kamu juga ajak aku nikah, masa kayak gitu doang harus diajarin"ujar Rosi cemberut.


"Kamu, kamu nggak bercanda kan Ros?"ujar Fero.


"Buat apa aku bercanda Fer, aku serius"jawab Rosi.


"Aku mencintai kamu dan kamu mau kan jadi istri aku"ujar Fero membuat Rosi tersenyum lalu senyumannya kembali hilang.


"Nggak romantis, mana cincin sama bunganya"ujar Rosi.


"Maaf, cincin sama bunganya nyusul besok ya, aku akan datang kerumah kamu besok untuk melamar kamu"ujar Fero.


"Janji"ujar Rosi dengan senyuman


"Iya, janji"jawab Fero sambil membalas senyuman Rosi

__ADS_1


__ADS_2