
"Maaf kan aku"ujar Nisa sambil menatap lekat wajah Faina.
"Maaf untuk apa?"tanya Faina.
"Semuanya Fai, mulai dari kasih sayang ayah yang gue ambil dan sekarang Reza kayak gini karena pulang dari jengukin gue"ujar Nisa dan air matanya kembali jatuh.
Faina pun mendekat kearah Nisa dan memeluk wanita itu, Nisa juga membalas pelukan Faina.
"Aku sudah memaafkan mu Nis, jauh sebelum kamu minta maaf"ujar Faina tulus, dia tak pernah marah pada Nisa, bagi Faina semua ini sudah takdir dan tidak ada yang bisa disalahkan.
Saat mereka berpelukan, Faina melihat sekilas kearah Reza dan tangan Reza bergerak, Faina yang melihat itu pun langsung melepaskan pelukannya dan membuat Nisa heran.
"Bi Sinta cepat panggilkan Dokter, tangan Reza bergerak!!"ujar Faina senang, Nisa yang mendengar itupun langsung melihat kearah Reza dan benar tangan Reza masih terus bergerak.
Tak lama Dokter pun datang karena dipanggil oleh bi Sinta dan Dokter itupun dengan cepat memeriksa kondisi Reza.
"Bagaimana Dok?"ujar Faina dan Nisa bersamaan.
"Kondisi ini memang sering terjadi pada orang yang koma mba, itu tandanya dia bereaksi dengan apa yang dia dengar, teruslah berkomunikasi dengannya karena biarpun dia koma dia tetap bisa mendengar suara kalian"ujar Dokter itu dan membuat Faina sedikit kecewa karena tadinya dia mengira bahwa Reza akan segera sadar, tapi ternyata itu memang sering terjadi pada orang koma.
Kapan kamu sadar Za, sungguh aku merindukanmu, batin Faina.
"Kalau begitu saya pamit dulu, kalau ada apa-apa panggil saya lagi"ujar Dokter itu.
"Makasih Dok"ujar Faina lemas.
Setelah kepergian Dokter itu, Nisa segera mendekat kearah Faina dan memegang bahu Faina dengan lembut.
__ADS_1
"Gue yakin Reza akan cepat sadar Fai"ujar Nisa.
"Gue berharap juga seperti itu Nisa"ujar Faina.
Malam pun tiba.
Nisa pun pamit pulang pada Faina karena sedari tadi hpnya terus berbunyi dan nyonya kikan yang menghubunginya menyuruh Nisa cepat pulang untuk meminta penjelasan anaknya itu kenapa anaknya itu tiba-tiba bisa sembuh.
Nisa berjalan meninggalkan ruangan Reza, dia juga sudah berjanji pada Faina untuk datang lagi besok, menjenguk Reza.
Bruuuuk
"Maaf, saya buru-buru"ujar Nisa yang menabrak seseorang saat dia berada di pintu keluar rumah sakit.
Nisa mendongakkan kepalanya melihat siapa orang yang dia tabrak dan betapa terkejutnya dia mengetahui siapa orang yang di tabraknya itu.
"Lo Nisa, teman SMA gue dulu"ujar Dion dan Nisa pun mmengangguk tanda mengiyakan.
Dion adalah sahabat SMA Fero dan Reza, serta teman SMA Nisa, mereka berempat dulu satu kelas dan sudah sejak SMA Reza mencintai Nisa dalam diam, hanya Fero dan Dion lah yang tau mengenai perasaan Reza itu. Nisa juga dulu sama sekali tak pernah menunjukkan rasa ketertarikannya pada Reza.
Setelah tamat SMA, Dion harus melanjutkan kuliah diluar negri tepatnya di new york karena suruhan kedua orang tuanya, semenjak itulah Dion tidak pernah mendengar kabar mengenai Reza, Fero, atau pun Nisa lagi karena dia juga kehilangan kontak teman-temannya itu.
Setelah tamat kuliah, Dion kembali ke Indonesia dan mulai berbisnis di negaranya sendiri.
"Yaampun gue nggak nyangka bakal ketemu sama lo disini, btw lo ngapain disini?"ujar Nisa.
"Gue aja nggak nyangka bakal ketemu sama lo, gue kesini pengen nyari gebetan gue"ujar Dion, dan yang dimaksud gebetan sama Dion itu adalah Faina.
__ADS_1
"Gebetan?, dirumah sakit, gebetan lo bukan hantu atau pocong kan?"ujar Nisa bercanda sambil tertawa sendiri.
"Yah bukanlah, gebetan gue itu cantik tau"ujar Dion dengan suara yang sedikit meninggi.
"Selow aja kali, lagian lo aneh banget masa cari gebetan dirumah sakit"ujar Nisa.
"Iya gue cari dia disini itu karena disini terakhir kali gue ketemu sama dia, gue juga nggak tau dia jenguk siapa disini"ujar Dion.
"Suaminya kali"jawab asal Nisa.
"Yah kali gue deketin istri orang, kayak nggak ada yang belum nikah aja"ujar Dion.
"Bercanda gue Dion"ujar Nisa sambil tertawa karena melihat wajah Dion yang memerah.
"Lo mah bercandanya keterlaluan"ujar Dion.
"Owh yah Dion, gue cabut dulu yah soalnya gue buru-buru nih"ujar Nisa hendak pergi tapi suara Dion yang memanggil namanya membuat Nisa menghentikan langkahnya.
"Ada apa?"tanya Nisa.
"Tulis nomor lo disitu supaya next time kita bisa nongkrong bareng"ujar Dion memberikan hpnya pada Nisa.
Nisa pun mengambil hp Dion dan menulis nomornya dihp lelaki itu kemudian memberikannya kembali
"See you Dion"ujar Nisa lalu melangkah pergi.
"See you too Nis"jawab Dion dan melihat kearah hpnya dan ternyata Nisa menulis kontaknya dihp Dion dengan nama 'Nisa imut' dan itu membuat Dion tersenyum sendiri memikirkan tingkah aneh Nisa yang tidak pernah berubah dari sejak SMA dulu.
__ADS_1