Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 47


__ADS_3

"Bisa nggak sih, nggak usah gangguin gue"ujar Faina dengan tatapan kesal.


"Sayangnya nggak bisa sampai lo mau jadi pacar gue"ujar Dion.


"Gue udah punya pasangan"jawab Faina jujur, Faina berharap dengan jujurnya dia kepada Dion bisa membuat Dion menghindarinya.


"Dan gue nggak percaya"ujar Dion, Dion malah berfikir jika Faina hanya pura-pura dengan ucapannya demi menghindari Dion.


"Terserah deh"ujar Faina pasrah.


Faina pun memilih diam dan membiarkan Dion yang sudah duduk disampingnya, tapi lama-kelamaan Faina jadi risih sendiri karena Dion terus memperhatikan wajahnya.


"Mau lo itu apasih?!!, berhenti natap gue kayak gitu!"ujar Faina kesal.


"Mau aku, kamu"ujar Dion yang membuat pipi Faina memerah menahan kekesalannya.


Faina pun beranjak dari tempat duduknya, tapi sebelum dia pergi tangannya dicekal oleh Dion.


"Apa?!"ujar Faina sambil melepaskan cekalan Dion ditangannya.


"Mau kemana?"tanya Dion.

__ADS_1


"Bukan urusan lo"ujar Faina lalu melangkah cepat meninggalkan Dion.


Kenapa gue selalu dipertemukan dengan orang itu sih, batin Faina.


Faina membuka knop pintu ruangan Reza dan ternyata keluarga Faina juga sudah berada didalam ruangan Reza, nyonya Leli yang melihat putrinya datang pun langsung memeluk erat tubuh Faina.


"Mama rindu Fai"ujar nyonya Leli.


"Fai juga rindu mama, kapan mama datang?"ujar Faina.


"Barusan"ujar nyonya Leli sambil mengusap lembut pipi anaknya itu, Faina hanya tersenyum saat mamanya mengusap pipinya.


"Ma"ujar Faina sambil memegang tangan mamanya karena mamanha terdiam cukup lama.


"Ehk iya, duduk nak, kasian bayi dalam kandungan kamu kalau kamu berdiri terus"ujar nyoya Leli, nyonya Leli beserta seluruh keluarganya serta keluarga Reza sudah tau mengenai Faina yang hamil, mereka tau itu semua dari bi Sinta yang memberitahunya saat Faina pergi ketaman rumah sakit tadi.


"Mama kok tau aku hamil?"tanya Faina heran.


"Mama tau dari bi Sinta"ujar nyonya Leli dan Faina pun mengangguk tanda mengerti.


"Fai memang Reza kemana semalam, kenapa dia bisa sampai kecelakaan?"ujar nyonya Tasya pada menantunya.

__ADS_1


"Reza pergi menemui Nisa ma, tapi semua ini salahnya Faina, Reza sudah menolak untuk pergi kesana, tapi Faina malah memaksanya"ujar Faina dengan air mata yang sudah jatuh dipipinya kala mengingat kesalahannya itu.


Nyonya Tasya dan nyonya Leli pun langsung memeluk erat Faina, sebenarnya nyonya Tasya bertanya bukan untuk membuat Faina mengingatnya lagi cuman dia hanya ingin tau kenapa Reza bisa keluar malam-malam begitu.


💜💜💜


1 Minggu berlalu


Keadaan Reza benar-benar tidak berubah, dia masih tetap koma bahkan kondisinya setiap hari sama saja dan tidak ada perubahan.


Setiap hari pula Faina hanya menghabiskan waktunya dirumah sakit membuat semua orang khawatir terhadap kondisi Faina dan bayinya, apalagi Faina selalu tidak nafsu makan.


Faina sudah berhenti dari pekerjaan, sebenarnya Faina sangat tidak rela harus berhenti karena pekerjaannya sekarang sangat cocok dengan hobinya, tapi seluruh keluarga Faina telah melarang Faina untuk bekerja karena kehamilannya, terlebih lagi saat dokter mengatakan janin Faina sangat lemah karena Faina terlalu lelah dan banyak pikiran.


"Fai lebih baik lo istirahat aja dirumah, biar disini gue yang jaga Reza dan lo nggak usah khawatir gue akan jaga dia dengan baik kok"ujar Fero kasihan terhadap Faina yang tubuhnya terlihat kurusan.


"Tidak apa Fer, gue sendiri yang akan jaga Reza sampai dia sadar"ujar Faina, entah sudah berapa kali semua orang membujuk Faina untuk pulang, tapi Faina selalu menolaknya dan memilih menemani Reza.


Fero yang mendengar penolakan Faina pun hanya bisa terdiam, dia tidak tau harus berkata apa lagi pada Faina.


Cepat sembuh Za, istri lo begitu membutuhkan lo, terlebih lagi sekarang dia tengah hamil, dan lo akan jadi ayah, batin Fero sendu sambil menatap wajah Reza.

__ADS_1


__ADS_2