
Malam pun tiba.
Reza sudah sampai dirumahnya dan dia tidak menemukan keberadaan Faina.
"Bi, bi Sinta!!"ujar Reza teriak.
"Ada apa den?" tanya bi Sinta.
"Bibi liat Faina?, dia dimana?"ujar Reza.
"Non Faina belum pulang den, malah bibi kira sama den, karena non Faina semangat sekali masak nasi goreng yang den suka tadi siang"ujar bi Sinta yang membuat Reza merasa bersalah.
"Yaudah, makasih bi"ujar Reza, Reza pun mengambil hpnya dan menghubungi hp Faina, tapi tak kunjung diangkat.
Kamu kemana Fai?, batin Reza cemas.
Reza pun langsung menelfon mama Faina, Reza berharap jika Faina sedang berada dirumah mamanya saat ini.
Dalam telfon.
"Halo nak Reza"ujar nyonya Leli.
"Halo ma, ma apa Faina ada dirumah mama?"ujar Reza.
"Tidak ada nak, memang Faina kemana?"ujar nyonya Leli.
"Owh yaudah ma, makasih"ujar Reza.
"Kalian bertengkar?"tanya nyonya Leli dengan suara khawatir.
__ADS_1
"Tidak ma, mama tenang aja, aku pasti akan nemuin Faina, mungkin dia ada dirumah temannya"ujar Reza.
"Za, maafkan Faina kalau dia menyusahkan kamu"ujar nyonya Leli.
"Tidak ma, Faina istri yang sempurna"ujar Reza.
Faina memang sempurna ma, tapi menantu Mama ini yang tidak layak mendapatkannya, batin Reza.
"Jaga Faina untuk mama Za, jangan buat dia meneteskan air matanya ,sudah cukup dia disakiti oleh ayahnya, jangan lagi dia disakiti oleh suaminya"ujar nyonya Leli.
"Baik ma"ujar Reza.
Sambungan pun terputus dan Reza langsung menelfon Fero untuk melacak keberadaan Faina.
Esok pun tiba.
"Ada apa denganku?"tanya Reza pada dirinya sendiri.
💝💝💝
Sedangkan ditempat lain.
Fero sebenarnya sudah tau dimana Faina dari semalam, Faina sedang berada dirumah sahabatnya yaitu Disha.
Faina yang meminta agar Fero tidak memberitahukan kepada Reza dimana keberadaannya, sebab Faina butuh waktu untuk menenangkan dirinya sebentar tanpa bertemu dengan Reza.
"Apa yang harus saya katakan pada bos Reza nantinya nona?"ujar Fero.
Fero dan Faina sedang berada di halaman rumah Disha.
__ADS_1
"Bilang saja kau tidak bisa menemukanku"ujar Faina.
"Tapi nona, bos Reza sangat khawatir terhadap nona"ujar Fero, Fero yakin Reza khawatir terhadap Faina, sebab dari suara Reza semalam itu sangat jelas jika dia sangat khawatir.
"Dia tidak khawatir terhadap ku Fero, paling dia takut kalau mama tau aku hilang, makanya dia menyuruhmu untuk mencariku"ujar Faina.
"Nona saya bisa dipecat sama bos Reza jika berkata bohong padanya nanti"ujar Fero.
"Aku yang akan bertanggung jawab atas semuanya, tenanglah"ujar Faina. "Owh yah kau kan sudah sahabatan lama sama Reza, bisa kau ceritakan bagaimana percintaan Reza dan Nisa dulu"ujar Faina.
"Tidak bisa nona, bos Reza bisa membunuh saya nantinya"ujar Fero takut.
"Yasudah"ujar Faina cemberut.
"Apa nona mencintai bos Reza?"ujar Fero yang membuat Faina terkejut.
"Cinta?, sama bos mu itu, nggak"ujar Faina.
"Lalu kenapa saya melihat nona cemburu dengan kedatangan Nisa"ujar Fero.
"Saya tidak cemburu Fero. Saya hanya kecewa karena dia tidak mengakui saya sebagai istrinya, inikan belum satu tahun berlalu, baru juga 4 bulan, tapi dia sudah tidak mengakui saya istrinya, terlebih lagi Nisa pacarnya itu adalah saudara tiri saya"ujar Faina yang membuat Fero terkejut.
"Saudara tiri nona?, maksudnya?"ujar Fero.
"Iya, dia anak dari istri ayahku, Nisa itu yang sudah merebut kasih sayang ayah dariku, ayah mencintainya seperti anak kandungnya sendiri, sedangkan aku seperti anak tiri bagi ayah"ujar Faina berusaha kuat menahan air matanya.
Fero turut prihatin terhadap Faina, Faina memiliki masalah yang begitu berat, bebannya sudah ia pikul sejak orang tuanya berpisah, dia seorang anak broken home yang kurang kasih sayang.
kasihan nona, saya berharap bos Reza dan nona bisa sama-sama sampai maut memisahkan, saya yakin nona dan bos hanya belum menyadari jika kalian sudah saling suka, batin Fero sambil menatap mata Faina yang penuh kesedihan.
__ADS_1