Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Terungkap


__ADS_3

"Ini rumah saya"ujar Faira pada nyonya Leli dan semua orang yang ingin bertemu dengan keluarga Faira.


Faira dan nyonya Leli serta semua orang pun masuk kedalam rumah itu.


"Ma, aku pulang!!"teriak Faira memanggil sang mama.


Tidak lama mama Faira pun keluar dari kamarnya dan langsung memeluk serta mencium pipi anaknya itu, sedangkan Faira dia mencium tangan mamanya.


"Mereka siapa Fai?"tanya mama Faira.


"Ma, apa Faira bukan anak kandung mama dan papa?"ujar Faira yang seakan membuat jantung mamanya berhenti berdetak.


"Maksud kamu apa nak?, Kamu anak mama dan papa"ujar mama Faira yang bernama Indah.


"Jawab jujur Fai ma"ujar Faira sambil memegang tangan mamanya itu.


"Memang kenapa kamu bertanya seperti itu?"ujar Indah dengan satu tarikan nafasnya.

__ADS_1


"Saya Leli. Sekitaran 27 tahun yang lalu saya melahirkan anak perempuan kembar, dan salah satu anak saya hilang, dan Faira sangat mirip dengan Faina saudara kembarnya"ujar Leli yang membuat Indah menatap satu per satu orang yang berada disana, dan pandangannya jatuh pada wajah Faira.


"Mungkin ini saatnya kita jujur sama Faira ma"ujar seseorang yang baru saja datang dari kantornya, orang itu tak lain adalah papa Faira yang bernama Noval.


"Jujur?, maksud papa?"tanya Faira yang perasaannya sudah berubah menjadi tidak enak.


"Dulu mama dan papa temuin kamu didepan rumah kami, kami sangat beruntung karena kami memang tidak punya anak dan papa mandul, jadi selamanya papa dan mama kamu tidak akan punya anak, kehadiran kamu ditengah-tengah kami membuat papa dan mama begitu sangat bahagia Fai. Kalung yang papa berikan saat kamu berulang tahun yang ke-27 tahun adalah kalung yang kamu pakai saat papa dan mama menemukanmu, itulah kenapa papa dan mama menamai mu Faira, sesuai dengan nama yang ada di kalung itu"ujar tuan Noval menjelaskan.


Raut wajah Faira sudah berubah sejak tuan Noval ditengah-tengah ceritanya, tak lama air matanya menetes membuat nyonya Indah langsung memegang tangan Faira lembut.


"Kamu tetap anak kami nak, kamu anak papa dan mama Faira"ujar nyonya Indah, Faira pun langsung berlari kekamarnya yang dia butuhkan saat ini adalah kesendirian, mungkin dengan sendiri pikirannya akan lebih jernih untuk memahami semuanya.


"Biarkan Faira sendiri dulu, besok baru kalian kesini lagi"ujar tuan Noval sambil memeluk Nyonya Indah yang menangis, nyonya Indah takut jika nyonya Leli dan keluarganya akan mengambil Faira dan dia tidak akan bertemu lagi dengan Faira.


"Yaudah ma, kita pulang aja"ujar Reza dan semua orang pun pamit kepada nyonya Indah dan tuan Noval untuk pulang dan kembali lagi besok.


Sesampainya Reza dirumahnya setelah dia mengantar nyonya Leli, Rangga, dan Syifa pulang, Fara langsung berlari kearah ayahnya dan memeluk kaki ayahnya itu.

__ADS_1


"Ayah, ibu mana?"tanya Fara, Reza pun langsung menggendong anaknya itu kedalam kamar Fara dan kedua orang tua Reza mengikuti anaknya itu, tapi mereka cuman sampai pintu kamar Fara saja, nyonya Tasya dan tuan Herman ingin mendengar pembicaraan Reza dan Fara.


"Fara, tante yang tadi itu bukan ibu, dia hanya mirip ibu tapi bukan ibu"ujar Reza sambil mengelus lembut rambut anaknya itu.


"Fara benar ayah, dia ibunya Fara"ujar Fara ngotot.


"Fara bukan sayang, ibunya Fara sudah tenang disurga, surga itu tempat untuk orang-orang yang baik"ujar Reza.


"Tapi kenapa ibunya Fara lebih milih kesurga dibanding sama kita ayah"ujar Fara yang matanya sudah berkaca-kaca.


"Karena ibu butuh istirahat sayang"ujar Reza yang sudah tidak tega dengan anak semata wayangnya itu.


"Apa suatu saat nanti Fara bisa bertemu ibu"ujar Fara.


"Bisa, asal Fara menjadi anak yang baik dan sholeha"ujar Reza.


"Fara akan jadi anak baik untuk ketemu ibu ayah"ujar Fara tersenyum walau hatinya kecewa karena dia kira ibunya kembali, tapi ternyata orang yang dia panggil ibu tadi itu bukanlah ibunya, orang itu hanya mirip dengan ibunya.

__ADS_1


**Jangan lupa like dan komen ya.


salam hangat Author😊**.


__ADS_2