Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 38


__ADS_3

Esok pun tiba.


Faina bangun dan terkejut karena Reza memeluknya sangat erat, dia kembali mengingat kejadian semalam, bukannya dia tidur disofa kenapa sekarang dia berada di ranjang, tapi Faina yakin jika yang menggendongnya dan memindahkannya pasti suami tercintanya itu.


Faina berusaha melepaskan pelukan Reza, lalu berjalan memasuki kamar mandi, dan segera menuju dapur untuk membantu bi Sinta memasak.


"Bi, masak apa?"tanya Faina.


"Ehk non udah bangun?, ini non saya masak ayam krispi"ujar bi Sinta.


"Iya bi saya udah bangun, kalau saya belum bangun nggak mungkin saya ada disini, bibi mah ada-ada aja"ujar Faina tertawa dan bi Sinta pun ikut tertawa.


"Selamat pagi sayang"ujar Reza yang datang tiba-tiba lalu mencium pipi Faina membuat Faina menjadi terkejut.


"Ihk kamu ngagetin tau nggak sih"ujar Faina sedikit kesal.


"Maafkan pangeranmu, putri"ujar Reza sambil menangkupkan kedua tangannya dan memasang wajah sok imut.


"Iya, tapi pangerannya harus bawa putri jalan-jalan hari ini"ujar Faina.


"Siap bos"ujar Reza membuat Faina tersenyum bahagia.


Sedangkan bi Sinta yang melihat keromantisan majikannya itu pun ikut senang dan bahagia, bi Sinta selalu berdoa agar majikannya itu bisa bersama selamanya sampai maut memisahkan mereka.


Faina dan Reza pun sedang siap-siap untuk berangkat jalan-jalan, Faina sangat bahagia karena dia akan jalan-jalan bersama orang yang dicintainya.

__ADS_1


"Kamu mau kemana sayang?"ujar Reza saat mereka berdua sudah berada didalam mobil.


"Ke jalan xxxx"ujar Faina.


"Memang disana ada apa sayang?"ujar Reza.


"Nanti kamu akan tau sendiri, tapi sebelum kita kesana kita ke supermarket dulu yah"ujar Faina dan diangguki oleh Reza.


mereka pun tiba di supermarket dan Faina pun turun dari mobil Reza, Faina juga menyuruh Reza untuk tinggal saja di mobil.


tak lama Faina kembali membawa dua kantong plastik besar berisikan beberapa cemilan.


"Fai, kamu mau makan semua itu?"ujar Reza terkejut.


"Ayo sayang, kita kejalan yang tadi aku sebutkan"ujar Faina tanpa menjawab pertanyaan Reza


"Kita ngapain kesini Fai?"ujar Reza.


"Aku mau ketemu sama anak-anak nya"ujar Faina lalu turun dari mobilnya, begitupun dengan Reza.


"Kak Faina"ujar semua anak panti asuhan yang melihat kedatangan Faina, mereka pun berlari memeluk erat Faina.


"Apa kabar adik-adik?"ujar Faina.


"Baik"ujar mereka secara bersamaan.

__ADS_1


Faina pun segera mengeluarkan dua kantong plastik besar dari mobil Reza dibantu oleh beberapa anak panti asuhan, Faina pun membagikan cemilan-cemilan itu pada semua anak panti asuhan.


Sedangkan Reza dia berdiri tidak jauh dari tempat Faina membagikan makanan, tiba-tiba seorang wanita paruh baya menghampirinya, wanita itu tak lain adalah ibu panti asuhan yang bernama bu Sherly.


"Kamu suaminya nak Faina yah?"ujar Bu Sherly.


"Iya bu, ibu tau dari mana?"ujar Reza sedikit bingung.


"Nak Faina itu tidak ingin pacaran, jadi saya bisa simpulkan kalau kamu suaminya, sebab nak Faina juga tidak pernah membawa seorang lelaki kesini"ujar bu Sherly.


"Faina sering datang kesini yah bu?"ujar Reza.


"Iya, nak Faina sering kesini, bermain sama anak panti, dan memberikan sumbangan"ujar bu Sherly yang membuat Reza semakin kagum dengan Faina.


Semakin aku mengenalmu, semakin aku tau betapa istimewanya kamu, batin Reza.


"Anak panti juga sangat menyayangi Faina, mereka semua sudah menganggap Faina bagian dari hidup mereka"lanjut bu Sherly.


Tiba-tiba percakapan Reza dan bu Sherly terhenti kala Faina berjalan kearah mereka dengan senyum mengembang diwajahnya.


Betapa indahnya kamu Fai, batin Reza, Reza begitu kagum dengan wajah cantik terlebih hati cantik Faina.


"Makasih nak Faina, kamu selalu saja membuat anak-anak bahagia"ujar bu Sherly saat Faina sudah sampai dihadapan mereka.


"Bu Sherly bisa aja, itu hanya kebahagiaan kecil untuk mereka karena kalau saya diposisi mereka mungkin saya tidak akan sanggup jika masih kecil sudah tidak mempunyai kedua orang tua"ujar Faina, Faina sungguh tau betapa sakitnya anak-anak panti asuhan itu saat mereka tidak bisa lagi bersama orang tua mereka.

__ADS_1


Dulu sewaktu ayah dan mamanya berpisah, Faina merasa Tuhan tidak adil pada dirinya, dia merasa menjadi orang paling menderita di dunia ini, terlebih saat ayahnya lebih memperdulikan Nisa dibandingkan dirinya yang notabennya adalah anak kandung dari ayahnya sendiri, tapi saat Faina pertama kali berkunjung ke panti asuhan itu, Faina sadar jika diluar sana masih banyak orang yang lebih menderita dibandingkan dirinya, anak-anak itu masih sangat kecil bahkan ada yang bayi dan mereka sudah tidak bisa bersama orang tua mereka lagi.


__ADS_2