Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 79


__ADS_3

Kini Faira dan Faina serta Reyhan tengah mengikuti Kikan dan Kikan berhenti disebuah Cafe.


"Kamu dan Reyhan tunggu disini, biar saya yang masuk"ujar Faira dan disetujui oleh Reyhan dan Faina.


Saat Faira masuk, dia duduk dimeja sebelah meja nyonya Kikan dan seorang lelaki yang Faira kenal sebagai selingkuhan nyonya Kikan. Faira menyembunyikan wajahnya dibalik buku menu yang ia ambil dimeja yang ia duduki.


"Jadi apa yang kamu bilang tempo hari itu benar kalau Faina punya kembaran"ujar selingkuhan nyonya Kikan.


"Iya, menurut kamu apa jika dia disingkirkan itu akan membuat Leli menjadi depresi"ujar nyonya Kikan.


Kenapa wanita ular ini ingin membunuh ibuku, batin Faira yang tanpa sadar mengucap ibuku kepada nyonya Leli.


"Aku tidak menyangka jika kau akan sedendam itu pada Leli"ujar selingkuhan nyonya Kikan.


"Iya, bahkan aku masih tidak puas jika Leli beserta semua keturunannya meninggal"ujar Kikan yang matanya dipenuhi amarah.


"Sudahlah sayang kau tidak perlu mengingat masa lalumu yang kejam itu"ujar selingkuhan nyonya Kikan sambil mengelus pipi nyonya Kikan dan itu membuat Faira menjadi geli sendiri.


Iss malas sekali aku melihat pemandangan seperti ini. Tapi kenapa wanita ular itu sangat membenci tante Leli batin Faira.


"Siapa yang nelfon sayang?"tanya selingkuhan nyonya Kikan saat hpnya berdering.


"Buddin. Aku angkat sebentar ya"ujar nyonya Kikan dan diangguki oleh selingkuhannya itu.


"Ya halo"ujar nyonya Kikan.


"....."

__ADS_1


"Iya, sebentar lagi aku pulang"ujar nyonya Kikan.


"..."


"Kamu nggak usah jemput aku, aku udah mau naik taxi kok ini"ujar nyonya Kikan.


"..."


"Ok, walaikumsalam"ujar nyonya Kikan.


Dasar pembohong, batin Faira.


"Aku harus pulang"ujar nyonya Kikan.


"Kita kan belum bersenang-senang sayang"ujar selingkuhan nyonya Kikan.


"Baiklah, tapi besok kita harus bertemu"ujar lelaki itu dan disetujui oleh nyonya Kikan.


Nyonya Kikan dan selingkuhannya itu pun beranjak dari kursi untuk pulang dan Faira dengan cepat mengikuti mereka, tapi tanpa Faira sengaja dia menabrak pelayan kafe itu dan piring serta gelas yang dibawa pelayan itu jatuh berserakan dan pecah, suara pecahan itu menjadi perhatian semua orang termasuk nyonya Kikan dan selingkuhannya.


"Itu ada apa sih sayang?"tanya selingkuhan nyonya Kikan.


"Aku nggak tau, mending kita segera pulang aja, aku takut Buddin mencari ku"ujar nyonya Kikan sambil menarik tangan selingkuhannya itu.


Huh untung mereka tidak memiliki jiwa kepo, batin Faira sambil mengelus dadanya.


"Maaf yah mba, saya nggak sengaja"ujar Faira.

__ADS_1


"Iya mba, tapi,,,"ucapan pelayan itu dipotong oleh Faira karena Faira tau apa arti tatapan pelayan itu.


"Berapa ganti ruginya?"tanya Faira.


"Hmmm, semuanya tiga ratus ribu mba"ujar pelayan itu, Faira pun memberikan 3 lembar uang seratus ribu lalu segera pergi dan memasuki mobil tempat Reyhan dan Faina berada.


"Bagaimana Faira?"tanya Faina.


"Aku tidak tau kenapa dia sangat membenci ibumu, tapi sepertinya ibumu pernah melakukan sesuatu pada nyonya Kikan sehingga dia begitu murka padanya"ujar Faira.


"Tidak mungkin, biar pun aku jarang bersama mama, tapi aku tau kalau mama bukan orang jahat!!"ujar Faina yang tidak terima dengan perkataan Faira.


"Iya, aku tau, aku juga tak mengatakan jika mamamu orang jahat"ujar Faira.


"Kau memang tidak mengatakannya tapi dari kata-kata mu kau menuduh mamaku orang jahat, lagi pula itu bukan hanya mamaku, tapi juga mamamu"ujar Faina.


"Kau it,,"ucapan Faina terpotong oleh ucapan Reyhan yang sudah muak mendengar pertengkaran keduanya.


"Stop, kalian itu kembar kenapa tidak pernah akur sih"ujar Reyhan.


"Dia duluan"ujar Faira dan Faina bersamaan sambil menunjuk satu sama lain.


"Astagfirullah"ujar Reyhan menepuk jidatnya sendiri, dia benar-benar tak habis pikir dengan Faina dan Faira yang kembar tapi tak pernah akur, selalu saja beda pendapat.


**Jangan lupa like dan komen ya.


Salam manis Author, makasih**.

__ADS_1


__ADS_2