Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
End


__ADS_3

"Ma jelasin sama Nisa tentang ini semua?"ujar Nisa dengan air matanya yang sudah berjatuhan sejak tadi, Dion pun langsung memeluk istrinya itu memberikan kenyamanan pada Nisa.


"Semuanya itu gara-gara ayahnya, ayahnya mama mu Faina"ujar nyonya Kikan.


"Maafkan ayahku Kikan, tapi aku dan ibuku dulu tidak tau jika ayah menjadi bos disebuah club malam, kami juga tidak tau jika dia melakukan hal itu padamu, yang aku tau dengan ibuku kalau ayahku kerja disebuah perusahaan terkenal makanya gajinya banyak"ucap Nyonya Leli yang sudah dipeluk oleh Syifa.


"Jangan salahkan orang lain atas apa yang telah engkau perbuat tante Kikan, kau tau kau adalah orang paling munafik yang pernah aku temui"ujar Reza yang emosinya sudah sangat tinggi, tapi sebisa mungkin dia menahan emosinya itu.


"Aku akan urus surat perceraian kita"ucap tuan Buddin membuat nyonya Kikan terkejut.


"Buddin kumohon jangan, maafkan aku, aku tidak akan pernah melakukan kesalahan padamu lagi, ku mohon maafkan aku"ucap nyonya Kikan dengan raut wajah memohon.


Sebenarnya Nisa tidak tega harus melihat ibunya seperti itu, biar bagaimana pun nyonya Kikan adalah ibu kandung dari Nisa, dan Nisa tidak bisa membenci orang yang telah melahirkan dirinya dengan susah payah, tapi kali ini Nisa memilih diam dan tidak membela nyonya Kikan karena dia tau bahwa mamanya itu pantas dihukum atas kesalahan yang telah diperbuatnya.


"Maaf Kikan, ini bukan hanya soal perselingkuhan mu, tapi tentang kenyamanan anak-anakku, selama ini aku lebih memperdulikan kebahagiaan Nisa dibandingkan anakku sendiri dan sekarang aku akan melakukan apapun demi kebahagiaan anakku"ujar tuan Buddin.


"Nisa tolong mama sayang, bilang pada ayahmu jika mama tidak bisa berpisah dengannya, ya nak"pinta nyonya Kikan dengan wajah memelas.


"Maafin Nisa ma, mama pantas mendapatkan itu dan aku dukung atas semua keputusan papa, sekali lagi maaf"ucap Nisa.


"Aku akan telfon kantor polisi"ujar Reza.


"Reza jangan, jangan, aku tidak ingin dipenjara, aku akan membalaskan semuanya pada kalian, hahahah"ujar nyonya Kikan yang gangguan mentalnya sudah terganggu.


"Mama, mama jangan kayak gini ma"ujar Nisa sambil memeluk mamanya yang sudah menangis.


"Hahahah, kalian semua gila, orang sinting"ujar nyonya Kikan.


Beberapa hari kemudian.


Nyonya Kikan benar-benar mengalami gangguan mental sehingga dia harus di rawat dirumah sakit jiwa, Nisa sebenarnya tidak tega dan ingin merawat ibunya sendiri, tapi tuan Buddin mengatakan jika nyonya Kikan akan lebih baik jika ditangani dan dirawat dengan orang yang memang ahli dalam bidangnya.


Fero pun telah melamar Rosi dan pernikahan keduanya akan diselenggarakan minggu depan, sedangkan Faina dia sudah tinggal kembali dirumah Reza dan semenjak hadirnya Faina kembali, Fara menjadi lebih girang dan lebih ceria dari sebelumnya.


"Ini baju kantornya Za"ucap Faina.


"Makasih"jawab Reza.


Saat Faina hendak pergi, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Reza, membuat Faina masuk kedalam pelukan Reza.


"Reza"panggil Faina dalam pelukan Reza.


"Kau sungguh jahat Fai, kenapa tidak meminta bantuanku untuk menyelesaikan masalah ini dan lebih memilih meminta bantuan Reyhan"ujar Reza.


"Za aku nggak minta bantuan Reyhan, dia nggak sengaja dengar pembicaraan ku ditaman sama Faira dan dia sendiri yang ingin membantu ku tanpa aku minta"jawab Faina.


"Maaf kan sikap ku ya Fai, maafkan suami pengecut mu ini"ujar Reza.


"Seharusnya aku tidak disini Za, aku bukan istrimu lagi kalau kamu lupa"ujar Faina lalu melepaskan pelukan Reza.


"Siapa bilang kalau kamu bukan istriku, kamu istri ku Fai, surat perceraian itu tidak pernah aku tanda tangani dan bawa kepengadilan"ujar Reza sembari mengambil sesuatu dari dalam lemari dan yang diambilnya itu adalah kontrak pernikahannya dengan Faina dulu serta surat perceraian yang sudah ditanda tangani Faina.


"Kamu mau ngapain Za?"tanya Faina.

__ADS_1


Reza pun langsung merobek semua surat yang ada ditangannya itu membuat Faina kaget.


"Za kam,,,"belum sempat Faina melanjutkan ucapannya, Reza terlebih dahulu mengecup bibirnya membuat gadis itu terdiam.


"Aku mencintai mu Fai, kamu dan Fara adalah anugerah terindah tuhan yang akan selalu aku jaga sampai aku mati"ujar Reza setelah melepaskan ciumannya pada Faina dan menatap Faina dengan senyuman.


"Dan kamu adalah karya terindah tuhan yang pernah aku miliki"jawab Faina sambil membalas senyuman Reza.


Satu minggu kemudian.


Hari pernikahan Rosi dan Fero pun diadakan dengan sangat mewah, semua orang berbahagia.


"Rey jadi kapan kamu utarakan perasaan cintamu itu pada saudara kembarku?"tanya Faina pada Reyhan yang duduk disamping Faira dan disamping Faina ada Reza.


"Hmm nona ini bicara apa"ujar Reyhan salah tingakah.


"Aneh lo"ujar Faira.


"Huh masih aja nggak ngaku lo berdua kalau saling suka, awas lo Rey kalau entar Faira duluan diambil orang"ujar Faina, kata-kata Faina itu sontak membuat Reyhan menjadi diam yang dipikirannya bagaimana kalau benar Faira akan diambil oleh orang lain.


Sedangkan dipelaminan, Fero dan Rosi terus saja tersenyum karena begitu bahagia.


"Kamu nggak capek dari tadi berdiri terus"ucap Fero.


"Nggak, aku nggak bakalan capek kalau ada kamu"ujar Rosi.


"Istriku ini pintar banget sih menggombalnya, awas ya kalau kamu gombal laki-laki lain selain aku"ujar Fero.


"Piss sayang, gombalan ku hanya untukmu"ujar Rosi membuat Fero gemes.


Setelah acara pernikahan Rosi dan Fero selesai, tiba-tiba seseorang naik keatas panggung dan menyanyikan sebuah lagu.


****


Ku tuliskan kenangan tentang


caraku menemukan dirimu


tentang apa yang membuatku mudah


berikan hatiku padamu


takkan habis sejuta lagu untuk menceritakan


Cantikmu


Kan teramat puisi tuk menyuratkan


cinta ini


Telah habis sudah cinta ini tak lagi


tersisa untuk dunia karena telah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu

__ADS_1


Aku pernah berfikir tentang hidup ku tanpa ada dirimu dapatkah lebih indah dari yang ku jalani sampai kini, aku selalu bermimpi tentang indah hari tua bersamamu, tetap cantik rambut panjangmu meskipun nanti tak hitam lagi.


****


"Saya mempersembahkan lagu ini untuk wanita tercantik dan tespecial yang pernah ada yaitu Faira"ujar Reyhan membuat seluruh keluarga tersenyum.


"Mau kah kamu menjadi pendamping hidupku selamanya?"lanjut Reyhan.


"Terima, terima, terima!!!!"teriak seluruh keluarga.


"Iya, aku mau"ujar Faira dan semua orang pun lansung bertepuk tangan.


"Bagus ya Za, Reyhan romantis banget ya"ujar Faina.


"Iya, tapi aku bisa jauh lebih romantis dari pada Reyhan kalau kamu mau"ujar Reza.


"Sweet banget sih sayang"ujar Faina, Reza pun langsung mencium kening Faina lembut.


"Fara sayang sini nak"panggil Faina, Fara pun langsung berlari kearah mamanya dengan senyuman yang merekah dibibirnya.


"Mama i love you"ujar Fara sembari mencium pipi Faina.


"I love you too princess"jawab Faina membalas ciuman Fara dipipinya.


"Nyonya indah bisakah kalau Faira tinggal dirumah saya"ujar nyonya Leli membuat semua orang menatap kearahnya.


"Maaf nyonya Leli, tapi saya juga ingin jika Faira tinggal dirumah saya"ujar nyonya Indah.


"Aku akan tinggal bersama Reyhan nantinya, tapi aku janji akan sering datang kerumah mama Indah dan juga mama Leli"ujar Faira agar tidak ada yang kecewa.


Faira memang sudah bisa menerima kenyataan ini, dan dia pun sudah memanggil nyonya Leli dengan sebutan mama begitupun dengan tuan Buddin dengan sebutan papa.


"Menurut papa hari ini adalah hari yang tepat untuk papa mengatakan ini dan papa mohon kalian semua setuju"ujar tuan Buddin.


"Memangnya apa pa?"tanya Rangga.


"Papa dan mama akan rujuk kembali"ujar tuan Buddin membuat semua orang langsung tersenyum dengan sangat bahagia.


"Mama apa itu benar?"tanya Faina.


"Iya nak"ujar nyonya Leli.


Tuan Buddin dan nyonya Kikan memang sudah bercerai 5 hari yang lalu dan selama 5 hari itu tuan Buddin terus meyakinkan nyonya Leli untuk kembali bersama, nyonya Leli awalnya tidak mau karena dalam kamusnya dia tidak akan kembali pada orang yang telah menyakitinya, tapi nyonya Leli tau bahwa anak-anaknya pasti menginginkan jika mereka bersama lagi terutama Ali yang paling bungsu.


Mereka pun mengabdikan momen itu dengan berfoto keluarga, dan didalam foto itu benar-benar sudah tidak ada dendam dan semuanya tersenyum bahagia.


End


***********


Jangan lupa like dan komen.


Votenya juga banyakin ya.

__ADS_1


Alhamdulillah akhirnya udah happy ending dan makasih buat readers yang udah support aku dan novel aku selama ini, pokoknya I love you buat kalian semua para readers.


Salam manis Author☺️


__ADS_2