Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 46


__ADS_3

Esok pun tiba.


Faina bangun dari tidurnya dan saat ini dia sedang tertidur di sofa, tapi seingat Faina tadi malam dia tidur di kursi yang ada dekat ranjang Reza sambil kepalanya berada ditangan Reza, lalu siapa yang memindahkannya?, itulah pertanyaan yang timbul dibenak Faina.


Faina melihat sekeliling ruangan itu dan tidak menemukan siapapun didalamnya.


Bi Sinta kemana yah?, batin Faina sambil melirik kesana-kemari untuk memastikan jika Bi Sinta memang tidak ada diruangan itu.


Saat melirik kesana-kemari, mata Faina berhenti pada seseorang yang tengah terbaring di ranjang pasien itu, Faina mendekat kearah lelaki itu dan mengecup kening lelaki itu.


"Selamat pagi my husband"ujar Faina dengan senyum cerahnya walau senyumnya itu tidak akan dilihat oleh Reza.


"Assalamualaikum non"ujar seseorang sambil membuka pintu ruangan Reza itu dan orang itu tak lain adalah bi Sinta.


"Bibi dari mana?"tanya Faina.


"Ini non, bibi beliin non makanan tadi karena dari tadi malam non belum makan dan ini juga bibi beliin susu"ujar bi Sinta sambil menyerahkan sebungkus plastik hitam kearah Faina

__ADS_1


"Owh makasih yah bi, nanti saya ganti uangnya"ujar Faina menerima plastik itu, sebenarnya Faina sangat malam untuk makan, tetapi mengingat ada manusia lain yang tumbuh didalam rahimnya jadi dia akan makan.


"Ini bukan uangnya bibi non, ini uangnya den Rangga, tadi den Rangga sama non Syifa datang karena bibi kasih kabar tentang den Reza yang kecelakaan"ujar bi Sinta.


"Terus kak Rangga sama kak Syifa mana bi?"ujar Faina yang tidak menemukan sosok pasangan itu.


"Mereka tadi pulang non, katanya mau ambilin baju ganti non Faina sama den Reza dan juga baju gantinya bibi, sekalian mereka juga mau nitipin non Reina sama den Ali ke sekretaris nya den Rangga dikantornya"ujar bi Sinta.


"Jadi yang pindahin saya ke sofa itu kak Rangga bi"ujar Faina dan diangguki oleh bi Sinta.


Faina dan bi Sinta pun makan bersama, setelah selesai makan, Faina kembali ke kursi didekat ranjang Reza dan kembali memegang tangan lelaki itu.


Faina yang mendengar suara seseorang pun mengarahkan pandangan nya kearah sumber suara, setelah melihat siapa yang datang, Faina langsung berlari memeluk erat Tasya yang sudah menitikkan air matanya kala melihat putranya sedang terbaring lemah seperti itu.


"Maafin Fai ma"ujar Faina pada nyonya Tasya yang hanya terdiam membeku.


"Fai"ujar tuan Herman yang melihat Faina begitu merasa bersalah. "Ini bukan salah kamu nak, ini sudah takdir, dan yang kita lakukan sekarang hanyalah berdoa untuk kesembuhan Reza"lanjut tuan Herman.

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan papa, Fai, mama juga tau kalau kamu sedang hamil, mama tau keaadan ini begitu berat untukmu, tapi, jangan pernah merasa sendiri karena kami semua ada untuk kamu"ujar nyonya Tasya yang sudah membalas pelukan Faina.


"Ma, aku izin ke taman dekat rumah sakit yah, titip Reza sebentar boleh kan?"ujar Faina yang memang membutuhkan ketenangan.


"Boleh dong sayang, pergilah, tenangkan dulu dirimu"ujar nyonya Tasya.


Faina pun berjalan meninggalkan ruangan Reza menuju taman rumah sakit, awalnya bi Sinta berniat untuk menemani Faina, tapi Faina menolaknya dan memilih untuk pergi sendiri.


Sesampainya Faina disana, Faina terduduk lemas di bangku taman itu sambil kepalanya ia dongakkan untuk menatap langit, ia kembali merasa bersalah kepada Reza, andai saja waktu bisa ia putar, maka Faina tak akan membujuk Reza untuk menemui Nisa malam itu.


"Lo Faina kan"ujar seseorang yang membuat lamunan Faina buyar, Faina menatap kearah suara yang terdengar di telinganya dan terkejut saat mengetahui siapa orang yang berbicara padanya.


"Lo, lo ngapain disini?"ujar Faina pada orang itu yang tak lain adalah Dion.


"Gue?, mungkin kita jodoh kali, dimana ada lo disitu ada gue"ujar Dion sambil tersenyum sangat manis pada Faina, tapi Faina yang melihat itu menjadi risih, biasanya setiap wanita yang melihat senyuman Dion langsung klepek-klepek sendiri, tapi itu tak berlaku pada Faina.


*Ini cowok benar-benar membuat mood gue tambah rusak, gagal deh buat gue tenangin diri, batin Faina kesal.

__ADS_1


Nih cewek harus jadi milik gue, gue akan buat lo jatuh cinta secinta-cintanya sama gue sampai lo nggak bisa mikirin apapun selain mikirin gue, batin Dion senang*.


__ADS_2