
Masih Flashback
"Kok wajah kamu mirip wajahku"ujar mereka berbarengan.
"Kamu, ini nggak mungkin"ujar Faira yang serasa tak percaya kalau yang ada dihadapannya itu sangat mirip dengannya.
"Kenapa wajah kita bisa semirip ini?"ujar Faina bingung.
Ingatan Faina tanpa sengaja berlalu ke masa lalu waktu umurnya 8 tahun. Waktu itu dia membuka lemari mamanya untuk mengambil baju yang mamanya suruhkan, saat Faina kecil mencari baju itu tanpa sengaja sebuah foto jatuh, Faina yang penasaran pun melihat foto itu dan difoto itu terlihat wajah anak kembar yang tak lain adalah wajahnya, Faina yang belum terlalu mengerti pun mengembalikan foto dirinya dan saudara kembarnya itu dilemari mamanya dan membawa baju yang sudah ia dapat kepada mamanya tanpa bertanya atau mengungkit sedikit pun tentang foto yang ia lihat.
"Apa kamu saudara kembar aku"ujar Faina membuat Faira langsung menggeleng.
"Nggak, itu nggak mungkin"ujar Faira.
"Tapi wajah kita sangat mirip, nggak mungkin itu hanya kebetulan"ujar Faina.
"Tapi aku tetap aja nggak percaya sama kamu, aku punya orang tua dan aku nggak mungkin saudara kembar kamu"ujar Faira menolak.
Faina pun berfikir sesuatu dan tiba-tiba ide cemerlang muncul diotaknya, dia berfikir untuk meminta bantuan pada kembarannya itu membongkar kedok mama tirinya dengan imbalan bahwa Faina pun akan membantu gadis itu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, apa dia saudara kembar Faina atau wajah mereka mirip itu hanya sebuah kebetulan.
"Bagaimana dengan ideku"ujar Faina.
"Baiklah aku setuju, tapi sebelum kita membongkar kedok ibu tirimu itu, kamu harus ceritakan ke aku apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupan kamu dari awal sampai saat ini"ujar Faira dan diangguki oleh Faina.
"Bagaimana kalau kita duduk ditaman, perut saya benar-benar sudah sakit akibat baru selesai operasi, jadi saya ingin duduk saat ini"ujar Faina sambil memegang perutnya yang sudah terasa sangat nyeri.
__ADS_1
"Baiklah"jawab Faira.
Mereka berdua pun menuju taman dekat rumah sakit itu dan Faina menceritakan semua yang telah terjadi dikehidupannya pada Faira, entah kenapa Faina juga sangat yakin dengan Faira walau mereka baru saja bertemu, mungkin karena Faina yakin kalau Faira adalah kembarannya dan Faira tidak mungkin menusuknya dari belakang.
Sedangkan tanpa mereka berdua sadari sedari tadi ada seseorang yang mendengar percakapan mereka, orang itu tak lain adalah Reyhan.
Benar-benar kurang ajar wanita ular yang berstatus ibu tiri nona Faina, lihat saja aku akan membuatnya masuk kepenjara, aku janji itu, batin Reyhan.
"Nona"ujar Reyhan yang sudah berdiri didepan Faina, Faina dan Faira pun melihat kearah sumber suara dan betapa terkejutnya Faina saat melihat Rey.
"Kamu Reyhan kan, kok kamu disini?"ujar Faina heran.
"Saya akan membantu nona dalam masalah nona ini, tapi saya kasih saran bagaimana kalau kita meminta bantuan pada tuan Reza juga"ujar Rey membuat Faina tanpa bingung.
"Maafkan saya nona, saya adalah suruhan tuan Reza untuk menjaga nona saat nona hamil sampai tuan Reza bisa berjalan kembali"ujar Rey jujur.
"Jadi, selama ini Reza masih cinta sama kamu, dia masih perhatian sama aku"ujar Faina gembira.
"Iya nona itu semua benar, tuan Reza sangat mencintai nona, tapi dia malu untuk tetap bersama nona, itu sebabnya tuan pergi keluar negeri untuk berobat agar bisa berjalan kembali, itu semua dia lakukan untuk nona"ujar Reyhan membuat Faina langsung terdiam, hanya air mata yang menggambarkan betapa bahagianya dia mendengar semua itu, sedangkan Faira dia memilih menyimak pembicaraan antara orang yang mirip dengannya dan lelaki asing yang tiba-tiba datang itu.
"Nona saran saya bagaimana kalau kita minta bantuan tuan Reza dan keluarga nona, saya rasa kalau semua diberitahu rencana kita akan berjalan dengan lancar"ujar Reyhan membuat Faina berfikir dan akhirnya dia menggeleng.
"Tidak Reyhan, kita harus menyembunyikan masalah ini, jika terlalu banyak orang tau itu akan membuat nyonya Kikan juga secepatnya akan tau, saya juga tak ingin jika sesuatu terjadi sama mama karena masalah ini, dan untuk Reza biarkan dia tidak tau masalah ini, saya akan menguji seberapa setianya dia sama saya"ujar Faina.
"Tapi nona, apa nona yakin kita bisa menghadapinya bertiga"ujar Reyhan sambil melihat kearah Faira dan Faina secara bergantian.
__ADS_1
"Iya, aku yakin"ujar Faina.
"Lalu kapan kita mulai rencana itu?"tanya Reyhan.
"Kita akan memulai untuk mencari bukti jika perut saya sudah sembuh karena saat ini saya benar-benar masih lemas"ujar Faina.
"Apa nona ingin saya panggilkan Dokter"ujar Reyhan.
"Tidak usah Reyhan, sebentar lagi ini sembuh kok"ujar Faina.
Mereka mulai mencari bukti satu persatu dan mereka mendapatkan bukti kalau Kikan adalah mantan wanita malam, Faina juga mendapatkan bukti berkat bantuan Faira dan Reyhan kalau ternyata Kikan belum pernah menikah dan suami pertamanya itu adalah ayah Faina, Nisa hanyalah anak yang lahir dari hubungan Kikan dengan seseorang diclub malam itu dimasa lalu dan Faina belum tau siapa ayah kandung dari Nisa.
Mereka juga mengetahui kalau saat ini Kikan tengah selingkuh dengan orang lain dibelakang tuan Buddin, mereka mendapatkan informasi itu kurang lebih 3 tahun sebab nyonya Kikan adalah wanita yang sangat pandai menyimpan semua rahasianya.
Sebenarnya selama 3 tahun ini Faina sering sekali datang kerumah Reza untuk melihat keluarganya terlebih lagi Fara, dia merindukan putri kecilnya, hatinya ingin sekali kembali tapi itu semua tidak bisa ia lakukan sebab dia belum mendapatkan bukti jika nyonya Kikan pernah berniat membunuhnya. Faina ingin sekali nyonya Kikan mendekam lama di penjara atau bahkan seumur hidupnya. Faina sangat membenci Kikan karena semua kesedihan mamanya berawal dari pelakor itu dan sekarang Kikan malah selingkuh dari ayahnya dan pernah berniat untuk membunuhnya, memang wanita yang kejam.
Faina juga belum mendapatkan alasan kenapa Kikan begitu ingin melenyapkannya.
Sampai pada suatu hari tanpa sengaja Faina bertemu dengan Kikan disupermarket sontak itu membuat Kikan terkejut terlebih lagi Faina, tapi dengan otak cemerlangnya Faina berpura-pura bahwa namanya adalah Faira, nyonya Kikan sama sekali tidak mempercayai Faina itu sebabnya Faina menyuruh Faira untuk masuk kedalam keluarganya dan supaya Faira juga yakin bahwa memang mereka adalah saudara kembar.
Jadi, waktu Ayu menabrak mobil Reza itu semua adalah faktor kesengajaan, tapi pingsannya Faira itu bukan faktor kesengajaan, waktu itu dia benar-benar pingsan.
Flashback off
Jangan lupa like dan komen, salam hangat Author.
__ADS_1