
Faina dan Reza pun pulang kerumah mereka kembali, nyonya Leli, Rangga dan Syifa juga mengikuti mereka untuk menjemput Ali dan Reina.
"Fai, sebenarnya suami kamu itu punya hubungan apa sama Nisa sayang?"ujar nyonya Leli saat duduk berdua dengan Faina di sofa ruang tamu, sedangkan Syifa dan Rangga tengah main bersama Ali dan Reina dihalaman belakang rumah, dan Reza sedang mengganti bajunya dikamarnya.
"Reza nggak punya hubungan apapun sama Nisa mam, mereka cuman teman biasa"ujar Faina, kalau Faina bilang kalau Nisa mantannya Reza bisa-bisa mamanya itu terus kepikiran dengannya.
"Tapi yang mama lihat lebih dari itu Fai, mama yakin deh kalau suami kamu itu pernah punya hubungan sama Nisa"ujar nyonya Leli.
"Ma, ayo pulang"ujar Rangga bersama dengan Syifa, Ali dan Reina.
"Yaudah, ayok. Mama pulang yah Fai, jaga pernikahan kamu dengan baik"ujar nyonya Leli.
"Iya ma, mama sama yang lain juga baik-baik dirumah yah, aku pasti akan rindu sama kalian"ujar Faina.
"Yah kalau rindu tinggal main kerumah Fai, sama Reza juga"ujar Rangga dan diangguki oleh Faina.
"Mama sama yang lain udah mau pulang yah, kok cepat banget?"ujar Reza yang keluar dari kamarnya dan melihat keluarga Faina sudah berpelukan dengan Faina, pelukan perpisahan.
"Iya Za, nanti keburu malam, mama titip Faina yah"ujar nyonya Leli.
"Iya, mama tenang aja"ujar Reza.
Setelah kepergian nyonya Leli, Reza langsung menggendong Faina kekamarnya.
"Za lepas, kamu apa-apaan sih, lagi pula ini bukan kamar aku"ujar Faina, Reza pun melepaskan Faina setelah mengunci pintu kamarnya.
"Ini akan jadi kamar kita Fai"ujar Reza.
"Maksudnya?"ujar Faina.
"Yah, nggak mungkin kan kalau kita tidur terpisah, kita kan udah baikan dan saling mencintai"ujar Reza yang membuat Faina mengerti.
"Emang aku udah cinta sama kamu?"ujar Faina membuat Reza menjadi kesal.
"Owh jadi kamu nggak cinta sama aku, kata-kata kamu dirumah mama waktu itu bohong"ujar Reza.
__ADS_1
"Bercanda Za, aku tuh cintaaaa banget sama kamu"ujar Faina tertawa, Reza pun langsung menggelitik pinggang Faina, membuat Faina tertawa lebih kencang.
"Ampun Za, ampun"ujar Faina disela ketawanya.
"Siapa suruh buat aku kesal"ujar Reza berhenti menggelitik Faina.
Malam pun tiba.
Saat ini Reza tengah meneflon dengan mamanya di balkon kamarnya ditemani oleh Faina disampingnya.
Dalam telfon.
"Jadi kapan kalian kasih mama ini cucu?"ujar nyonya Tasha yang membuat Reza menatap Faina dan Faina malah mengalihkan pandangannya sebab malu.
"Secepatnya ma, aku sama Faina kan lagi usaha"ujar Reza.
"Yaudah mama tutup telfon deh, buatin mama cucu yah"ujar nyonya Tasha.
"Siiippp ma"ujar Reza.
"Kenapa liatin aku kayak gitu?"ujar Faina.
"Boleh aku minta hak aku sekarang?"ujar Reza dan Faina hanya terdiam. "Yaudah kalau kamu belum siap, nggak papa"lanjut Reza.
"Boleh Za"ujar Faina membuat Reza tersenyum.
Malam itu mereka pun melakukan hubungan suami istri.
Lima hari kemudian.
Hubungan Faina dan Reza bisa dibilang sangat harmonis seperti kebanyakan pengantin baru, semakin hari pula rasa cinta dihati keduanya bertambah, kontrak pernikahan itu pun sudah dihapus oleh Reza, Fero dan bi Sinta yang melihat pasangan itu pun menjadi bahagia karena akhirnya Faina dan Reza saling mencintai.
"Bos lo nggak mau gitu ajak nona Faina liburan, kalian kan belum pernah bulan madu"ujar Fero. Saat ini Reza tengah berada dikantornya.
"Lo benar juga sih Fer, menurut lo gue ajak Faina kemana?"ujar Reza.
__ADS_1
"Kok lo nanya ke gue sih bos, lo itu harusnya nanya ke nona Faina, kan dia yang mau pergi sama lo"ujar Fero.
"Lo benar juga sih Fer, nanti gue nanya ke Faina deh"ujar Reza dan membuat Fero tersenyum, Fero pun keluar dari ruangan Reza, setelah Fero keluar, Reza pun menelfon Faina.
Dalam teflon.
"Halo Fai"ujar Reza.
"Halo"jawab Faina.
"Udah makan?"tanya Reza.
"Udah, kamu?"ujar Faina.
"belum"
"Kenapa"
"mau mastiin dulu kamu udah makan atau belum, baru deh aku makan"ujar Reza yang membuat Faina tersenyum walau Reza tak bisa melihatnya.
"Yaudah makan gih sana"ujar Faina.
"Aku rindu Fai"ujar Reza.
"Jangan rindu, rindu itu berat"ujar Faina membuat Reza tertawa.
"Yekk, korban Dilan, kalau cari gombalan ma dari pikiran sendiri Fai, jangan dari pikiran orang lain"ujar Reza.
"Biarin, setidaknya aku pernah menggombal, dari pada kamu, nggak pernah"ujar Faina.
"Kode, minta digombal nih"ujar Reza.
"Udah ah, malas bicara sama kamu, aku tutup telfonnya, dah"ujar Faina lalu menutup telfon sepihak.
Setelah mendengar suara Faina, Reza kembali semangat untuk bekerja, dia pun menelfon Fero untuk membelikannya makanan.
__ADS_1