Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 43


__ADS_3

Malam pun tiba.


Reza dan Faina tengah makan bersama sambil sesekali bercerita yang membuat mereka semakin dekat.


Suara deringan hp Reza membuat Reza menghentikan aktifitasnya yang sedang makan dan melirik hpnya, ternyata yang menghubunginya tak lain adalah nyonya Kikan, Reza yang sangat malas berhubungan dengan keluarga Nisa pun tidak mengangkat hpnya itu.


"Kenapa tidak diangkat?"tanya Faina.


"Tidak penting"jawab Reza dan Faina pun terdiam.


Saat hendak menyuap makanan kedalam mulutnya, tiba-tiba deringan hpnya membuat Reza melirik kearah hpnya begitu pula Faina, dia juga melirik kearah hp Reza dan membaca nama penelfonnya.


"Angkat aja, sapa tau penting"ujar Faina yang membuat Reza dengan sangat terpaksa mengangkat hpnya.


Dalam telfon.


"Nak Reza bisa kesini nggak, Nisa membutuhkan nak Reza disini, owh yah tante juga mau kasih kabar kalau Nisa sudah bisa berbicara walaupun masih sangat kaku, tubuhnya juga sudah bereaksi, mungkin sebentar lagi dia sembuh, tante yakin itu semua karena dukungan nak Reza"ujar nyonya Kikan.


"Alhamdulillah kalau Nisa sudah baikan, tapi maaf tante saya tidak bisa kesana, istri saya juga membutuhkan saya disini"ujar Reza.


"Tapi nak Reza,,"ujar nyonya Kikan terpotong oleh ucapan Reza.


"Maaf dengan sangat tante, saya tidak bisa kesana, Assalamualaikum"ujar Reza lalu mematikan telfonnya.

__ADS_1


"Kenapa?"tanya Faina melihat raut wajah Reza yang berubah.


"Nyonya kikan menyuruhku untuk menemui putrinya"ujar Reza.


"Lalu?"


"Aku menolaknya"


"Kenapa"


"Karena aku ingin bersamamu dirumah saja malam ini"ujar Reza.


"Za, tapi kasihan Nisa, cobalah untuk jenguk dia sebentar saja malam ini, mungkin dengan kehadiran kamu bisa membuat dia semangat untuk sembuh"ujar Faina.


"Nggak papa kok, tapi cepat pulang yah"ujar Faina.


"Iya"ujar Reza lalu menggantikan pakaiannya dan pergi kerumah Nisa setelah mencium kening Faina yang tengah mengambil piring kotor untuk dicuci.


Sesampainya Reza dirumah Nisa, dia pun langsung menuju kamar Nisa, sebab kata nyonya Kikan, Nisa sudah menunggu Reza sejak tadi.


"Nisa"panggil Reza membuat wanita yang tengah menikmati pandangan dari jendela kamarnya sambil duduk di kursi roda itu berbalik kearah Reza dan menatap wajah Reza.


"Ke,,,ke,, kena,,,pa?"ujar Nisa sudah bisa bicara walau masih sangat susah.

__ADS_1


"Aku bahagia kalau kamu sudah sembuh"ujar Reza sambil berjongkok dihadapan Nisa dan bibi yang tersenyum


"Ma,,af"ujar Nisa sambil mengangkat tangannya untuk mengelus pipi Reza lembut seakan ini terakhir kalinya dia akan bertemu dengan Reza.


Reza memegang tangan Nisa yang ada dipipinya, mata mereka beradu pandang cukup lama sampai Reza berucap kembali.


"Mungkin ini terakhir kalinya aku kesini Nis, kamu tau aku udah menikah dengan Faina, tugasku menjaga perasaannya, aku tidak mau dia terluka karena aku terlalu dekat denganmu, maaf jika keputusan ku ini juga menyakitimu"ujar Reza sambil melepaskan pegangannya ditangan Nisa, sedangkan Nisa, air matanya jatuh kala mendengar itu semua, dia menyesal karena pernah menyia-nyiakan Reza yang tulus mencintainya dulu.


"Perg,,,ilah Za, ma,,,af ji,,, jika a,,ku sel,,alu meng,,,gang,,gu mu de,,,ngan Fa,,ina se,,lama ini, a,,ku jan,,ji tid,,ak ak,,,an per,,,nah meng,,,usik mu la,,,gi dan mak,,,asih ka,,,rena du,,,,lu per,,,nah menc,,,intaiku sang,,,at tu,,,lus"ujar Nisa dan air matanya masih terus berjatuhan.


"Kamu hanya butuh waktu dan ruang untuk menerima semua ini Nis, waktu dan ruang akan membuat mu perlahan membuka lembaran baru dengan seseorang yang baru pula"ujar Reza sambil mengusap lembut air mata Nisa.


"Da,,,n ak,,,u ak,,,an men,,,unggu ru,, ruang d,,an waktu i,,tu ti,,ba, dis,,,aat ak,,u su,,dah bisa ber,,,damai de,,ngan semua yang t,,,erjadi, dan menemu,,kan sese,,,orang ya,,ng ba,,ba,,baru i,,tu"ujar Nisa sambil berusaha tersenyum.


Kamu sangat beruntung Fai, aku tau Reza akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia, bahkan taruhan nyawanya sekalipun, aku harap setelah ini kamu dan Reza akan bahagia, batin Nisa sambil melihat Reza yang sudah berjalan pergi meninggalkannya untuk selamanya.


Sedangkan Reza ada kelegaan dalam hatinya sesudah berbicara dengan Nisa, yah dia bahagia karena Nisa juga mengerti dengan kondisinya.


Reza menaiki mobilnya untuk segera pulang bertemu dengan Faina, pikirannya masih terfokus pada Kata-kata yang dia ucapkan pada Nisa dan wajah Faina terus terbayang diotaknya , ditengah perjalanan Reza yang tidak terlalu fokus tidak melihat ada sebuah mobil truk melaju cepat dari arah yang berlawanan dengannya, dan brukkk.


Kecelakaan itu pun terjadi, mobil Reza dan mobil truk itu bertabrakan karena keduanya sama-sama tidak bisa menghindar, diwaktu bersamaan pula foto pernikahan Reza dan Faina terjatuh membuat Faina yang tengah cemas dengan Reza semakin cemas.


"Astaga kenapa perasaanku sangat tidak enak"ujar Faina sambil membereskan pecahan bingkai foto itu, Faina sangat berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk dengan Reza.

__ADS_1


__ADS_2