Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 84


__ADS_3

Sesampainya Rosi dikamarnya, air matanya pun turun, seharusnya dia tidak pulang tahun ini, kejadian tadi benar-benar sudah membuka luka dihatinya lagi, walau memang tak separah awalnya, tapi tetap saja hatinya sakit.


-Aku masih mencintai kamu, cinta ini belum berubah-


Kata-kata Fero tadi kembali terngiang di telinga Rosi, Rosi seperti ingin tersenyum pahit setiap kali mengingat kata-kata Fero yang mengatakan mencintainya.


Bukannya kata orang cinta itu indah ya, bahkan dapat merubah diri kita, tapi kenapa, kenapa yang aku rasakan cinta itu begitu sakit, benar-benar tidak ada indahnya, batin Rosi sambil menghapusnya air matanya.


Sedangkan Fero, dia menghembuskan nafasnya kasar setelah Rosi hilang dari pandangannya. Dia memang salah, cintanya pada Rosi datang tak tepat waktu.


Andai saja dulu aku sudah putus dengannya, pasti saat ini aku dan Rosi sudah menikah dan memiliki anak yang sama lucunya seperti Fara, batin Fero.


Tapi semua itu hanya andai saja, nasi sudah menjadi bubur dan semua itu tidak bisa terulang kembali, Fero bertekad untuk mendapatkan hati Rosi kembali, apapun caranya, dia akan membuat Rosi memaafkannya dan mau menikah dengannya, itulah janji Fero pada dirinya sendiri.


Sedangkan ditempat lain.


Faina dan Reyhan pun pulang kerumahnya setelah menghabiskan waktu sampai jam 5 sore di taman.


Sesampainya mereka disana, ternyata Faira tengah menunggu mereka didepan rumah.


"Dari mana aja sih kalian, capek tau nggak sih nunggu"ujar Faira ketus.

__ADS_1


"Iya, iya sorry tadi aku bosan didalam rumah mulu, jadi aku ajak Reyhan ketaman temanin aku"ujar Faina yang merasa tidak enak hati pada Faira. "Kamu juga kenapa nggak telfon aku aja, kalau kamu telfon aku pasti aku dan Reyhan pulang cepat dari taman"lanjut Faina lagi.


"Iya itu benar nona, kenapa nona Faira tidak menelfon saya atau nona Faina saja"ujar Reyhan.


"Jadi ini salahku!!, kalian yang salah dan menyalahkan semuanya padaku. Kau juga Rey kenapa kau membela dia, dan kenapa kalian begitu kompak"ujar Faira.


"Bukan begitu nona, tapi nona Faina benar"ujar Reyhan selembut mungkin.


"Sudahlah, malas aku berdebat dengan kalian berdua, mana kuncinya, sini biar aku buka"ujar Faira, Faina pun memberikan kunci rumahnya dan Faira pun membukanya lalu masuk begitu saja meninggalkan Reyhan dan Faina.


Kenapa nona Faira menjadi ketus seperti itu, batin Reyhan bingung.


"Rey, jangan-jangan Faira,,,"ujar Faina sengaja menggantungkan kalimatnya membuat Reyhan penasaran.


"Jangan-jangan Faira menyukai mu lagi"ujar Faina sambil memandang Reyhan membuat Reyhan menjadi terkejut.


"Mana mungkin itu terjadi nona, saya sama nona Faira itu jauh berbeda"ujar Reyhan sedikit salah tingkah membuat Faina tersenyum dalam hatinya.


Baiklah, aku akan membuat kalian berdua sadar kalau kalian saling mencintai, batin Faina.


Faina dan Reyhan pun masuk bersama-sama kedalam rumah Faina.

__ADS_1


"Bagaimana rencana kita selanjutnya?"tanya Faira pada Reyhan dan Faina yang sudah duduk didepannya.


"Saya punya ide nona"ujar Reyhan dengan senyumannya.


"Ide apa Rey?"tanya Faina.


"Bagaimana kalau kita menghantui nyonya Kikan nona"ujar Reyhan membuat Faira dan Faina bingung.


"Menghantui?, maksudnya?"tanya Faira.


"Begini nona, nyonya Kikan kan taunya jika nona Faina sudah meninggal bahkan dia sendiri pun ikut menguburkan nona Faina, padahal jenazah itu bukan jenazah nona Faina melainkan jenazah orang yang tidak ada keluarganya yang datang kesana"ujar Reyhan, Faina dan Faira pun mengangguk tanda mengerti. "Bagaimana kalau kita teror dia, kita hantui dia dengan wajah nona Faina, seolah-olah nona Faina gentayangan dan menghantuinya, jika nyonya Kikan sudah ketakutan dan memilih menyerah barulah kita rekam semua apa yang akan dia ucapkan"lanjut Reyhan membuat Faira langsung setuju, tapi beda dengan Faina yang terdiam.


"Nona, apa nona Faina tidak setuju dengan rencana saya?"tanya Reyhan.


"Apa kamu yakin Rey kalau dia akan mengaku dan dia tidak akan tau tentang penyamaran kita, kita semua tau bahwa nyonya Kikan bukan wanita sembarangan, dia wanita yang sangat licik dan pintar dalam menyembunyikan identitasnya"ujar Faina.


"Kalau dia licik nona, kita harus selangkah lebih licik dari dia, saya yakin kita semua pasti bisa, saya yakin jika nona juga pasti bisa, semangat nona!!, ini demi tuan Reza dan nona kecil Fara"ujar Reyhan membuat Faina mengangguk.


"Terima kasih Rey, kamu dan Faira selalu memberi saya semangat, sehingga saya tidak jadi menyerah"ujar Faina sambil tersenyum kearah Reyhan.


*Apa-apaan sih Faina, senyum-senyum ke laki-laki lain, dia nggak nyadar apa kalau dia udah punya anak dan suami, batin Faira cemburu, tapi Faira selalu membantah hatinya bahwa dia tak cemburu, dia hanya kasihan pada Reza jika Faina selalu menebarkan senyumannya untuk Reyhan.

__ADS_1


**Jangan lupa like dan komen.


Salam manis Author😊***


__ADS_2