Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 24


__ADS_3

Malam pun tiba.


Reza baru saja sampai dihalaman rumahnya, dia benar-benar membutuhkan Faina.


Saat sampai didalam rumahnya, dia melihat Faina sedang menonton tv dengan sangat asyiknya, sambil sesekali wanita itu tertawa.


Reza sadar, Faina nggak ada, stop halusinasi, batin Reza karena sedari kemarin dia memang sering sekali halusinasi melihat Faina.


Faina yang tanpa sengaja menatap kearah sampingnya mendapati Reza sedang menatapnya dengan tatapan yang susah diartikan.


Faina pun mendekati Reza dan Reza langsung menjauh.


"Stop halusinasi Reza, Faina belum ketemu!"ujar Reza yang membuat Faina mengernyitkan dahinya heran.


"Ini aku sungguhan Za, kamu nggak halusinasi"ujar Faina yang membuat Reza langsung menyentuhnya dan ternyata benar itu Faina, Reza pun langsung memeluk Faina erat seakan tak ingin jika istrinya itu pergi lagi.


"Maaf, maafkan aku"ujar Reza, Faina yang mendengarnya pun tersentuh hatinya, tapi dia tak ingin berharap lebih, Faina pun melepaskan pelukan Reza.


"Lupa sama perjanjian kontrak nikah kita, nggak boleh kontak fisik"ujar Faina dingin lalu kembali duduk disofa untuk menonton lagi.


Sebenarnya Faina senang sekali Reza memeluknya dan mengucapkan maaf, tapi dia tak ingin senang sesaat dan sakit selamanya, dia tak ingin berharap.

__ADS_1


Reza yang mendengar Faina berkata sangat dingin kepadanya pun heran, sebab Faina jarang berkata dingin kepadanya, malah dia yang sering berkata dingin pada Faina, lalu hari ini Faina yang melakukan itu dan hati Reza sangat sakit mendengarnya.


Ada apa dengan hati ini?, batin Reza.


"Kamu kemana aja?"ujar Reza dan duduk di samping Faina.


"Kemana aja boleh"ujar Faina bercanda agar Reza tak mengetahui bila saat ini dia tersiksa dengan sikapnya sendiri.


"Aku serius Fai"ujar Reza menatap lekat Faina walau gadis itu menatap fokus kearah tv.


"Aku lebih serius Za"ujar Faina.


"Sama sekali nggak, aku kerumah temanku"ujar Faina.


"Dimana?"


"Apanya"


"rumahnya"


"Dekat kantor aku"jawab Faina.

__ADS_1


"Tapi kenapa Fero susah banget cari kamu, serasa kamu keluar negri aja"ujar Reza.


"Aku emang nggak pernah keluar rumah dan hp aku, aku matiin"ujar Faina bohong agar Reza tidak curiga terhadap Fero.


"Terus kenapa kamu menghindar dari aku kalau kamu nggak cemburu?"ujar Reza


"Aku emang nggak cemburu dan aku nggak menghindar"ujar Faina.


"Kenapa nggak minta izin sama aku sebelum kamu keluar rumah?, apalagi ini kamu bermalam"ujar Reza.


"Kamu lupa perjanjian kontrak nikah kita kalau nggak boleh ikut campur urusan pribadi, dan buat apa aku izin, yah terserah aku dong mau kemana aja dan berapa hari"ujar Faina.


"Tapi ini rumah aku Fai, siapa yang tinggal disini harus izin sebelum keluar rumah"ujar Reza.


"Bukannya kamu ajak aku tinggal disini agar kita bebas dari mama, yah kalau aku harus izin sama kamu dulu, itu namanya aku nggak bebas, kamu juga nggak pernah izin kan kalau mau kemana aja dan pulang jam berapa"ujar Faina


"Ya juga sih, tapi mulai dari sekarang kamu harus izin sama aku baru boleh pergi begitupun sebaliknya"ujar Reza.


Apa aku harus senang karena kamu khawatir dan perduli sama aku Za, apa aku boleh berharap, tapi aku takut jatuh lagi dan lagi, batin Faina.


"Terserah kamu"ujar Faina lalu beranjak dari tempat duduknya menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2