Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa
Episode 63


__ADS_3

6 hari kemudian.


Dion menghubungi Faina untuk diajak bertemu membicarakan tentang dirinya yang malah memikirkan Faina dibandingkan calon istrinya sendiri sebelum besok dia akan terikat pernikahan dengan Nisa


Faina dengan senang hati menyetujui permintaan Dion untuk bertemu karena Faina berfikir jika Dion akan berbicara tentang Nisa.


Sesampainya Faina dicafe tempatnya dan Dion bertemu ternyata Dion sudah berada disana menunggu Faina.


"Sorry Dion, kamu udah lama nunggu ya?"ujar Faina sambil duduk didepan kursi Dion.


"Nggak lama kok Fai"jawab Dion.


Mereka pun memesan makanan dan mulai makan bersama.


"Owh yah Dion, Nisa itu suka banget sama warna merah, dia juga suka sama bunga mawar, pokoknya semua yang warna merah dia suka"ujar Faina yang membuat Dion heran.


"Aku nggak nanya tentang Nisa Fai?"ujar Dion.


"Terus kamu ngajak aku ketemuan disini untuk apa?"ujar Faina.


"Fai"ujar Dion lalu mengambil tangan Faina dan menggenggamnya membuat wanita itu heran. "Kamu tau kalau aku mencintaimu, tapi saat Nisa ada dalam kehidupan ku kembali, aku merasa nyaman dan melupakanmu saat bersamanya, dan beberapa hari yang lalu saat kita bertemu kembali, aku selalu memikirkan mu lagi walau aku sedang bersama Nisa"lanjut Dion yang membuat Faina terkejut.


"Nisa adalah orang yang baik Dion dan besok adalah hari pernikahan kalian, kamu nggak mungkin nyakitin dia dan batalin pernikahan kalian gitu aja"ujar Faina sambil melepaskan genggaman Dion.

__ADS_1


"Aku mengerti Fai, karena Nisa orang baik maka aku tidak akan menyakitinya dengan menikahinya tanpa cinta, aku takut rasa yang kurasakan saat bersamanya hanyalah sebuah rasa nyaman"ujar Dion.


"Aku sudah menikah Dion, walaupun kamu mencintai aku, kita tidak akan pernah bersama karena aku mencintai lelaki lain"ujar Faina.


"Aku tidak akan memaksamu untuk bersama ku Fai dan aku juga tidak akan menyakiti Nisa dengan semua yang kurasakan ini"ujar Dion.


"Lalu apa maumu sekarang?, jangan pernah berfikir untuk membatalkan pernikahan kalian karena itu akan menyakiti hati Nisa"ujar Faina.


"Aku ingin memastikan hatiku Fai, aku ingin jalan bersamamu dan setelah itu aku pun akan mengajak Nisa jalan-jalan, aku ingin merasakan pada siapa hati ini lebih nyaman"ujar Dion.


"Aku nggak nyangka jika selama ini kamu tidak yakin denganku Dion"ujar seseorang yang tak lain adalah Nisa yang sedari tadi mendengar percakapan Faina dan Dion.


Dion dan Faina yang melihat kedatangan Nisa pun terkejut dan panik.


"Tidak ada yang perlu dijelaskan Fai, aku sudah dengar semuanya dengan telingaku sendiri, lelaki yang sudah kucintai dengan susah payah ini telah pura-pura mencintai aku selama ini"ujar Nisa sambil melepaskan genggaman tangan Faina dan air mata yang sudah membanjiri pipinya.


Nisa begitu sangat kecewa, besok adalah hari pernikahannya dan hari ini dia tau bahwa calon suaminya tidak mencintai dirinya, calon suaminya hanya berpura-pura mencintainya selama ini, atau mungkin hanya menjadikan Nisa pelampiasan saja.


"Nisa aku yakin Dion mencintaimu, Dion katakan sesuatu kau mencintainya kan?"ujar Faina pada Dion, tapi Dion hanya menatap Nisa tanpa berbicara sepatah katapun.


"Aku akan batalkan pernikahan kita, kamu benar jikalau aku juga nggak akan bahagia kalau menikah tanpa cinta dari kamu"ujar Nisa lalu berlari keluar cafe dengan dada yang sesak menahan sakitnya cinta tanpa balasan.


Ya Allah dulu aku juga melakukan hal yang sama pada Reza, dulu aku pura-pura mencintainya dan sekarang aku sendiri yang mengalaminya dan sungguh rasanya begitu sakit, batin Nisa.

__ADS_1


Sedangkan di Cafe, Faina tidak habis pikir dengan Dion yang terus saja diam tanpa bertindak sesuatu.


"Kamu akan menyesal suatu hari nanti saat dia sudah menjadi milik orang lain. Sadar Dion kamu bukan mencintai aku, mungkin kamu cuman berobsesi sama aku karena kamu nggak sampai dapatin aku, tapi aku yakin jika kamu mencintai Nisa"ucap Faina lalu mengambil tasnya dan meninggalkan Dion yang masih mematung ditempatnya mencerna semua yang telah terjadi.


Aku akan batalin pernikahan kita, kamu benar jikalau aku juga nggak akan bahagia kalau menikah tanpa cinta dari kamu


Kata-kata Nisa kembali terngiang dipikiran Dion, dia merasa sangat terpukul saat melihat air mata Nisa jatuh dan lebih terpukul lagi saat Nisa mengakhiri hubungan mereka.


Kata-kata Faina terkahir sebelum keluar dari cafe itu juga mengusik pikiran Dion, Dion berlari keluar cafe berniat untuk mengejar Nisa, tapi Nisa sudah tidak terlihat, Dion pun memutuskan untuk kerumah Nisa sebelum Nisa membatalkan pernikahan mereka karena Dion mau melanjutkan hubungan mereka, Dion tak ingin kehilangan Nisa.


💜💜💜


Sedangkan ditempat lain.


Rey baru saja menghubungi Reza tentang apa yang terjadi pada Faina, Dion dan Nisa, selama ini setiap Faina keluar rumah, Rey selalu mengikutinya kemanapun.


"Fai, aku merindukanmu"lirih Reza lemah, dia tidak kuat dengan semua ini, dia membutuhkan Faina.


Reza melangkahkan kakinya dari kursi rodanya, dia ingin mencoba berjalan sendiri, dia berusaha untuk bangkit sendiri dari kursi rodanya dan dengan susah payah akhirnya dia bisa berdiri walau sedikit merasa tidak seimbang, Reza melangkahkan satu kakinya dan brukkk, dia terjatuh.


"Ya Allah sembuhkanlah kakiku, aku ingin sekali kembali bersama Faina, aku tak ingin bercerai darinya"gumam Reza sambil merangkak mengambil ponselnya yang ada di atas tempat tidurnya.


Aku akan berusaha berjalan selama 3 bulan ini, aku pasti bisa, semangat Reza ini demi Faina, batin Reza yang kembali mencoba bersemangat sambil melihat foto pernikahannya dengan Faina di ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2