
Setelah sambungan terputus, Reza kembali mengetuk pintu kamar Faina, tapi tak dibuka oleh gadis itu.
"Fai, aku akan tungguin kamu, kita makan sama-sama"ujar Reza teriak.
Terserahlah apa maumu, aku akan makan kalau kau sudah tidur, batin Faina saat mendengar teriakan Reza.
Reza pun menunggu Faina diruang tamu, lama menunggu Faina akhirnya Reza terlelap dalam tidurnya.
Sedangkan Faina, dia keluar dari kamarnya saat sudah tidak mendengar lagi suara Reza.
Faina berjalan kearah dapur untuk makan, setelah makan dia kembali masuk kekamarnya.
Esok pun tiba.
Reza bangun dari tidurnya dan badannya serasa pegal semua akibat tidur semalaman disofa.
Astaga tadi malam kan Faina belum makan, batin Reza, Reza mengira Faina belum makan dan dia takut terjadi sesuatu pada Faina.
"Fai buka pintunya, Faina"ujar Reza mengetuk pintu kamar Faina.
"Apaansih Za, aku masih ngantuk, ini baru jam 4 subuh"ujar Faina saat sudah membuka pintu kamarnya.
"Fai kamu udah makan?"ujar Reza.
"Hmm"jawab Faina.
"Serius?, tapi kok aku nggak dengar kamu ke dapur sih, padahal aku nungguin kamu disofa"ujar Reza yang membuat Faina terkejut.
__ADS_1
"Kamu nungguin aku disofa?"ujar Faina.
"Iya, kan aku udah bilang aku mau makan sama kamu, jadi aku nungguin kamu"ujar Reza lagi-lagi membuat Faina terkejut.
Berarti Reza belum makan?, batin Faina.
"Jadi kamu belum makan dari semalam dan kamu tidur disofa?"tanya Faina yang diangguki oleh Reza.
"Yaudah ayok makan, kamu pasti lapar"ujar Faina menarik tangan Reza kemeja makan.
Sesampainya di meja makan, Faina melirik tangannya yang memegang tangan Reza, spontan dia menjauhkan tangannya sebelum Reza marah karena Faina sudah melanggar kontrak pernikahan mereka.
"Sorry, nggak sengaja"ujar Faina.
"Iya"jawab Reza yang membuat Faina heran.
"Fai"ujar Reza yang melihat Faina melamun.
"Iya"jawab Faina.
"Bisa tuangkan aku nasi dan lauk pauknya layaknya seorang istri"ujar Reza yang membuat Faina mengernyitkan dahinya.
"Biasanya juga kamu nggak mau dan perlu aku ingatkan kal,,,"ucapan Faina terpotong oleh kata-kata Reza.
"Bisa nggak sih nggak usah bahas kontrak pernikahan itu"ujar Reza.
"Emang kenapa?. Kamu yang bikin kontrak itu dan dulu kamu selalu mengingatkan aku kalau aku melanggar kontrak dan sekarang kamu yang melanggarnya, jadi aku ingatkan"ujar Faina.
__ADS_1
"Tapi kamu juga lupa kalau kamu sendiri yang minta kontraknya ditambahin, kamu minta agar kita bersikap layaknya suami istri kan"ujar Reza.
"Aku ingin menghapus kontrak itu, tidak usah ada kontrak layaknya suami istri"ujar Faina.
"Kenapa?"tanya Reza.
Karena aku takut jatuh lebih dalam lagi pada perasaan cinta aku untuk kamu Za, aku takut kecewa, batin Faina.
"Seperti yang kamu bilang, kita hanya drama saja ketika akan melakukannya dan itu akan membuat kita lelah dengan terus berpura-pura dalam kebohongan"ujar Faina yang membuat Reza terdiam.
Setelah menemani Reza sarapan, Faina pun bersiap-siap untuk ketempat kerjanya dan menghubungi tukang pijat untuk Reza karena badannya sakit semua.
"Aku berangkat kerja duluan Za"ujar Faina pamit setelah menelfon tukang pijat.
"Tunggu Fai"ujar Reza memberhentikan langkah Faina. "Aku butuh kamu, bisa kamu temenin aku satu hari ini, aku nggak enak badan"ujar Reza.
"Yaudah aku akan temenin kamu, hitung-hitung balas budi aku karena kamu udah berkali-kali nolongin aku"ujar Faina lalu duduk di tepi ranjang tempat Reza berbaring sambil memainkan hpnya.
Kalau cinta itu diungkapkan bos
Kata-kata Fero kembali teringat dipikiran Reza, Reza memperhatikan wajah Faina, apa dia sudah mencintai gadis itu, tapi Reza belum terlalu yakin mencintai Faina, lantas bagaimana supaya dia yakin, lagipula belum tentu Faina mencintainya dan Reza takut akan cinta yang bertepuk sebelah tangan yang akan ia dapatkan lagi.
Faina yang melihat Reza memperhatikan wajahnya dengan sangat serius pun menjadi sangat risih.
"Apa ada sesuatu yang aneh diwajah aku?"ujar Faina.
"Kamu terlalu cantik"ujar Reza tanpa sadar dengan apa yang ia ucapkannya.
__ADS_1
Deg